Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Abu Vulkanik di Gletser Swiss Jadi Bukti

📅 Selasa, 16 Sep 2025, 07:58 WIB | Oleh:
Abu Vulkanik di Gletser Swiss Jadi Bukti Doc: EMMANUEL DUNAND / AFP
Ket. Asap dan abu mengepul dari gunung berapi Eyjafjallajökull dekat Hvolsvöllur, Islandia.

SEJARAWAN abad pertengahan Michael McCormick mengungkapkan tahun 536 masehi merupakan tahun terburuk dalam sejarah manusia. Tahun ini mengalahkan tahun 1349, ketika Wabah Hitam memusnahkan separuh Eropa.  Bukan tahun 1918, ketika flu Spanyol menewaskan 50 juta hingga 100 juta orang, sebagian besar dewasa muda.

Di Eropa, “Itu adalah awal dari salah satu periode terburuk untuk hidup, jika bukan tahun terburuk,” kata McCormick, seorang sejarawan dan arkeolog yang memimpin Prakarsa Universitas Harvard untuk Ilmu Pengetahuan Masa Lalu Manusia.

Kabut misterius menyelimuti Eropa, Timur Tengah, dan sebagian Asia dalam kegelapan, siang dan malam selama 18 bulan. “Karena matahari memancarkan cahayanya tanpa kecerahan, seperti bulan, sepanjang tahun,” tulis sejarawan Bizantium Procopius.

Suhu pada musim panas tahun 536 turun 1,5 hingga 2,5 derjat Celcius, mengawali dekade terdingin dalam 2300 tahun terakhir. Salju turun pada musim panas itu di Tiongkok; panen gagal; orang-orang kelaparan. Kronik Irlandia mencatat “kegagalan roti dari tahun 536–539.

“Kemudian, pada tahun 541, wabah pes melanda pelabuhan Romawi Pelusium, di Mesir. Apa yang kemudian disebut Wabah Justinian menyebar dengan cepat, memusnahkan sepertiga hingga setengah populasi Kekaisaran Romawi Timur dan mempercepat keruntuhannya,” kata McCormick dikutip dari Science.org.

Para sejarawan telah lama mengetahui bahwa pertengahan abad keenam adalah masa gelap dalam apa yang dulu disebut Abad Kegelapan, tetapi sumber awan misterius itu telah lama menjadi teka-teki. Kini, analisis ultrapresisi es dari gletser Swiss oleh tim yang dipimpin oleh McCormick dan ahli glasiologi Paul Mayewski di Institut Perubahan Iklim Universitas Maine (UM) di Orono telah menemukan penyebabnya.

Dalam sebuah lokakarya di Harvard pada bulan November 2018, tim tersebut melaporkan bahwa letusan gunung berapi dahsyat di Islandia memuntahkan abu ke seluruh Belahan Bumi Utara pada awal tahun 536. Dua letusan dahsyat lainnya menyusul, pada tahun 540 dan 547.

Ketika gunung berapi meletus, ia memuntahkan sulfur, bismut, dan zat-zat lain ke atmosfer, yang kemudian membentuk selubung aerosol yang memantulkan cahaya matahari kembali ke angkasa, mendinginkan planet ini.

Mayewski dan tim interdisiplinernya memutuskan untuk mencari letusan yang sama pada inti es yang dibor pada tahun 2013 di Gletser Colle Gnifetti di Pegunungan Alpen Swiss. Inti sepanjang 72 meter ini menyimpan lebih dari 2000 tahun dampak letusan gunung berapi, badai debu Sahara, dan aktivitas manusia tepat di pusat Eropa. hay

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
Advertisement
gaia musik festival

Perubahan Cuaca Benarkah Dapat Mengakibatkan Infeksi?

33 menit yang lalu | Aloysius Widiyatmaka

Rona
Perubahan Cuaca Benarkah Da...
Megapolitan
Pembangunan SDM dan Pengemb...

Pantai Harus Tampak Indah, tak Boleh Kumuh

41 menit yang lalu | Aloysius Widiyatmaka

Daerah
Pantai Harus Tampak Indah, ...
Megapolitan
Hadapi Musim Kemarau Panjan...

Kamar Kos Jadi Lokasi Rekonstruksi Kasus Pembunuhan Mahasiswi

51 menit yang lalu | Aloysius Widiyatmaka

Daerah
Kamar Kos Jadi Lokasi Rekon...

Dua Petenis Terus Bersaing Menuju Nomor Satu Dunia

56 menit yang lalu | Aloysius Widiyatmaka

Olahraga
Dua Petenis Terus Bersaing ...
Olahraga
Indonesia Turun Full Team B...
Megapolitan
Kapal Kandas karena Air Sur...

Pengembangan Produksi Tebu Terus Digencarkan

1 jam lalu | Aloysius Widiyatmaka

Daerah
Pengembangan Produksi Tebu ...
Megapolitan
Kewajiban Warga Menunaikan ...

Piala AFF 2026: Laga Penentu Grup A, Vietnam Tak Punya Pilihan Selain Menang atas Indonesia

Piala AFF 2026: Laga Penentu Grup A, Vietnam Tak Punya Pilihan Selain Menang atas Indonesia

03 Aug 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.