Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Pemprov Banten Kawal Kasus PMI Asal Serang yang Tertahan di Arab Saudi

📅 Kamis, 23 Jul 2026, 08:48 WIB | Oleh: Tim Penulis
Pemprov Banten Kawal Kasus PMI Asal Serang yang Tertahan di Arab Saudi Doc: Pemprov Banten
Ket. Gubernur Banten Andra Soni di Serang, Banten, Rabu.

SERANG - Pemerintah Provinsi (Pemprov) Banten mengawal kasus Pekerja Migran Indonesia (PMI) asal Kota Serang yang tertahan di Arab Saudi yang melakukan permohonan bantuan melalui unggahan video.

"Kami merespons cepat aduan berupa video viral yang berisi permohonan bantuan dari seorang PMI asal Kota Serang, Ibu Atilah, yang tertahan dan tidak dapat pulang dari Arab Saudi," kata Gubernur Banten Andra Soni melalui keterangannya di Serang, Banten, Kamis (23/7).

Langkah cepat tersebut diwujudkan dengan menggelar rapat koordinasi darurat bersama Balai Pelayanan Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (BP3MI) Banten dan Dinas Ketenagakerjaan dan Transmigrasi (Disnakertrans) Provinsi Banten.

"BP3MI dan Pemprov Banten segera berkoordinasi dengan KBRI agar persoalan yang dihadapi Ibu Atilah bisa segera ditindaklanjuti. Ini menjadi perhatian kita bersama karena ada warga Banten yang sedang menghadapi masalah di luar negeri," katanya.

Andra menjelaskan, pemerintah daerah langsung bergerak memastikan titik lokasi Atilah dan berupaya menjalin komunikasi awal melalui aplikasi pesan instan WhatsApp.

Menurutnya, komunikasi yang telah terjalin menjadi pijakan bagi pemerintah untuk terus memantau kondisi pahlawan devisa tersebut, sembari menyiapkan langkah pelindungan strategis bersama pemerintah pusat dan perwakilan Indonesia di Arab Saudi.

Sementara itu, Kepala BP3MI Banten Wirawan Negara Harahap, menegaskan komitmennya untuk mengawal pengaduan tersebut hingga tuntas. Pihaknya juga telah menerjunkan tim untuk mendatangi keluarga Atilah di Kecamatan Walantaka, Kota Serang.

"Kami akan terus mengawal proses ini dan menyampaikan setiap perkembangan kepada Pak Gubernur," ujar Wirawan.

Berdasarkan komunikasi terakhir yang diterima, kata Wirawan, posisi Atilah diduga berada di kawasan perbatasan antara Arab Saudi dan Kuwait. Saat ini, BP3MI masih melakukan proses verifikasi lokasi secara akurat sebelum menindaklanjuti nya kepada Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) dan Kementerian Pelindungan Pekerja Migran Indonesia.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Asosiasi Ojek Online: Aturan Bagi Hasil 92:8 Persen Beri Dampak Nyata Pengemudi Ojol
    Preview komentar:
    Saya bingung ojol seperti Grab gojek Maxim itu ...
    Pak presiden jangan percaya lap.bawahan yg ada ojol ...
  • Ketahanan Pangan Diperkuat Rp195,3 Triliun, Mampukah Harga Pangan Ikut Stabil?
    Preview komentar:
    Meskipun fokus RAPBN 2027 ini sangat kuat pada ...
  • Tenun Dinilai Menekraf Harus Ditampilkan Agar Nilai Ekonominya Berkembang
    Preview komentar:
    Langkah strategis Kementerian Ekraf dalam mensertifikasi desain tenun ...
Olahraga
Putri KW Bidik Hasil Maksim...
Nasional
PT KAI Tekankan Keselamatan...

Jatim Kirim Tim SAR dan Dokter untuk NTT

1 jam lalu | Selocahyo Basoeki Utomo S

Daerah
Jatim Kirim Tim SAR dan Dok...
Daerah
Bendera Raksasa 40x20 Meter...

Perayaan Tujuh Belasan di Daerah Cukup Meriah

1.5 jam yang lalu | Aloysius Widiyatmaka

Daerah
Perayaan Tujuh Belasan di D...
Jokowi Tiba di Istana untuk HUT RI ke-81, Penampilan dengan Adat Bali Jadi Sorotan

Jokowi Tiba di Istana untuk HUT RI ke-81, Penampilan dengan Adat Bali Jadi Sorotan

17 Aug 2026
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.