Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Penajam Paser Utara Satu-satunya Wilayah yang Swasembada Beras

📅 Kamis, 18 Sep 2025, 14:51 WIB | Oleh:
Penajam Paser Utara  Satu-satunya Wilayah yang Swasembada Beras Doc: ist
Ket. beras

PENAJAM -  Kerja keras masyarakat, utamanya para petani di Penajam Paser Utara, Kaltim, sehingga membuat daerahnya potensial mampu swasembada beras. Gubernur Provinsi Kalimantan Timur Rudy Masud menegaskan, Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU) adalah lumbung padi bagi Kaltim. PPU menjadi satu-satunya wilayah di Kaltim yang bisa mewujudkan swasembada beras.

“Kami berharap produksi pangan di PPU bisa terus ditingkatkan. Ke depannya, harus ada optimalisasi lahan untuk pertanian. Saya juga minta agar lahan pertanian ini tidak dialihfungsikan menjadi areal lainnya, terutama perkebunan kelapa sawit," kata Rudy. Dia mengatakan ini saat melakukan panen raya bersama kelompok tani di Kelurahan Waru, Kecamatan Waru, Penajam Paser Utara, Kamis.

Acara ini merupakan bagian dari kunjungan kerja Gubernur di wilayah selatan PPU, dengan didampingi oleh sejumlah pejabat, di antaranya Anggota Komisi VI DPR Sarifah Suraidah Harum, Wakil Gubernur Kaltim Seno Aji, Bupati PPU Mudyat Noor, Wakil Bupati PPU Abdul Waris Muin, Kepala Organisasi Perangkat Daerah Kaltim maupun jajaran Pemkab PPU.

Diketahui, luas lahan sawah di Penajam Paser Utara (PPU) adalah sekitar 7.508 hektare. Dari lahan tersebut pada tahun 2024 bisa menghasilkan produksi beras sebanyak 50.672,30 ton. Hasil produksi beras tersebut, faktanya bisa memenuhi kebutuhan masyarakat PPU yang berjumlah 203.661 jiwa, bahkan terjadi surplus untuk kebutuhan masyarakat di sekitarnya.

Pemerintah PPU juga menerapkan program serap beras lokal, yakni mewajibkan ASN dan BUMD untuk menyerap beras petani lokal demi mendukung perekonomian petani dan memperkuat ketahanan pangan di PPU. Dengan keberhasilan di bidang pangan tersebut, Gubernur memberikan apresiasi tinggi kepada para petani di PPU yang tetap berkomitmen melestarikan pertanian padi.

"Kami berikan apresiasi karena masih ada kelompok tani yang melestarikan budidaya padi. Ini membuktikan bahwa negara kita adalah negara agraris, yang artinya memang kita adalah penghasil padi," ujarnya. Rudy bercerita saat mendampingi Menteri Pertanian di Babulu, kata Rudy, Menteri Pertanian meminta kepada Bupati PPU agar bisa melaksanakan kegiatan swasembada pangan.

Menteri Pertanian sangat berkomitmen untuk meningkatkan hasil panen padi di Kaltim. Padi yang dihasilkan di sini masih sedikit, kira-kira lebih dari 30 persen, bahkan 50 persen kebutuhan beras kita masih didatangkan dari provinsi lain. "Hari ini kita diminta mewujudkan swasembada. Sepengetahuan saya, PPU adalah lumbungnya padi, satu-satunya kabupaten di seluruh Kaltim yang swasembada beras hanya PPU," tegasnya.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Mohon Dukungan Doa! Paus Leo XIV Akan Jalani Operasi Paru-paru di Roma
    Turut mendoakan, semoga operasinya berjalan baik dan lancar ...
  • Peringkat FIFA Melesat, Timnas Indonesia Dipastikan Lolos Langsung ke Putaran Kedua Kualifikasi Piala Dunia 2030
    Masa depan timnas kita sepertinya makin cerah, sangat ...
  • Kolaborasi Industri dan Akademisi Diperkuat, Seequent Dorong Kapasitas Geosains Indonesia
    How can collaboration between industry and academic institutions ...
  • Mengapa Tak Banyak Mahasiswa Asing yang Mau Kuliah di Indonesia?
    What factors might discourage international students from pursuing ...
  • Sangat Memprihatinkan Rumah Dinas TNI untuk Judol, Pelaku Kini Ditahan
    oknum2 begini ini yg bikin citra loreng jadi ...
Megapolitan
Akibat Korsleting Listrik, ...
Luar Negeri
Bandara Riyadh Kembali Dise...
Advertisement
Marco Bezzecchi Juara MotoGP Indonesia 2026, Tradisi Unik Mandalika Berlanjut

Marco Bezzecchi Juara MotoGP Indonesia 2026, Tradisi Unik Mandalika Berlanjut

11 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.