Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

ITS Dorong Perguruan Tinggi Bersinergi Wujudkan Ketahanan Pangan

3 Jumat, 26 Sep 2025, 01:03 WIB | Oleh:
ITS Dorong Perguruan Tinggi Bersinergi Wujudkan Ketahanan Pangan ITS Dorong Perguruan Tinggi Bersinergi Wujudkan Ketahanan Pangan Doc: Istimewa
Ket. Rektor ITS Bambang Pramujati (kanan) menyampaikan, perguruan tinggi memiliki peran vital dalam mendukung ketahanan pangan dengan pengembangan riset yang aplikatif dan berdampak.

SURABAYA - Dalam rangka mencapai visi kedaulatan pangan Indonesia, Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) menggelar Forum Wakil Rektor (Forwarek) Bidang Kerja Sama PTN-ISI se-Indonesia 2025, Kamis (25/9). Mengusung tema Sinergi Perguruan Tinggi untuk Meningkatkan Ketahanan Pangan, forum yang dihelat di Ruang Sidang Senat Gedung Rektorat ITS lantai 1 ini dihadiri langsung oleh 32 perwakilan dari seluruh Perguruan Tinggi Negeri (PTN) dan Institut Seni Indonesia (ISI) di Indonesia. Turut hadir pula, Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Mendiktisaintek) RI Brian Yuliarto. Dalam sambutannya, ia menekankan pentingnya kolaborasi inovasi dan riset tidak hanya berhenti pada lingkungan akademis. Kolaborasi tersebut perlu diintegrasikan sesuai kebutuhan industri, khususnya petani, agar manfaatnya dapat dirasakan langsung. “Dengan begitu, keberlanjutan ketahanan pangan akan terus meningkat,” tegasnya mengingatkan. Sementara itu, Rektor ITS Bambang Pramujati dalam sambutannya juga menyampaikan bahwa perguruan tinggi memiliki peran vital dalam mendukung ketahanan pangan Indonesia. Peran tersebut tidak hanya terbatas pada mencetak sumber daya manusia (SDM), tetapi juga pengembangan riset yang aplikatif dan berdampak. Lebih lanjut, Bambang menambahkan bahwa pertemuan ini juga menjadi momentum penting bagi perguruan tinggi dalam memberikan kontribusi nyata untuk bangsa. Ia berharap dengan adanya forum ini perguruan tinggi dapat lebih berperan dalam mendukung ketahanan pangan nasional. “Semoga dari forum ini dapat lahir inovasi maupun strategi yang berdampak secara nyata,” tuturnya. Selaras dengan Bambang, Tenaga Ahli Menteri Bidang Hilirisasi Produk Peternakan Republik Indonesia (RI) Ali Agus menjelaskan, tantangan pangan tidak dapat diselesaikan secara parsial, tetapi membutuhkan kolaborasi dan sinergi antarpemangku jabatan. Oleh karena itu, kerja sama perguruan tinggi, pemerintah, dan industri harus terus diperkuat melalui forum seperti ini. Lebih lanjut, Ali menegaskan, guna mencapai kedaulatan pangan terdapat beberapa faktor yang perlu diprioritaskan. Faktor-faktor tersebut di antaranya adalah penyediaan benih unggul, pupuk berimbang, pengelolaan lahan sawah, hingga pembangunan irigasi dan infrastruktur. “Selain itu, peningkatan kompetensi dan regenerasi petani juga menjadi prioritas utama kita,” tandasnya. Salah satu contoh implementasinya adalah penerapan konsep pertanian modern. Ali memaparkan pertanian ini berpusat pada konsep smart farming, digitalisasi pertanian, serta pemberdayaan startup petani muda. Menurutnya, implementasi ini disesuaikan dengan kondisi generasi muda yang dinilai lebih mudah memahami data, fakta, serta inovasi digital. Terkait smart farming, Ali menjelaskan konsep ini menggunakan model pertanian berbasis teknologi digital yang memungkinkan observasi dan pengukuran lebih akurat. Dengan penguatan inovasi teknologi di sektor pertanian, kegiatan bercocok tanam dapat dilakukan secara efisien dan ramah lingkungan. “Masa depan pertanian Indonesia saat ini sangat bergantung pada generasi muda yang mampu memanfaatkan teknologi secara efektif,” tuturnya.Melalui forum ini pula, ITS kembali menunjukkan kontribusinya dalam mendukung beberapa poin Sustainable Development Goals (SDGs). Khususnya pada poin ke-2 tentang mengurangi kelaparan; poin ke-9 terkait inovasi, industri, dan infrastruktur; serta poin ke-17 terkait kerja sama untuk mencapai tujuan. Hal tersebut tercermin melalui agenda Forwarek yang mendorong kolaborasi perguruan tinggi dalam riset, inovasi, dan kemitraan strategis. 

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Kapasitas Produksi Menganggur, Industri Didesak Bangkit
    Berita yang sangat melegakan bagi kita yang bergerak ...
  • Jakarta Timur Bersiap Jadi Magnet Investasi Baru, Kawasan 370 Hektare Ini Dilirik
    Tidak akan sukses. Catat ini. Ormas sm warlok ...
  • Industri Makanan dan Minuman Tumbuh 7,04 Persen, KRISTA InterFOOD 2026 Perluas Peluang Bisnis
    Pencapaian kinerja industri mamin yang impresif ini tentu ...
  • Ekspor Tembus 4,85 Miliar Dolar AS, UGM Dorong Teknologi Hijau Industri Kulit
    Ekspor kulit tembus 4,85 miliar dolar AS, UGM ...
  • GrabMart Catat Lonjakan Pesanan Dini Hari, Strategi Pemasaran Brand Perlu Berubah
    Banyak sekarang pekerja kantoran sampe rumah malam, lalu ...
Advertisement
Terkonfirmasi, Jenderal LSP Ditahan di Rutan Mabes Polri   

Terkonfirmasi, Jenderal LSP Ditahan di Rutan Mabes Polri  

03 Nov 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.