Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

BMKG: Waspadai Gelombang 2,5 Meter di Perairan NTT

📅 Senin, 22 Sep 2025, 09:58 WIB | Oleh: Tim Penulis
BMKG: Waspadai Gelombang 2,5 Meter di Perairan NTT Doc: ANTARA
Ket. Ilustrasi - Kondisi di wilayah perairan pesisir Kota Kupang, Nusa Tenggara Timur (NTT).

KUPANG – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) meminta masyarakat agar mewaspadai potensi gelombang laut setinggi 2,5 meter yang terjadi di wilayah perairan Nusa Tenggara Timur (NTT) pada Senin hingga Kamis (25/9).

“Waspada potensi gelombang setinggi 1,25 hingga 2,5 meter di sejumlah wilayah perairan NTT pada 22-25 September 2025,” kata Kepala Stasiun Meteorologi Maritim Tenau Kupang, Yandri Anderudson Tungga, di Kupang, NTT, Senin (22/9).

Ia menjelaskan tinggi gelombang 1,25-2,5 meter berpeluang terjadi di Selat Sape bagian utara, Selat Sape bagian selatan, Selat Flores-Lamakera, Selat Pantar, Selat Alor, perairan selatan Flores, perairan selatan Alor-Pantar, dan Selat Sumba bagian timur.

Potensi serupa juga dapat terjadi di Laut Sawu, Selat Ombai, perairan utara Sabu-Raijua, perairan utara Timor, perairan utara Kupang-Rote, Selat Pukuafu, perairan selatan Sabu-Raijua, dan perairan selatan Timor-Rote.

Sementara itu, pola angin di wilayah NTT umumnya bergerak dari tenggara menuju barat daya dengan kecepatan angin berkisar antara 6 hingga 22 knot.

“Kecepatan angin tertinggi di sejumlah wilayah berpotensi meningkatkan tinggi gelombang laut di wilayah perairan itu,” kata Yandri.

BMKG setempat telah mengeluarkan peringatan dini tinggi gelombang laut yang berlaku mulai Senin hingga Kamis (25/9) pukul 08.00 WITA.

Adapun saran keselamatan bagi pengguna perahu nelayan patut waspada apabila kecepatan angin mencapai 15 knot dan tinggi gelombang mencapai 1,25 meter.

“Sementara bagi operator kapal tongkang wajib waspada bila kecepatan angin mencapai 16 knot dan tinggi gelombang mencapai 1,5 meter,” kata Yandri.

Ia menambahkan terdapat dua wilayah dengan potensi gelombang setinggi 2,5-4 meter, yaitu di perairan selatan Sumba dan Selat Sumba bagian barat.

Ia meminta masyarakat khususnya pengguna transportasi laut untuk senantiasa memantau informasi resmi dan terkini dari BMKG.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
Advertisement
gaia musik festival

Olahraga
Kalah Telak di Piala AFF: T...
Olahraga
Daftar 18 Pemain Voli Putra...

Deflasi Juli Jadi Alarm Sekaligus Peluang bagi Stabilitas Ekonomi

Deflasi Juli Jadi Alarm Sekaligus Peluang bagi Stabilitas Ekonomi

03 Aug 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.