Duh, 25 Juta Orang Dewasa Masih Tanpa Rekening, Inklusi Keuangan Dipertanyakan
Selasa, 03 Nov 2026, 22:50 WIB | Oleh: Tim Penulis
Doc: ANTARAHO-OJK
JAKARTA – Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) menyebutkan sekitar 25 juta orang dewasa di atas 17 tahun belum mempunyai rekening bank.
“Jumlah penduduk yang belum memiliki rekening usia di atas 17 tahun adalah sekitar 25 juta,” kata Ketua Dewan Komisioner LPS Anggito Abimanyu dalam Konferensi Pers Komite Stabilitas Sistem Keuangan (KSSK), di Jakarta, Selasa (3/11).
Anggito mengatakan LPS mendukung program pemerintah berencana meningkatkan jumlah penduduk yang memiliki rekening.
Hal itu sejalan dengan upaya pemerintah dalam memperluas kepemilikan rekening masyarakat melalui Program Satu Orang Satu Rekening.
“LPS mendukung pelaksanaan program tersebut melalui koordinasi dengan kementerian/lembaga terkait, khususnya dalam penyelarasan data dan kriteria calon peserta program,” ujarnya.
Sebaiknya Anda baca juga:
Sebagai catatan, Pemerintah menyiapkan anggaran awal Rp1,28 triliun untuk membukakan rekening bagi 25 juta warga berusia di atas 17 tahun yang termasuk kelompok desil 1-4, melalui Program Satu Orang Satu Rekening.
Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menargetkan program ini bisa meningkatkan inklusi keuangan masyarakat mendekati 99 persen.
“Menindaklanjuti Bapak Presiden, kami siapkan Program Satu Orang Satu Rekening dan dengan Program Satu Orang Satu Rekening ini, inklusivitas keuangan mendekati 99 persen. Jadi naik dari 93 persen menjadi 99 persen,” kata Airlangga dalam Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) Tim Percepatan Akses Keuangan Daerah (TPAKD), di Jakarta, Kamis (22/10).
Pemerintah bakal menyalurkan setoran awal sebesar Rp50.000 untuk setiap rekening. Pemerintah menggandeng Bank Rakyat Indonesia (BRI) dan Bank Syariah Indonesia (BSI) sebagai mitra bank penyalurnya.
Airlangga menjelaskan bahwa kedua bank itu nantinya akan menyiapkan data calon penerima program. Datanya berdasarkan Data Tunggal Sosial dan Ekonomi Nasional (DTSEN), Badan Pusat Statistik (BPS), serta data Lembaga Penjamin Simpanan (LPS).
“Ini kami akan dorong untuk efektivitas penyaluran bantuan, dan kegiatan produktif. Jadi bukan soal hanya pembukaan rekening. Nah peningkatan inklusi juga dimulai sejak dini,” katanya pula.
Selain itu, Airlangga menyampaikan program Rekening Pelajar yang sudah berjalan lebih dulu.
Program Rekening Pelajar telah diikuti oleh 59,18 juta pelajar dengan dananya tabungan Rp27 triliun. Program ini mendorong peningkatan inklusi keuangan sejak usia sekolah.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!