AS dan Tiongkok Hampir Capai Kesepakatan TikTok, Negosiasi Dagang Masih Berlanjut di Madrid
📅 Senin, 15 Sep 2025, 18:15 WIB | Oleh: Paundra Zakirulloh
Doc: Reuters
JAKARTA — Amerika Serikat dan Tiongkok dilaporkan hampir mencapai kesepakatan terkait aplikasi video pendek TikTok dalam pembicaraan dagang yang berlangsung di Madrid. Menteri Keuangan AS Scott Bessent mengatakan perundingan hari kedua berjalan positif meskipun tantangan besar masih menghadang, terutama soal tarif dan keamanan nasional.
Bessent menegaskan bahwa meski kesepakatan mengenai divestasi TikTok belum tercapai, hubungan kedua negara tidak akan terpengaruh secara signifikan. “Hal ini masih sangat baik di tingkat tertinggi,” ujarnya dalam konferensi pers bersama Perwakilan Dagang AS Jamieson Greer.
Putaran negosiasi kali ini merupakan yang keempat dalam empat bulan terakhir dan digelar di Palacio de Santa Cruz, kantor Kementerian Luar Negeri Spanyol. Pada hari pertama, pertemuan berlangsung selama enam jam tanpa terobosan berarti, meski kedua pihak mengklaim ada kemajuan dalam rincian teknis.
Menurut Bessent, delegasi Tiongkok mengajukan permintaan agresif yang sulit dipenuhi tanpa mengorbankan kepentingan keamanan nasional AS. “Kita tidak mau mengorbankan keamanan nasional demi aplikasi media sosial,” tegasnya.
Greer menambahkan bahwa isu TikTok tidak bisa dipisahkan dari persoalan lain, termasuk tarif impor dan kebijakan perdagangan yang sudah diberlakukan sejak pemerintahan sebelumnya. “Dari perspektif Tiongkok, mereka memandang berbagai hal sebagai bagian tak terpisahkan dari potensi kesepakatan TikTok, baik itu tarif maupun langkah-langkah lain yang telah diambil selama bertahun-tahun,” jelasnya.
Sebaiknya Anda baca juga:
Namun, Greer menekankan bahwa AS tidak berada pada posisi untuk mencabut begitu saja semua tindakan perdagangan yang telah diberlakukan. Negosiasi masih diperlukan untuk menemukan kesepahaman yang bisa diterima kedua pihak.
Sejak Mei 2025, delegasi yang dipimpin Bessent dan Wakil Perdana Menteri Tiongkok He Lifeng telah bertemu di sejumlah kota Eropa untuk mencari jalan keluar dari konflik dagang. Sebelumnya, di Stockholm pada Juli, kedua negara sepakat memperpanjang gencatan senjata perdagangan selama 90 hari, yang sempat menurunkan tarif pembalasan tiga digit dan memulihkan ekspor tanah jarang dari Tiongkok ke AS.
Meskipun demikian, para analis menilai peluang tercapainya terobosan besar di Madrid masih rendah. Batas waktu divestasi TikTok oleh perusahaan induknya, ByteDance, jatuh pada 17 September. Jika tidak ada kesepakatan, aplikasi tersebut bisa menghadapi ancaman penutupan di AS.
Sebaiknya Anda baca juga:
“Saya tidak mengharapkan adanya perkembangan substansial kecuali ada pertemuan empat mata antara Trump dan Xi,” ujar William Reinsch, penasihat senior di Center for Strategic and International Studies (CSIS). Ia menilai perundingan saat ini lebih sebagai upaya mengukur posisi masing-masing pihak menjelang kemungkinan pertemuan puncak.
Trump sendiri telah berulang kali menyatakan minatnya untuk bertemu Presiden Tiongkok Xi Jinping. Namun, Beijing disebut enggan menyetujui pertemuan tersebut sebelum ada kepastian terkait hasil negosiasi, khususnya soal kontrol ekspor chip dan barang teknologi tinggi asal AS.
Kedutaan Besar Tiongkok di Madrid menyebutkan kemungkinan akan digelar konferensi pers penutup pada Senin sore. Hal ini memberi sinyal bahwa pembicaraan dagang antara AS dan Tiongkok dapat segera mencapai tahap akhir.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!