Polisi Tangkap Lebih dari 200 Pengunjuk Rasa
📅 Selasa, 23 Sep 2025, 02:45 WIB | Oleh: Tim PenulisKemarahan terhadap apa yang disebut proyek infrastruktur fiktif telah meningkat di negara Asia Tenggara tersebut sejak Presiden Ferdinand Marcos Jr menjadikannya pusat perhatian saat ia membacakan pidato kenegaraan pada Juli lalu menyusul terjadinya banjir mematikan selama beberapa pekan.
Kementerian Keuangan memperkirakan ekonomi Filipina kehilangan hingga 118,5 miliar peso (2 miliar dollar AS) dari tahun 2023 hingga 2025 karena korupsi dalam proyek pengendalian banjir. Sedangkan Greenpeace memperkirakan jumlah kerugian sebenarnya mendekati 18 miliar dollar AS.
Pada Senin, Filipina diperkirakan akan dilanda banjir besar saat Topan Super Ragasa menerjang provinsi paling utara negara itu. Negara kepulauan ini dilanda rata-rata 20 badai dan topan setiap tahun, yang mengakibatkan jutaan orang di daerah rawan bencana terus-menerus berada dalam kemiskinan. AFP/I-1
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!