Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Cegah Rayap Besi Lantai Jembatan, JPO Pesanggrahan Gunakan Conwood

📅 Selasa, 30 Des 2025, 15:48 WIB | Oleh:
Cegah Rayap Besi Lantai Jembatan, JPO Pesanggrahan Gunakan Conwood Doc: ANTARA/Lia Wanadriani Santosa.
Ket. Jembatan Penyeberangan Orang (JPO) Pesanggrahan, Jakarta Barat. Pemerintah Provinsi DKI Jakarta menggunakan bahan bangunan alternatif pengganti kayu.

JAKARTA -- Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta menggunakan bahan bangunan alternatif pengganti kayu yang ramah lingkungan, yakni concrete wood (conwood) di Jembatan Penyeberangan Orang (JPO) Pesanggrahan, Jakarta Barat, untuk mencegah pencurian lantai jembatan.

"Pengalaman di beberapa tempat yang dulu materinya diambil, di tempat ini pasti tidak bisa karena kalau diambil tidak akan bisa dijual," kata Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung di Jakarta Barat, Selasa.

JPO Pesanggrahan di Jakarta Barat diresmikan pada Selasa, berbarengan dengan JPO Pangkalan Jati di Jakarta Timur, setelah tujuh bulan masa pembangunan.

JPO Pesanggrahan memiliki panjang 31 meter dan lebar tiga meter. Lantai jembatan itu kini tidak lagi menggunakan besi, melainkan conwood. Jembatan itu juga dihias dengan ornamen bunga anggrek dendrobium pada cover bangunan lift.

Pada bagian fasad JPO tersebut terdapat ornamen ikan cupang serit yang melambangkan keberanian, keharmonisan, keindahan, semangat pantang menyerah, dan pertumbuhan berkelanjutan.

JPO Pesanggrahan maupun JPO Pangkalan Jati sama-sama dilengkapi dengan fasilitas lift yang ramah bagi penyandang disabilitas, lansia, dan ibu hamil, serta terdapat pula kamera pengawas (CCTV).

Pramono mengungkapkan pembangunan kedua JPO tersebut menggunakan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) DKI Jakarta Tahun Anggaran 2025.

"Dua JPO ini yang diminta oleh warga, kemudian dilakukan rapat Musrenbang (musyawarah perencanaan pembangunan) dan akhirnya diputuskan pada bulan April yang lalu, dan sekarang Alhamdulillah, sudah selesai. Harapannya, masyarakat ikut merawat," tutur Pramono. 

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Pasar Eropa Terbuka Lewat IEU-CEPA, Industri Tekstil Indonesia Punya Peluang Baru
    Artikel yang sangat mencerahkan. Sepakat dengan pandangan Kadin ...
  • Produksi Kapal Baru RI Melonjak 251 Persen, Menperin: Negara Maritim Jangan Kalah di Laut Sendiri
    Menanggapi lonjakan produksi kapal baru hingga 251 persen ...
  • Bidik Transformasi Industri Indonesia, Danantara Gelar Forum Teknologi dan Investasi Global
    Fokus Danantara pada industrialisasi inovasi dalam forum DTIIF ...
  • Produksi Dipangkas 50 Persen, Industri Keramik Terancam Lumpuh Gara-Gara Gas!
    Membaca kondisi industri keramik yang terpaksa memangkas kapasitas ...
  • Gelombang Tsunami Setinggi 18 Meter Mengancam Pantai Selatan Kebumen
    Membayangkannya saja sudah bikin takut. Apalagi ada keluarga ...
Advertisement
Homedec Detail Sidebar
pasang iklan di koran jakarta

Pemulihan sawah pascabencana di Aceh

31 menit yang lalu | Wahyu AP

Daerah
Pemulihan sawah pascabencan...
Nasional
Unjuk rasa mahasiswa dan ma...
Daerah
Peluncuran bus listrik proy...

Pembukaan Festival Budaya Kerinci 2026

41 menit yang lalu | Wahyu AP

Daerah
Pembukaan Festival Budaya K...
Megapolitan
Aksi desak evaluasi perdaga...

Peremajaan lahan perkebunan kelapa

50 menit yang lalu | Wahyu AP

Daerah
Peremajaan lahan perkebunan...
pasang iklan di koran jakarta
Advertisement
Kebiasaan Bangun Paling Pagi Bikin Kita Banyak Rezeki, Benarkah?

Kebiasaan Bangun Paling Pagi Bikin Kita Banyak Rezeki, Benarkah?

22 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.