Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Polisi Tangkap Lebih dari 200 Pengunjuk Rasa

📅 Selasa, 23 Sep 2025, 02:45 WIB | Oleh: Tim Penulis
Polisi Tangkap Lebih dari 200 Pengunjuk Rasa Doc: AFP/Jam STA ROSA
Ket. Sejumlah anggota LSM Pemuda menggelar aksi protes di luar kantor Markas Kepolisian Distrik Manila untuk menyuarakan pembebasan para pengunjuk rasa antikorupsi yang ditahan polisi pada Senin (22/9). Mereka melakukan protes setelah ada laporan bahwa terdapat setidaknya 88 anak di bawah umur yang turut ditahan dalam aksi unjuk rasa pada Minggu (21/9).

MANILA – Polisi di ibu kota Filipina menangkap lebih dari 200 orang selama bentrokan dengan pengunjuk rasa bertopeng yang meletus saat aksi demonstrasi antikorupsi yang sebagian besar berlangsung damai, kata seorang juru bicara kepolisian Filipina pada Senin (22/9).

Setidaknya 88 anak di bawah umur termasuk di antara jumlah awal 216 orang yang ditahan pada unjuk rasa ricuh pada Minggu (21/9) ketika polisi mengerahkan meriam air dan sirene yang memekakkan telinga terhadap kerumunan pengunjuk rasa yang sebagian besar masih muda dan melemparkan batu ke arah aparat keamanan.

Wali Kota Manila, Isko Moreno, mengatakan seorang anak laki-laki berusia 12 tahun adalah yang termuda yang ditahan.

Atas penangkapan terhadap anak-anak di bawah umur, sejumlah orang tua yang cemas dilaporkan telah menuju markas besar polisi Manila dengan menerjang hujan. Berdiri dalam antrean di luar kantor Kepolisian Distrik Manila, seorang pramuniaga berusia 45 tahun bernama Michelle Blanco mengatakan bahwa ia belum diberi tahu kapan putranya, Zoren, 13 tahun, akan dibebaskan meskipun telah mendekam di ruang tahanan sejak kemarin.

"Sedikit informasi tentang bagaimana keadaan mereka di dalam atau apa yang harus kami lakukan untuk mengeluarkannya karena hal itu sangat berarti," kata dia seraya menegaskan bahwa putranya hanya menonton ketika diciduk dari jalan.

Ribuan warga Filipina berunjuk rasa di Manila pada Minggu untuk melampiaskan kemarahan mereka atas skandal korupsi yang meluas terkait proyek pengendalian banjir fiktif yang diyakini telah merugikan pembayar pajak miliaran dollar AS.

Skandal ini telah menyebabkan banyak anggota parlemen terlibat dan para pemimpin kedua majelis Kongres telah mengundurkan diri dari jabatan mereka selama penyelidikan.

Namun bentrokan di jalanan pada Minggu, yang mengakibatkan sejumlah kendaraan polisi dibakar dan jendela-jendela kantor polisi dihancurkan, telah mencederai aksi demonstrasi damai yang diikuti oleh keluarga, aktivis, pendeta, dan politisi.

"Sejauh ini tidak ada satu pun dari mereka yang mengungkapkan alasan di balik tindakan mereka atau apakah ada yang membayar mereka untuk melakukannya," kata juru bicara kepolisian daerah, Mayor Hazel Asilo, kepada AFP. "Begitu kita tahu afiliasi mereka, kita bisa tahu apakah mereka bagian dari pengunjuk rasa atau mereka hanya membuat onar," imbuh dia.

Toleransi Maksimum

Menurut pernyataan yang dirilis Senin oleh dinas kesehatan, sekitar 50 orang dilarikan ke satu rumah sakit Manila setelah bentrokan tersebut.

Juru bicara polisi lainnya, Mayor Philipp Ines, mengatakan 93 petugas terluka dalam aksi unjuk rasa pada Minggu, sembari menambahkan jumlah yang ditangkap masih dapat bertambah karena masih ada orang-orang yang diproses.

Di tengah tuduhan dari setidaknya satu kelompok hak asasi manusia lokal bahwa polisi telah menggunakan kekuatan yang tidak proporsional, Menteri Dalam Negeri Jonvic Remulla mengatakan bahwa tanggapan mereka merupakan toleransi maksimum.

“Mereka hanya berbekal perlengkapan anti huru hara dan tidak bersenjata api,” tegas  Remulla seraya menambahkan bahwa tidak ada senjata yang atau gas air mata yang ditembakkan dalam unjuk rasa Minggu.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • FIFA Asean Cup 2026: Sembilan Gol Antarkan Indonesia ke Final, Thailand Menanti
    Laga ini adalah salahsatu pertandingan bola paling menegangkan ...
  • Pembalakan Liar di TN Berbak-Sembilang Terbongkar, Ratusan Kayu dan Rel 1 Km Dimusnahkan.
    Pecuri kayu sampai membangun rel? Ini sih terang2an ...
  • Dagelan Tak Mutu Lapas Cibinong, Bisa Bangun 10 Rumah Sultan, tak Ada Anggaran Beli CCTV Rp200.000  
    Aparat dan pejabat di negeri ini makin terang2an ...
  • MSI Apresiasi Menteri Pertanian Amran Sulaiman Terkait Penghentian Impor Singkong
    Sangat menginspirasi melihat bagaimana kebijakan tegas menyetop impor ...
  • Kebangkitan UMKM dan Penetrasi E-Commerce jadi Katalisator Pertumbuhan Industri Percetakan di Indonesia
    ehadiran platform pameran B2B bertaraf internasional seperti ALLPrint ...
Advertisement
Inacraft Detail Sidebar

Serius Ada Cadangan Beras 4,8 Juta Ton? Kok Beras Tetap Mahal

48 menit yang lalu | Aloysius Widiyatmaka

Nasional
Serius Ada Cadangan Beras 4...

Tak Dijamin JKN, Bisa Masuk Program Berani

1 jam lalu | Aloysius Widiyatmaka

Daerah
Tak Dijamin JKN, Bisa Masuk...

Kasus Kapal Virgo, Empat Tersangka Ditetapkan

1 jam lalu | Aloysius Widiyatmaka

Daerah
Kasus Kapal Virgo, Empat Te...
Advertisement
Impor Solar Indonesia Resmi Berhenti, Ternyata Ini Dampak Kebijakan B50

Impor Solar Indonesia Resmi Berhenti, Ternyata Ini Dampak Kebijakan B50

02 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.