Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

IMF: Tak Ada Ruang Menunda Reformasi Guna Tingkatkan Stabilitas Ekonomi

📅 Senin, 21 Apr 2025, 01:05 WIB | Oleh:
IMF: Tak Ada Ruang Menunda Reformasi Guna Tingkatkan Stabilitas Ekonomi Doc: Jim WATSON/AFP
Ket. Direktur Pelaksana IMF, Kristalina Georgieva.

WASHINGTON - Dana Moneter Internasional (IMF) menyatakan akan terus membantu negara-negara anggotanya melakukan penyesuaian ekonomi makro dan memajukan reformasi di tengah tantangan gejolak ketidakpastian karena perubahan pola sistem perdagangan global. 

Direktur Pelaksana IMF, Kristalina Georgieva dalam pidato resminya pada “Springs Meeting IMF-World Bank 2025, di Washington, akhir pekan lalu mengatakan saat ini, terdapat 48 negara yang mengandalkan dukungan neraca pembayaran IMF, termasuk Argentina, yang reformasinya berorientasi pasar dengan dukungan program terbaru dan terbesar lembaga tersebut. IMF dalam kesempatan itu tidak bersedia menyebut negara lainnya selain Argentina.

Argentina sudah dikenal sebagai pasien langganan IMF dan pada minggu lalu, negara yang di bawah pimpinan Presiden, Javier Milei menyepakati pinjaman senilai 20 miliar dollar AS dengan IMF.

Dewan Eksekutif IMF sendiri telah menyetujui pengaturan Fasilitas Dana Diperpanjang (Extended Fund Facility/EFF) selama 48 bulan untuk Argentina dengan total 20 miliar dollar AS atau 479 persen dari kuota fasilitasnya.

Dari total pinjaman itu, 12 miliar dollar AS dicairkan langsung. Adapun, tinjauan pertama direncanakan pada Juni 2025 dengan pencairan terkait sekitar 2 miliar dollar AS.

“Program ini diharapkan dapat membantu mengkatalisasi dukungan multilateral dan bilateral resmi tambahan, dan akses kembali yang tepat waktu ke pasar modal internasional,” kata IMF.

Kondisi global saat ini, sedang tidak baik akibat ketegangan perang dagang yang dipicu oleh kebijakan Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump. Namun, Kristalina berkeyakinan tidak akan ada resesi global. Dia hanya melihat kemungkinan besar pelemahan ekonomi.

Dia mengatakan ketegangan hubungan dagang ini hanya akan memicu revisi ke bawah untuk prakiraan ekonomi global.

“Proyeksi pertumbuhan baru kami akan mencakup penurunan harga yang signifikan, tetapi bukan resesi. Kami juga akan melihat kenaikan harga pada prakiraan inflasi untuk beberapa negara,” kata Kristalina.

Kendati tidak menimbulkan resesi, dia memperingatkan bahwa ketidakpastian yang tinggi dan berlarut-larut dapat meningkatkan risiko tekanan pasar keuangan.

Menata Kembali

Dalam kesempatan itu, dia mengingatkan semua negara harus melipatgandakan upaya untuk menata kembali negara masing-masing. Dalam dunia dengan ketidakpastian yang lebih tinggi dan guncangan yang sering terjadi, Kristalina menegaskan tidak ada ruang untuk menunda reformasi guna meningkatkan stabilitas ekonomi dan keuangan serta meningkatkan potensi pertumbuhan.

Perekonomian katanya menghadapi tantangan baru dari posisi awal yang lebih lemah, dengan beban utang publik yang jauh lebih tinggi daripada beberapa tahun yang lalu.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
Advertisement
jakartafair2026

PT KAI: Commuter Line lintas Tanjung Priok Mulai Berhenti di Stasiun JIS

PT KAI: Commuter Line lintas Tanjung Priok Mulai Berhenti di Stasiun JIS

23 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.