Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Lumajang Menetapkan Status Tanggap Darurat Bencana Hidrometeorologi

3 Selasa, 03 Nov 2026, 22:27 WIB | Oleh: Tim Penulis
Lumajang Menetapkan Status Tanggap Darurat Bencana Hidrometeorologi Lumajang Menetapkan Status Tanggap Darurat Bencana Hidrometeorologi Doc: Antara
Ket. Banjir yang menerjang sejumlah rumah di Kabupaten Lumajang pada Senin (2/11/2026).

Lumajang - Pemerintah Kabupaten Lumajang, Jawa Timur menetapkan status keadaan tanggap darurat bencana hidrometeorologi sejak Senin (2/11) setelah kejadian bencana alam berupa tanah longsor dan banjir melanda beberapa kecamatan di kabupaten setempat.

"Langkah itu menjadi bagian dari kesiapsiagaan menghadapi potensi bencana akibat cuaca ekstrem, termasuk banjir dan tanah longsor," kata Bupati Lumajang Indah Amperawati dalam keterangannya, Selasa.

Bupati yang akrab dipanggil Bunda Indah itu mengajak masyarakat untuk mengutamakan keselamatan dan memperkuat kewaspadaan, terutama bagi warga yang bermukim di sepanjang sungai maupun kawasan rawan longsor.

"Keselamatan warga di sekitar aliran lahar Gunung Semeru menjadi perhatian Pemkab Lumajang setelah banjir lahar menerjang kawasan Besuk Kobokan dan kami memastikan kondisi masyarakat di sekitar lokasi terpantau aman. Saya meminta warga tetap meningkatkan kewaspadaan karena curah hujan masih tinggi," tuturnya.

Peralihan musim kemarau menuju musim hujan perlu diikuti peningkatan kewaspadaan masyarakat terhadap ancaman bencana hidrometeorologi. Tragedi longsor di Desa Tamanayu, Kecamatan Pronojiwo, yang menewaskan seorang ayah dan anaknya, menjadi pengingat pentingnya kesiapsiagaan menghadapi perubahan cuaca.

Sementara Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Lumajang Isnugroho mengatakan bencana hidrometeorologi akibat hujan deras terjadi di enam kecamatan yakni Kecamatan Jatiroto, Tempursari, Pasirian, Pronojiwo, Senduro, dan Candipuro.

"Seperti di Kecamatan Tempursari terdapat sebanyak 117 kepala keluarga (KK) terisolasi akibat akses jalan terputus di Desa Purorejo akibat diterjang banjir lahar Semeru, tiga teras rumah roboh dan 10 rumah berisiko ambruk. Saat ini sudah tidak terisolasi belasan KK tersebut," katanya.

Pemerintah mengajak masyarakat untuk lebih memperhatikan kondisi lingkungan tempat tinggal, terutama ketika hujan turun dengan intensitas tinggi. Jika terdapat tanda-tanda pergerakan tanah atau kondisi lereng yang membahayakan, warga diharapkan segera menjauh dari lokasi dan berkoordinasi dengan petugas.

Kewaspadaan bersama menjadi langkah penting untuk mengurangi risiko bencana sekaligus melindungi keselamatan keluarga dan masyarakat di tengah meningkatnya potensi cuaca ekstrem.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Kapasitas Produksi Menganggur, Industri Didesak Bangkit
    Berita yang sangat melegakan bagi kita yang bergerak ...
  • Jakarta Timur Bersiap Jadi Magnet Investasi Baru, Kawasan 370 Hektare Ini Dilirik
    Tidak akan sukses. Catat ini. Ormas sm warlok ...
  • Industri Makanan dan Minuman Tumbuh 7,04 Persen, KRISTA InterFOOD 2026 Perluas Peluang Bisnis
    Pencapaian kinerja industri mamin yang impresif ini tentu ...
  • Ekspor Tembus 4,85 Miliar Dolar AS, UGM Dorong Teknologi Hijau Industri Kulit
    Ekspor kulit tembus 4,85 miliar dolar AS, UGM ...
  • GrabMart Catat Lonjakan Pesanan Dini Hari, Strategi Pemasaran Brand Perlu Berubah
    Banyak sekarang pekerja kantoran sampe rumah malam, lalu ...
Advertisement
Terkonfirmasi, Jenderal LSP Ditahan di Rutan Mabes Polri   

Terkonfirmasi, Jenderal LSP Ditahan di Rutan Mabes Polri  

03 Nov 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.