Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Tiongkok Pertahankan Posisi Pemilik Cadangan Devisa Terbesar di Dunia

📅 Selasa, 23 Sep 2025, 23:36 WIB | Oleh:
Tiongkok Pertahankan Posisi Pemilik Cadangan Devisa Terbesar di Dunia Doc: AFP

BEIJING - Sektor keuangan Tiongkok telah mencatatkan kemajuan yang luar biasa selama periode Rencana Lima Tahun ke-14 (2021-2025), dengan nilai aset perbankan negara itu mencapai hampir 470 triliun yuan (1 yuan = Rp2.333) atau 66,2 triliun dolar AS (1 dolar AS = Rp16.607) pada akhir Juni 2025, menempati peringkat pertama secara global.

"Tiongkok juga berhasil mempertahankan posisi sebagai pemilik cadangan devisa terbesar di dunia selama 20 tahun berturut-turut, dan menduduki peringkat kedua dalam hal pasar saham dan obligasi," kata Gubernur Bank Sentral Tiongkok Pan Gongsheng dalam konferensi pers tentang kemajuan keuangan Tiongkok selama periode Rencana Lima Tahun ke-14, Senin (22/9).

Menurut Pan, Tiongkok memimpin secara global dalam hal pembiayaan hijau, pembiayaan inklusif, dan pembiayaan digital, dan telah membentuk jaringan pembayaran dan penyelesaian lintas perbatasan mata uang renminbi (RMB) secara multisaluran, mudah diakses, aman, dan efisien.

Sementara layanan pembayaran seluler (mobile payment) Tiongkok berada di jajaran terdepan secara internasional.

"Kualitas dan efisiensi layanan keuangan dalam mendukung ekonomi riil telah meningkat signifikan. Pinjaman untuk perusahaan-perusahaan teknologi kecil dan menengah di Tiongkok tumbuh dengan tingkat rata-rata tahunan lebih dari 20 persen selama periode tersebut," ujarnya.

Pan menjelaskan bahwa pinjaman untuk usaha kecil dan mikro, serta inisiatif pembangunan hijau, juga tumbuh dengan rata-rata tahunan lebih dari 20 persen selama periode yang sama.

Kepala Administrasi Regulasi Keuangan Nasional (National Financial Regulatory Administration) Tiongkok Li Yunze mengatakan bahwa sektor keuangan negara itu tumbuh semakin tangguh.

Dia juga menyatakan bahwa total aset industri perbankan dan asuransi Tiongkok kini melampaui 500 triliun yuan, dengan rata-rata tingkat pertumbuhan tahunan sebesar 9 persen selama lima tahun terakhir, memperkuat posisinya sebagai pasar kredit terbesar di dunia dan pasar asuransi terbesar kedua di dunia.

"Institusi dana perwalian, manajemen kekayaan, dan manajemen aset asuransi mengawasi total dana hampir 100 triliun yuan, atau dua kali lipat dari jumlah yang tercatat pada akhir periode Rencana Lima Tahun ke-13 (2016-2020), ungkap Li.

Dia mengatakan bahwa dari 1.000 bank teratas di dunia, 143 di antaranya berasal dari Tiongkok, dengan enam dari 10 posisi teratas diduduki oleh institusi-institusi Tiongkok.

Operasional keuangan tetap stabil secara umum. Indikator-indikator regulasi utama seperti kredit macet, kecukupan modal, dan solvabilitas mengalami peningkatan yang stabil dan berada dalam kisaran sehat.

Li mengatakan penyelesaian aset bermasalah meningkat lebih dari 40 persen dibandingkan dengan periode Rencana Lima Tahun ke-13.

Menurut dia, total gabungan modal dan cadangan terhadap risiko industri tersebut melampaui 50 triliun yuan, sehingga memberikan ketahanan yang lebih kuat terhadap berbagai tantangan.

"Selama lima tahun terakhir, sektor perbankan dan asuransi Tiongkok telah menyalurkan dana baru senilai 170 triliun yuan untuk ekonomi riil melalui berbagai sarana, termasuk pinjaman, obligasi, dan ekuitas," ujar Li.

Perihal pasar saham Ketua Komisi Regulasi Sekuritas Tiongkok (China Securities Regulatory Commission/CSRC) Wu Qing menyampaikan dalam konferensi pers tersebut bahwa perusahaan-perusahaan teknologi kini menjadi proporsi yang lebih besar di pasar saham A-share, seiring dengan meningkatnya dukungan pasar modal Tiongkok bagi inovasi ilmu pengetahuan dan teknologi (iptek).

Perusahaan teknologi mencakup lebih dari seperempat kapitalisasi pasar saham A-share, yang secara signifikan lebih tinggi dibandingkan dengan total kapitalisasi pasar gabungan di sektor perbankan, layanan keuangan nonperbankan, dan real estat.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Produksi Tembus 3 Juta Unit, Midea Perkuat Industri Elektronika Nasional
    Langkah ekspansif Midea dalam memperluas fasilitas manufaktur Residential ...
  • Industri Plastik RI Mulai Oleng! Produk China Banjir, Pabrik Mulai Kurangi Jam Kerja
    Artikel ini menyoroti akar masalah secara berimbang, di ...
  • ExxonMobil Dorong Efisiensi Operasional Tambang Melalui Teknologi Pelumasan
    Ulasan ini sangat membuka wawasan mengenai pentingnya pergeseran ...
  • Direksi OpenAI Peringatkan Industri Belum Siap Cegah Kehilangan Kendali Atas Kecerdasan Buatan
    Meskipun narasi tentang agen AI yang lepas kendali ...
  • Jamin Mutu MBG, Kemenperin Kawal Penerapan SNI Wajib Food Tray
    Langkah proaktif Kementerian Perindustrian dalam mewajibkan SNI untuk ...
Advertisement
IndoBuildTech Expo Detail Sidebar
Daerah
Surabaya Siapkan Sensor Pem...
Ekonomi
BNI Private Dinobatkan seba...
Advertisement
BRI Super League 2026/2027: Persija Jakarta Kalahkan Persib Bandung 2-1 di GBK

BRI Super League 2026/2027: Persija Jakarta Kalahkan Persib Bandung 2-1 di GBK

12 Sep 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.