Pelajar SD Pekalongan Diajari Koding Kecerdasan Artifisial
📅 Selasa, 16 Sep 2025, 14:14 WIB | Oleh: Aloysius Widiyatmaka
Doc: ist
PEKALONGAN – Kemajuan teknologi yang begitu cepat harus mulai dikenalkan sejak usia dini. Inilah yang ditempuh Pemerintah Kota Pekalongan, Jawa Tengah dengan mulai menerapkan program pembelajaran koding kecerdasan artifisial(AI) tingkat SD. Tujuannya sebagai bagian dari upaya menyiapkan generasi muda yang melek teknologi dan mampu beradaptasi dengan perkembangan zaman.
Pelaksana tugas Kepala Dinas Pendidikan Kota Pekalongan Mabruri di Pekalongan, Selasa, mengatakan secara nasional terdapat tiga model penerapan koding kecerdasan artifisial, yaitu integrasi dalam mata pelajaran informatika, sebagai mata pelajaran pilihan atau dikembangkan melalui kegiatan ekstrakurikuler.
"Dari ketiga opsi tersebut, Kota Pekalongan memilih menjadikan koding kecerdasan artifisial sebagai mata pelajaran pilihan," katanya. Menurut dia, pilihan ini dipandang paling tepat, karena akan memberikan ruang khusus bagi siswa untuk mempelajari dasar-dasar teknologi secara lebih fokus tanpa mengganggu pelajaran inti.
Pada tahap awal implementasi, kata dia, dilakukan secara bertahap di sekolah-sekolah yang sudah memiliki guru terlatih. "Kami mulai dari sekolah yang gurunya telah mengikuti pelatihan penyusunan kurikulum satuan pendidikan. Nantinya, sekolah lain mengikuti melalui proses pengimbasan dari guru-guru yang sudah dilatih tersebut," katanya.
Ia yang didampingi Kepala Bidang Sekolah Dasar, Siti Nurul Izzah mengatakan dengan strategi pengimbasan ini, pihaknya optimistis seluruh sekolah dasar di daerah ini akan mampu menerapkan pembelajaran koding kecerdasan artifisial secara bertahap dan merata. "Target kami, semua siswa SD bisa merasakan manfaat pembelajaran koding dan kecerdasan artifisial (KKA) meskipun harus bertahap agar mutu tetap terjaga," katanya.
Ia mengatakan penerapan koding kecerdasan artifisial tingkat sekolah dasar tidak membutuhkan perangkat digital canggih atau fasilitas laboratorium komputer yang lengkap. "Inti dari pembelajaran ini adalah melatih keterampilan berpikir komputasi (computational thinking) bukan sekadar mengoperasikan perangkat teknologi. Yang lebih penting adalah bagaimana mereka terbiasa berpikir runtut, logis dan sistematis, misalnya melalui permainan logika, menyusun langkah kegiatan sehari-hari atau puzzle yang melatih penalaran," katanya.
Sebaiknya Anda baca juga:
Wajib Belajar
Sebelumnya, Pemerintah Kota Pekalongan, Jawa Tengah, berkomitmen menyukseskan program wajib belajar 13 tahun yang tengah digodok oleh Pemerintah Pusat. Wali Kota Pekalongan Afzan Arslan Djunaid di Pekalongan, Jumat, mengatakan bahwa program tersebut kini telah resmi menjadi bagian dari Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) 2025–2029.
"Upaya pemenuhan akses pendidikan di daerah tidak dimulai dari nol. Sebelum kebijakan wajib belajar 13 tahun diluncurkan Pemerintah Pusat, kami sudah menjalankan pendidikan satu tahun sebelum jenjang sekolah dasar," katanya. Ia mengatakan pihaknya akan terus memberikan dukungan kepada lembaga pendidikan anak usia dini di tingkat kota, kecamatan, hingga kelurahan yang telah aktif menggerakkan pendidikan pada anak usia dini.
Peran Bunda PAUD, kata dia, dinilai penting dalam meningkatkan kesadaran masyarakat untuk menyiapkan anak usia dini agar matang memasuki jenjang sekolah berikutnya. Afzan Arslan Djunaid mendorong seluruh lembaga pendidikan di daerah agar segera meningkatkan kualitas pendidikan secara komprehensif. "Tidak hanya dari segi sarana dan pembelajaran saja tetapi juga menyangkut kesejahteraan pendidik. Melalui program wajib belajar 13 tahun ini, kami ingin pendidikan di daerah ini semakin berkualitas dan kesejahteraan guru juga lebih diperhatikan," katanya.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!