Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

PM Albania Angkat Menteri AI Pertama di Dunia, Bukan Manusia tapi Bot yang akan Memberantas Korupsi

📅 Minggu, 14 Sep 2025, 10:31 WIB | Oleh:

Diella sudah bekerja di Albania bahkan sebelum "penunjukan" pemerintah. Karier pertamanya adalah sebagai asisten virtual bertenaga AI, yang memandu para pelamar melalui proses pengurusan dokumen resmi.

Edi Rama memenangkan masa jabatan keempatnya sebagaia perdana menteri pada bulan Mei dan memperkenalkan kabinetnya pada hari Kamis

Rama membanggakan Diella telah "membantu lebih dari satu juta aplikasi" di platform e-Albania. Namun, visinya tentang peran AI dalam pemerintahan jauh lebih besar daripada sekadar chatbot.

Ia berbicara tentang "melompati" negara-negara yang lebih besar dan lebih maju, yang masih terkunci dalam "cara kerja tradisional".

Reaksi terhadap peran baru Diella tentu saja beragam. Partai oposisi Demokrat menyebut inisiatif itu "konyol" dan "inkonstitusional".

Namun ada pula yang bersikap optimistis namun hati-hati.

Pendiri perusahaan jasa keuangan Balkans Capital, Aneida Bajraktari Bicja, mencatat, Edi Rama "sering kali mencampuradukkan reformasi dengan sandiwara, sehingga wajar jika orang bertanya-tanya apakah ini simbolisme". Namun, ia mengatakan bahwa "'Menteri AI' bisa menjadi konstruktif jika dikembangkan menjadi sistem nyata yang meningkatkan transparansi dan kepercayaan dalam pengadaan publik".

Para ahli antikorupsi juga telah mencatat potensi penggunaan AI untuk meminimalkan korupsi.

"AI masih merupakan alat baru – tetapi jika diprogram dengan benar, saat Anda mengajukan penawaran secara daring, Anda dapat melihat dengan jelas dan lebih dekat apakah suatu perusahaan memenuhi persyaratan dan kriteria," kata Dr. Andi Hoxhaj dari King's College London, seorang spesialis di Balkan Barat, korupsi, dan supremasi hukum.

Ia yakin kemajuan pesat Albania dalam perundingan aksesi UE dan dorongan dari Brussels untuk menyelesaikan perundingan pada tahun 2027 berarti bahwa negara tersebut memiliki insentif yang kuat untuk memberantas korupsi.

"Banyak yang dipertaruhkan," ujarnya. "Prasyarat utama dari Uni Eropa adalah memberantas korupsi. Jika [Diella] merupakan kendaraan atau mekanisme yang dapat digunakan untuk mencapai tujuan tersebut, hal itu layak untuk dikaji."

Edi Rama tidak menyangkal adanya unsur publisitas dalam lelucon terbarunya. Namun, ia menegaskan bahwa ada maksud serius di balik presentasi yang jenaka tersebut.

"Hal ini memberi tekanan pada anggota kabinet dan lembaga nasional lainnya untuk bertindak dan berpikir berbeda. Inilah keuntungan terbesar yang saya harapkan dari menteri ini," ujarnya.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • FIFA Asean Cup 2026: Sembilan Gol Antarkan Indonesia ke Final, Thailand Menanti
    Laga ini adalah salahsatu pertandingan bola paling menegangkan ...
  • Pembalakan Liar di TN Berbak-Sembilang Terbongkar, Ratusan Kayu dan Rel 1 Km Dimusnahkan.
    Pecuri kayu sampai membangun rel? Ini sih terang2an ...
  • Dagelan Tak Mutu Lapas Cibinong, Bisa Bangun 10 Rumah Sultan, tak Ada Anggaran Beli CCTV Rp200.000  
    Aparat dan pejabat di negeri ini makin terang2an ...
  • MSI Apresiasi Menteri Pertanian Amran Sulaiman Terkait Penghentian Impor Singkong
    Sangat menginspirasi melihat bagaimana kebijakan tegas menyetop impor ...
  • Kebangkitan UMKM dan Penetrasi E-Commerce jadi Katalisator Pertumbuhan Industri Percetakan di Indonesia
    ehadiran platform pameran B2B bertaraf internasional seperti ALLPrint ...
Advertisement
Inacraft Detail Sidebar

Belajar merangkai kain batik di Semarang

31 menit yang lalu | Wahyu AP

Daerah
Belajar merangkai kain bati...
Ekonomi
Digitalisasi ekonomi melalu...
Advertisement
FIFA Harus Menyelediki Sepak Bola Gajah yang Dimainkan Singapura dan Malaysia

FIFA Harus Menyelediki Sepak Bola Gajah yang Dimainkan Singapura dan Malaysia

03 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.