Bayern Jadi Ujian Kebangkitan Chelsea
📅 Rabu, 17 Sep 2025, 07:27 WIB | Oleh: Benny Mudesta Putra
Doc: Alexandra BEIER / AFP
MUNICH - Allianz Arena kembali menjadi panggung laga dua klub raksasa Eropa. Bayern Munich dan Chelsea, dua klub dengan sejarah panjang di Liga Champions, bertemu dalam laga pembuka fase, Kamis (18/9)dini hari WIB. Pertarungan ini bukan sekadar soal tiga poin, tetapi juga adu gengsi antara juara abadi Bundesliga dan wakil Inggris yang baru kembali ke kompetisi elite ini, setelah dua tahun absen.
Bayern tampil dengan kepercayaan diri penuh. Tim asuhan Vincent Kompany membuka musim dengan sempurna. Dia menang lima kali laga Bundesliga, plus gelar Piala Super Jerman. Statistik di kompetisiEropa pun mendukung. Sejak 2013, Bayern tak pernah kalah di fase grup Liga Champions di Allianz Arena. Mereka selalu menang di laga perdana kompetisi ini dalam 22 musim terakhir.
“Liga Champions adalah panggung utama. Lawan punya tradisi besar, tapi di Munich kami selalu bermain dengan keyakinan penuh. Kami ingin menunjukkan Bayern masih salah satu kekuatan paling ditakuti di Eropa,” ujarKompany. Meski kehilangan beberapa pemain penting seperti Jamal Musiala, Alphonso Davies, dan Hiroki Ito karena cedera, Bayern tetap bertumpu pada Harry Kane di lini depan. Dia disokong Luis Diaz yang langsung mencetak gol di tiga laga Bundesliga pertamanya.
Sementara itu, Chelsea hadir dengan semangat kebangkitan. Musim lalu mereka menjuarai UEFA Conference League dan menjadi klub pertama yang memenangkan seluruh kompetisi UEFA. Kini, dengan status juara Piala Dunia Antarklub, The Blues kembali ke Liga Champions dengan harapan bisa bersaing lagi di papan atas.
Awal musimLiga Inggris memang belum sepenuhnya meyakinkan. Tima asuhan Enzo Maresca masih tanpa kekalahan, tapi sudah dua kali tertahan dalam derby London, termasuk saat ditahan Brentford 2-2. Meski demikian, pelatih itu menegaskan skuadnya siap menghadapi atmosfer Allianz Arena.
Sebaiknya Anda baca juga:
“Bayern adalah tim dengan tradisi dan kualitas tinggi, namun kami datang untuk menantang, bukan sekadar bertahan. Chelsea punya sejarah hebat di Eropa, dan kami ingin menambahkan bab baru di Munich,” ujar Maresca.
Chelsea akan bertumpu pada kreativitas Cole Palmer dan Joao Pedro untuk mendukung Nicolas Jackson, yang berpotensi turun melawan mantan klubnya. Namun mereka masih tanpa Liam Delap, Benoit Badiashile, Romeo Lavia, serta Mykhaylo Mudryk yang terkena larangan tampil. ben/AFP/G-1
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!