Produksi Bawang Putih RI Mau Digenjot, Wakil Mentan Siapkan Strategi Dua Jalur
Minggu, 01 Nov 2026, 05:18 WIB | Oleh: Marcellus Widiarto
Doc: Antara foto
JAKARTA - Wakil Menteri Pertanian Alim Setiawan Slamet menyiapkan skema dua jalur melalui penguatan pendampingan budidaya dan riset terapan untuk mempercepat peningkatan produksi bawang putih nasional secara berkelanjutan.
"Langkah ini diarahkan untuk memastikan program berjalan di lokasi yang tepat, didukung teknologi siap pakai, serta mampu meningkatkan keterampilan petani dan produktivitas secara berkelanjutan," kata Wamentan terkonfirmasi di Jakarta, Sabtu (31/10).
Dia menekankan perlunya kolaborasi lintas lembaga untuk menyusun program pengembangan bawang putih secara terukur.
Menurut Alim, program harus bertumpu pada kesiapan pelaksanaan di lapangan, bukan sekadar potensi atau peluang yang belum teruji.
"Yang kita butuhkan adalah inovasi yang betul-betul siap diterapkan, bukan yang masih sebatas potensi. Karena skalanya besar, kita harus memastikan teknologi dan rencana yang dipilih benar-benar bisa mendukung pencapaian target," ujar Wamentan.
Alim menjelaskan, skema peningkatan produksi akan dijalankan melalui dua jalur yang saling melengkapi. Jalur pertama berfokus pada percepatan budidaya melalui penetapan lokasi, penyusunan kalender tanam, pemetaan kebutuhan petani, serta pendampingan teknis.
Jalur kedua diarahkan pada riset dan kajian untuk meningkatkan produktivitas, mutu hasil, efisiensi penggunaan input, dan daya saing bawang putih.
Pada jalur pertama, Wamentan meminta lokasi pengembangan dan jadwal tanam dirinci agar dukungan pemerintah dapat diberikan sesuai kebutuhan di lapangan.
Menurutnya, keberhasilan pengembangan bawang putih tidak hanya ditentukan oleh penetapan lahan, tetapi juga kesiapan petani dalam menerapkan teknik budidaya. Karena itu, peningkatan pengetahuan dan keterampilan petani perlu menjadi bagian utama dari program.
"Ini betul-betul mulai baru, sehingga kita membutuhkan keterampilan baru dari petani. Pendampingan budidaya, peningkatan literasi, dan penguasaan teknologi tepat guna menjadi sangat penting," katanya.
Jalur kedua akan memperkuat riset dan kajian untuk menjawab tantangan produksi bawang putih dalam jangka pendek maupun panjang.
Area yang perlu dikaji meliputi pengembangan varietas unggul, perbaikan teknologi budidaya, peningkatan mutu hasil, pengendalian organisme pengganggu tumbuhan, serta efisiensi penggunaan sarana produksi.
Riset juga perlu mencakup penanganan pascapanen, termasuk upaya mengurangi kehilangan hasil selama penyimpanan dan distribusi. Aspek pengemasan dan transportasi turut menjadi perhatian agar bawang putih dapat dipasarkan dengan mutu yang terjaga.
Wamentan menekankan penguatan produksi harus berjalan beriringan dengan pembangunan ekosistem usaha.
Kemitraan, kepastian peran para pihak, serta dukungan kebijakan dan regulasi perlu disiapkan sejak awal agar hasil peningkatan produksi memiliki jalur pemasaran yang jelas.
"Kita ingin membangun ekosistem yang baik. Kemitraannya harus jelas, termasuk apa yang akan dikerjakan dan hasil yang ingin dicapai. Kebijakan dan regulasi pendukungnya juga perlu disiapkan," tuturnya.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!