Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
pasang iklan di koran jakarta
Ads

Penetapan Kampung Madong Sebagai Lokasi Proyek Ketahanan Pangan Maritim

1 Rabu, 17 Sep 2025, 23:45 WIB | Oleh:
Penetapan Kampung Madong Sebagai Lokasi Proyek Ketahanan Pangan Maritim Penetapan Kampung Madong Sebagai Lokasi Proyek Ketahanan Pangan Maritim Doc: Antara
Ket. Kepala Bidang Humas Polda Kepri Kombes Pol Zahwan Pandra Arsyad dan sejumlah stakeholder menggelar kegiatan sosialisasi proyek perubahan ketahanan pangan maritim di Kampung Madong, Kota Tanjungpinang, Rabu (17/9/2025).

Tanjungpinang - Polda Kepulauan Riau (Kepri) menetapkan Kampung Madong di Kelurahan Kampung Bugis, Kot Tanjungpinang, sebagai lokasi proyek perubahan kawasan ketahanan pangan maritim guna mendorong kesejahteraan masyarakat pesisir melalui optimalisasi potensi produk hasil laut.

Proyek perubahan tersebut diinisiasi Kepala Bidang (Kabid) Humas Polda Kepri Kombes Pol Zahwan Pandra Arsyad sebagai bagian dari tugasnya sebagai peserta Pendidikan Kepemimpinan Nasional (PKN) Tingkat I LAN RI Angkatan 63 Tahun 2025.

"Proyek ini sejalan dengan program Asta Cita Presiden RI Prabowo Subianto, salah satunya mewujudkan kedaulatan pangan di tanah air," kata Kombes Pandra saat kegiatan sosialisasi proyek perubahan di Kampung Madong, Tanjungpinang, Rabu.

Menurut Pandra Kampung Madong dipilih karena memiliki karakteristik yang sama dengan Desa Pengudang, yakni berada di kawasan pesisir.

Masyarakat di kampung ini mayoritas menggantungkan pencarian dari laut, yakni nelayan tangkap serta mengelola tambak budidaya ikan.

Selain itu, di kawasan ini juga terdapat hutan bakau yang menjadi rumah bagi berbagai habitat laut, termasuk ketam. Potensi ini menjadikan Madong sebagai wilayah strategis dalam pengembangan produk perikanan.

"Melalui proyek perubahan ini, masyarakat didorong mengolah hasil laut dari bahan mentah menjadi produk jadi yang memiliki nilai jual lebih tinggi," ujar Pandra.

Dia turut menekankan pentingnya empat hal utama dalam membangun ekosistem ketahanan pangan maritim, yakni pentahelix, kolaboratif, adaptif dan keberlanjutan.

Selain itu, diperlukan edukasi dan sosialisasi yang masif serta berkesinambungan dengan melibatkan lima unsur pentahelix, meliputi akademisi, pelaku usaha, komunitas, pemerintah dan media.

"Melalui proyek ini, diharapkan Madong dapat menjadi model pengembangan ketahanan pangan maritim berbasis potensi lokal, sekaligus mengangkat kesejahteraan masyarakat pesisir," ujarnya.

Sementara, Kepala Dinas Koperasi dan UKM Kepri Riki Rionaldi berkomitmen mendukung peningkatan kualitas produk perikanan setempat.

Dinas Koperasi dan UKM Kepri siap memberikan pembinaan dan pendampingan dalam rangka penerbitan SKP dan Good Manufacturing Practices (GMP) guna menjamin produk olahan hasil perikanan bermutu dan terjamin keamanannya.

Lebih lanjut, Riki menekankan pentingnya akses pasar bagi produk dari Madong. Ia ingin membawa produk olahan tersebut masuk ke Koperasi Merah Putih demi mendorong pertumbuhan ekonomi lokal.

“Namun, masyarakat harus terlebih dahulu bergabung ke koperasi. Saya minta Lurah Kampung Bugis mengurus administrasi dan membentuk kelompok usaha agar produk bisa masuk ke jalur distribusi yang tepat,” demikian Riki.

Kepala Bidang Komunikasi dan Kehumasan Diskominfo Kepri Trio Andana menilai proyek ketahanan pangan maritim yang digagas Humas Polda Kepri merupakan terobosan nyata dalam praktik kehumasan.

Menurutnya komunikasi publik tidak sekadar menyampaikan pesan, melainkan berperan sebagai penghubung dan pemersatu kepentingan antar pihak.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Kapasitas Produksi Menganggur, Industri Didesak Bangkit
    Berita yang sangat melegakan bagi kita yang bergerak ...
  • Jakarta Timur Bersiap Jadi Magnet Investasi Baru, Kawasan 370 Hektare Ini Dilirik
    Tidak akan sukses. Catat ini. Ormas sm warlok ...
  • Industri Makanan dan Minuman Tumbuh 7,04 Persen, KRISTA InterFOOD 2026 Perluas Peluang Bisnis
    Pencapaian kinerja industri mamin yang impresif ini tentu ...
  • Ekspor Tembus 4,85 Miliar Dolar AS, UGM Dorong Teknologi Hijau Industri Kulit
    Ekspor kulit tembus 4,85 miliar dolar AS, UGM ...
  • GrabMart Catat Lonjakan Pesanan Dini Hari, Strategi Pemasaran Brand Perlu Berubah
    Banyak sekarang pekerja kantoran sampe rumah malam, lalu ...
pasang iklan di koran jakarta
pasang iklan di koran jakarta
Luar Negeri
Staf PBB Tewas dalam Tahana...
pasang iklan di koran jakarta
Advertisement
Tak Lagi Lewat Pertamina: Impor Migas Dialihkan ke Lemigas, Bahlil Pastikan Tak Bebani APBN

Tak Lagi Lewat Pertamina: Impor Migas Dialihkan ke Lemigas, Bahlil Pastikan Tak Bebani APBN

31 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.