Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Kurangi Kebocoran Agar Penerimaan Negara Meningkat

📅 Jumat, 19 Sep 2025, 01:05 WIB | Oleh: Tim Redaksi
Kurangi Kebocoran Agar Penerimaan Negara Meningkat Doc: Koran Jakarta/M Fachri
Ket. MENKEU, BI, DAN DPR BAHAS POSTUR RAPBN 2026 - Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa (tengah) dan Gubernur Bank Indonesia (BI) Perry Warjiyo (kiri) serta Wamenkeu Suahasil Nazara, sebelum memulai Rapat Kerja (Raker) di Ruang Rapat Banggar, Gedung Nusantara II, Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta, Kamis (18/9).

JAKARTA - Badan Anggaran (Banggar) Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia (DPR RI) dan Pemerintah menyepakati revisi postur Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (RAPBN) Tahun 2026.

Ketua Banggar DPR RI, Said Abdullah dalam rapat kerja dengan Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa, Gubernur Bank Indonesia (BI) Perry Warjiyo, perwakilan Bappenas pada Kamis (18/9) mengatakan pendapatan negara telah disepakati direvisi menjadi 3.153,6 triliun rupiah untuk RAPBN 2026, atau lebih tinggi 5,9 triliun rupiah dari rancangan sebelumnya senilai 3.147,7 triliun rupiah.

Penerimaan perpajakan dinaikkan 1,7 triliun rupiah menjadi 2.693,7 triliun rupiah dari rancangan sebelumnya sebesar 2.692,0 triliun rupiah. Khusus penerimaan pajak tidak mengalami perubahan yalni tetap seperti usulan semula 2.357,7 triliun rupiah.

Adapun penerimaan kepabeanan dan cukai juga dinaikkan 1,7 triliun rupiah menjadi 336 triliun rupiah dari sebelumnya 334,3 triliun rupiah.

Sedangkan Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP) disetujui menjadi 459,2 triliun rupiah atau naik 4,2 triliun rupiah dari rancangan sebelumnya senilai 455,0 triliun rupiah.

Dari sisi belanja, Pemerintah dan DPR juga menyetujui revisi menjadi 3.842,7 triliun rupiah atau lebih tinggi dari 56,2 triliun rupiah dari rancangan sebelumnya sebesar 3.786,5 triliun rupiah.

Belanja itu terdiri dari belanja pemerintah pusat yang dinaikkan 13,2 triliun rupiah menjadi 3.149,7 triliun rupiah dari sebelumnya 3.136,5 triliun rupiah.

Sementara belanja kementerian/lembaga (K/L) disetujui direvisi menjadi 1.510,5 triliun rupiah atau terdapat selisih kenaikan 12,3 triliun rupiah dari rancangan sebelumnya senilai 1.498,3 triliun rupiah.

Untuk belanja non K/L disetujui revisi menjadi 1.639,2 triliun rupiah atau atau ada selisih naik 900 miliar rupiah dari sebelumnya 1.638,2 triliun rupiah. Dana transfer ke daerah juga mengalami revisi kenaikan 43 triliun rupiah menjadi 693 triliun rupiah dibanding dari rancangan sebelumnya senilai 650 triliun rupiah.

Dengan demikian, defisit juga direvisi menjadi 689,1 triliun rupiah atau 2,68 persen dari Produk Domestik Bruto (PDB) naik dari sebelumnya 638,8 triliun rupiah atau 2,48 persen dari PDB.

Menanggapi hal itu, Guru Besar Fakultas Ekonomi dan BisnisUniversitas Airlangga, Surabaya, Imron Mawardi, mengatakan, kenaikan yang mendominasi pos-pos anggaran dalam revisi RAPBN, jika tidak tercapai berpotensi mendorong pemerintah untuk menarik utang baru.

“Beberapa kenaikan yang menjadi catatan revisi seperti kenaikan belanja negara, penerimaan pajak dan penerimaan bea cukai, jika dicermati perlu kehati-kehatian karena jika tidak tercapai bisa-bisa pemerintah menarik utang lagi,” kata Imron.

Pemerintah dalam meningkatkan pendapatan kata Imron jangan menambah beban masyarakat, tetapi melalui efisiensi pajak. “Efisiensi pajak harus ditingkatkan, dan mencegah kebocoran-kebocoran,” katanya.

Sementara itu, Dosen Magister Ekonomi Terapan Unika Atma Jaya, YB. Suhartoko mengatakan, dari sisi penerimaan revisi APBN ditargetkan mengalami kenaikan, kecuali penerimaan pajak.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Produksi Tembus 3 Juta Unit, Midea Perkuat Industri Elektronika Nasional
    Langkah ekspansif Midea dalam memperluas fasilitas manufaktur Residential ...
  • Industri Plastik RI Mulai Oleng! Produk China Banjir, Pabrik Mulai Kurangi Jam Kerja
    Artikel ini menyoroti akar masalah secara berimbang, di ...
  • ExxonMobil Dorong Efisiensi Operasional Tambang Melalui Teknologi Pelumasan
    Ulasan ini sangat membuka wawasan mengenai pentingnya pergeseran ...
  • Direksi OpenAI Peringatkan Industri Belum Siap Cegah Kehilangan Kendali Atas Kecerdasan Buatan
    Meskipun narasi tentang agen AI yang lepas kendali ...
  • Jamin Mutu MBG, Kemenperin Kawal Penerapan SNI Wajib Food Tray
    Langkah proaktif Kementerian Perindustrian dalam mewajibkan SNI untuk ...
Daerah
Pasokan Listrik Andal dari ...
Daerah
Pemerintah Kota Mataram Aja...
Advertisement
Barang Temuan di Selat Sunda Bukan Milik 5 Jurnalis Hilang, Ini Penjelasan Polda Banten

Barang Temuan di Selat Sunda Bukan Milik 5 Jurnalis Hilang, Ini Penjelasan Polda Banten

13 Sep 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.