Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Ekspor Sarang Walet ke Tiongkok Tersendat, Barantin Turun Tangan

3 Selasa, 03 Nov 2026, 22:00 WIB | Oleh: Tim Penulis
Ekspor Sarang Walet ke Tiongkok Tersendat, Barantin Turun Tangan Ekspor Sarang Walet ke Tiongkok Tersendat, Barantin Turun Tangan Doc: ANTARA/Syifa Yulinnas.
Ket. Ilustrasi - Petani memperlihatkan sarang burung walet seusai panen di Desa Suak Timah, Samatiga, Aceh Barat, Aceh.

JAKARTA – Badan Karantina Indonesia (Barantin) melanjutkan perundingan dengan otoritas kepabeanan Tiongkok agar perusahaan eksportir sarang burung walet yang terkena penangguhan kembali memperoleh akses ke pasar negara tersebut.

Kepala Barantin Abdul Kadir Karding mengatakan, komunikasi dengan General Administration of Customs of China (GACC) masih berlangsung guna mencari penyelesaian terhadap pembatasan yang dihadapi sejumlah perusahaan Indonesia.

"Kita sedang melakukan diplomasi, perundingan, cocok-cocokan dengan GACC Tiongkok," kata Karding seusai penandatanganan kerja sama di Jakarta, Selasa (3/11).

Ia menjelaskan, perundingan tersebut diharapkan dapat membuka kembali akses pasar bagi perusahaan yang terkena penangguhan sekaligus memberikan peluang bagi eksportir lain yang memenuhi persyaratan untuk memasuki pasar Tiongkok.

"Perusahaan-perusahaan kita ini ada yang dibuka, atau ada yang baru, bisa masuk lagi," ujarnya.

Meski demikian, Karding memastikan penangguhan terhadap sejumlah eksportir sarang burung walet Indonesia secara resmi masih berlangsung hingga saat ini.

"Secara ofisial masih," katanya menjelaskan perkembangan status penangguhan tersebut.

Selain melanjutkan perundingan, Barantin memperketat pengawasan terhadap perusahaan eksportir di dalam negeri agar persoalan pemenuhan standar tidak kembali menghambat akses pasar sarang burung walet Indonesia.

Karding menekankan pentingnya langkah tersebut untuk mencegah bertambahnya perusahaan yang terkena penangguhan akibat tidak memenuhi persyaratan negara tujuan.

Pada 21 Agustus 2026, Karding menyebut sebanyak 19 dari 57 perusahaan sarang burung walet terdaftar dikenai penangguhan terkait ketidakpatuhan terhadap standar ekspor ke Tiongkok.

Karding saat itu menjelaskan, penertiban terhadap perusahaan yang tidak memenuhi ketentuan dilakukan di dalam negeri untuk mencegah tindakan pembatasan yang lebih luas dari otoritas Tiongkok.

Namun, penangguhan terhadap sejumlah perusahaan tersebut tidak berarti seluruh ekspor sarang burung walet Indonesia ke Tiongkok dihentikan karena perusahaan lain yang memenuhi persyaratan masih dapat melakukan pengiriman.

Kegiatan ekspor tetap berlangsung, antara lain melalui pengiriman sarang burung walet asal Banten yang dilepas Barantin pada 21 Agustus 2026.

Adapun hasil audit GACC pada Juli 2026 menunjukkan sejumlah catatan terkait kandungan aluminium pada sebagian produk yang melebihi persyaratan, ketertelusuran bahan baku hingga rumah walet, serta pengawasan kepatuhan perusahaan.

Menindaklanjuti temuan tersebut, Barantin meminta perusahaan terkait melakukan tindakan perbaikan, memperketat pengawasan terhadap proses produksi, serta menyampaikan perkembangan pembenahan kepada GACC.

Barantin sebelumnya juga telah melakukan investigasi, mewajibkan pengujian awal kandungan aluminium, serta membentuk kelompok kerja teknis bersama GACC untuk mempercepat penyelesaian persoalan penangguhan.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Kapasitas Produksi Menganggur, Industri Didesak Bangkit
    Berita yang sangat melegakan bagi kita yang bergerak ...
  • Jakarta Timur Bersiap Jadi Magnet Investasi Baru, Kawasan 370 Hektare Ini Dilirik
    Tidak akan sukses. Catat ini. Ormas sm warlok ...
  • Industri Makanan dan Minuman Tumbuh 7,04 Persen, KRISTA InterFOOD 2026 Perluas Peluang Bisnis
    Pencapaian kinerja industri mamin yang impresif ini tentu ...
  • Ekspor Tembus 4,85 Miliar Dolar AS, UGM Dorong Teknologi Hijau Industri Kulit
    Ekspor kulit tembus 4,85 miliar dolar AS, UGM ...
  • GrabMart Catat Lonjakan Pesanan Dini Hari, Strategi Pemasaran Brand Perlu Berubah
    Banyak sekarang pekerja kantoran sampe rumah malam, lalu ...
Advertisement
Terkonfirmasi, Jenderal LSP Ditahan di Rutan Mabes Polri   

Terkonfirmasi, Jenderal LSP Ditahan di Rutan Mabes Polri  

03 Nov 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.