Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
pasang iklan di koran jakarta
Ads

Pemkot Banjarbaru Kembangkan Pengelolaan Sampah Berbasis Masyarakat lewat Tiga Inovasi

1 Minggu, 01 Nov 2026, 16:22 WIB | Oleh: Tim Penulis
Pemkot Banjarbaru Kembangkan Pengelolaan Sampah Berbasis Masyarakat lewat Tiga Inovasi Pemkot Banjarbaru Kembangkan Pengelolaan Sampah Berbasis Masyarakat lewat Tiga Inovasi Doc: ANTARA
Ket. Direktorat Jenderal Bina Pemerintahan Desa (Ditjen Bina Pemdes) Kementerian Dalam Negeri. Dalam kunjungan lapangan ke Kelurahan Guntung Paikat di bawah kepemimpinan Lurah Reza Pahlevi bersama jajaran dan masyarakat, Banjarbaru, beberapa waktu lalu.

BANJARBARU – Pemerintah Kota (Pemkot) Banjarbaru, Kalimantan Selatan, melalui Kelurahan Guntung Paikat mengembangkan pengelolaan sampah berbasis masyarakat melalui tiga inovasi untuk mengurangi limbah rumah tangga, sekaligus mengubah sampah plastik bernilai jual menjadi bantuan sembako bagi warga kurang mampu.

Direktur Jenderal Bina Pemerintahan Desa Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) Bernhard E Rondonuwu di Banjarbaru, Minggu(01/11), mengapresiasi inovasi tersebut karena mampu menghubungkan upaya menjaga lingkungan dengan pemberdayaan dan kepedulian sosial masyarakat.

"Apa yang dilakukan Kelurahan Guntung Paikat merupakan praktik baik yang patut dikembangkan. Sampah yang selama ini dianggap sebagai masalah ternyata dapat diolah menjadi sesuatu yang bermanfaat, bahkan memiliki nilai ekonomi dan sosial," ujarnya.

Salah satu inovasi yang dikembangkan adalah Gapai Berkah atau Guntung Paikat Bersedekah Sampah yang mengajak warga mengumpulkan botol dan sampah plastik bernilai jual melalui kotak penampungan khusus di depan kantor kelurahan.

Sampah yang terkumpul kemudian ditimbang dan dijual, sedangkan hasil penjualannya dikonversikan menjadi paket sembako untuk disalurkan kepada masyarakat kurang mampu, sehingga kegiatan menjaga kebersihan sekaligus menghasilkan manfaat sosial.

Selain itu kelurahan mengembangkan ekoenzim dengan memanfaatkan kulit buah yang difermentasi selama tiga bulan untuk menghasilkan cairan yang dapat digunakan bagi berbagai kebutuhan rumah tangga.

Inovasi lainnya adalah Losida atau Lodong Sisa Dapur yang memungkinkan warga mengolah sisa makanan menggunakan wadah khusus hingga terurai menjadi kompos alami untuk menyuburkan tanaman di lingkungan rumah.

Bernhard menilai keterlibatan masyarakat menjadi faktor penting dalam keberlanjutan pengelolaan sampah, karena perubahan perilaku dapat dimulai dari kebiasaan sederhana, seperti memilah limbah, mengolah sisa dapur, dan mengumpulkan plastik yang masih memiliki nilai ekonomi.

"Yang menarik, masyarakat tidak hanya diajak menjaga kebersihan lingkungan, tetapi juga dilibatkan untuk membangun kepedulian dan membantu sesama. Inovasi seperti inilah yang perlu direplikasi oleh desa dan kelurahan lainnya," kata Bernhard.

Melalui tiga inovasi tersebut, Kelurahan Guntung Paikat memperlihatkan pengelolaan sampah dapat dilakukan dari tingkat rumah tangga dengan menggabungkan pengurangan limbah organik, pemanfaatan kembali sampah, serta penguatan solidaritas sosial untuk menciptakan lingkungan bersih dan masyarakat yang lebih peduli.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Kapasitas Produksi Menganggur, Industri Didesak Bangkit
    Berita yang sangat melegakan bagi kita yang bergerak ...
  • Jakarta Timur Bersiap Jadi Magnet Investasi Baru, Kawasan 370 Hektare Ini Dilirik
    Tidak akan sukses. Catat ini. Ormas sm warlok ...
  • Industri Makanan dan Minuman Tumbuh 7,04 Persen, KRISTA InterFOOD 2026 Perluas Peluang Bisnis
    Pencapaian kinerja industri mamin yang impresif ini tentu ...
  • Ekspor Tembus 4,85 Miliar Dolar AS, UGM Dorong Teknologi Hijau Industri Kulit
    Ekspor kulit tembus 4,85 miliar dolar AS, UGM ...
  • GrabMart Catat Lonjakan Pesanan Dini Hari, Strategi Pemasaran Brand Perlu Berubah
    Banyak sekarang pekerja kantoran sampe rumah malam, lalu ...
pasang iklan di koran jakarta
pasang iklan di koran jakarta
Luar Negeri
Staf PBB Tewas dalam Tahana...
pasang iklan di koran jakarta
Advertisement
Tak Lagi Lewat Pertamina: Impor Migas Dialihkan ke Lemigas, Bahlil Pastikan Tak Bebani APBN

Tak Lagi Lewat Pertamina: Impor Migas Dialihkan ke Lemigas, Bahlil Pastikan Tak Bebani APBN

31 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.