Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Dalam Sehari Mengeksplorasi Wisata Budaya Bangli Bali

📅 Rabu, 17 Sep 2025, 19:07 WIB | Oleh:
Dalam Sehari Mengeksplorasi Wisata Budaya Bangli Bali Doc: ANTARA/Sri Dewi Larasati
Ket. Pengunjung berfoto didepan pura di Desa Wisata Penglipuran, Kabupaten Bangli, Bali.

JAKARTA - Berwisata ke daerah Bangli bisa menjadi pilihan menarik bagi wisatawan yang ingin merasakan Bali dengan rasa berbeda.

Tak seperti kabupaten lain di Pulau Dewata yang dipenuhi keindahan laut dan pantai, Bangli justru memikat lewat kekayaan wisata budayanya.

Antara pada Kamis (11/9) berkesempatan mengeksplorasi sisi lain Bali dengan mengunjungi wisata kaya budaya di daerah Kabupaten Bangli dalam sehari.

Agenda tersebut juga selaras dengan diluncurkannya “Bali Cultural Guidebook” dari yang mendorong perjalanan wisatawan bermakna akan warisan budaya.

Perjalanan dimulai dari penginapan di daerah Ubud ke Pura Ulun Danu Batur yang terletak di Jalan Kintamani, Desa Batur Selatan, Kecamatan Kintamani, Kabupaten Bangli, yang ditempuh menggunakan kendaraan roda empat memakan waktu sekitar satu jam.

20250917190158_FullSizeRender.jpeg

Sejumlah pengunjung menikmati hidangan di Bamboo Cafe, di Desa Wisata Penglipuran, Kabupaten Bangli, Bali. (Antara/Sri Dewi Larasati)

Pura Ulun Danu Batur

Pura Ulun Danu Batur merupakan salah satu spot paling ikonik di Bangli, Bali, menjadi pilihan tujuan perjalanan wisata budaya.

Pura Ulun Danu Batur yang memiliki peranan penting dalam tatanan spiritual umat Hindu di Bali ini dikelilingi panorama keindahan alam berlatar gunung dan danau.

Sebelum memasuki kawasan Pura Ulun Danu Batur, pengunjung wajib mengenakan bawahan kain atau sarung, yang disewakan atau bisa juga dibeli.

Pura ini menawarkan kombinasi keindahan alam, arsitektur megah, serta suasana yang sakral.

Dalam pura ini terdapat lima mandala atau kawasan, di mana setiap mandala dibatasi oleh candi bentar.

20250917190113_IMG_4957_jpg.jpeg

Pintu masuk Desa Wisata Penglipuran, Kabupaten Bangli, Bali. (Antara/Sri Dewi Larasati)

Adapun lima mandala itu adalah utamaning utama mandala yang merupakan areal paling suci, Utama mandala sebagai kawasan penataran tempat umat bersembahyang, Madya mandala berupa tempat berlangsungnya tari-tari wali termasuk aktivitas lain yang menunjang pelaksanaan ritual, Nista mandala sebagai tempat yang lebih profan dan difungsikan sebagai tempat beberapa bangunan penunjang, serta Jaba sisi berupa kawasan profan berhadapan dengan jalan raya.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google

Ekonomi
Harga Cabai Rawit Rp84.400/...
Daerah
Bus Transjateng Akan Tambah...

Wakil Menteri Imipas Silmy Karim Ditahan KPK

48 menit yang lalu | Lili Lestari

Nasional
Wakil Menteri Imipas Silmy ...
Olahraga
Janice Tjen Mulus ke Peremp...
Nasional
Grab Tegaskan Rumor Hengkan...
  • Hunian Tamiang 4 Ditarget Rampung Juni 2026, Menteri PU Pastikan Tepat Waktu
    Preview komentar:
    Di bukit tempurung,kota kualasimpang,Dana perabot,ekonomi dan jadub aja ...
  • 39,7 Ton Sampah Diangkat dari Kali Sabi Tangerang
    Preview komentar:
    Bukan hanya di C2, C3 juga banyak yg ...
  • Jangan Asal Upload KTP dan NIK! Diskominfo Tangerang Peringatkan Risiko Penyalahgunaan Data.
    Preview komentar:
    Jika Pak RT meminta photovopy KK, guna pendataan, ...
Wakil Menteri Imipas Silmy Karim Ditahan KPK

Wakil Menteri Imipas Silmy Karim Ditahan KPK

04 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.