Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

33 Lokasi di NTB Masih Terjebak 'Blank Spot' Era Digital

📅 Jumat, 12 Sep 2025, 02:30 WIB | Oleh: Tim Penulis
33 Lokasi di NTB Masih Terjebak 'Blank Spot' Era Digital Doc: Antara
Ket. Kepala Diskominfotik NTB Yusron Hadi saat diwawancarai awak media di Kantor Gubernur NTB, Mataram, Nusa Tenggara Barat.

Mataram - Dinas Komunikasi Informasi dan Statistik Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) menyebut hingga saat ini 33 lokasi di daerah itu masih mengalami blank spot yang membuat kawasan itu tidak memiliki akses internet untuk komunikasi dan informasi.

"Pantauan kami saat ini ternyata ada sekitar 33 lokasi yang masih menjadi area blank spot pada tahun 2025," kata Kepala Dinas Komunikasi Informasi dan Statistik (Diskominfotik) NTB Yusron Hadi di Mataram, Kamis (11/9).

Ia mengatakan daerah yang mengalami blank spot, yakni Lombok Barat tiga lokasi, Lombok Utara (7), Dompu (9), Bima (9), dan Sumbawa (5).

Daerah yang bebas dari blank spot di Nusa Tenggara Barat, yakni Kota Mataram, Kota Bima, Lombok Tengah, Lombok Timur, dan Sumbawa Barat.

Ia juga menyebut bahwa NTB masih memiliki 124 kawasan lemah sinyal, yang didominasi Lombok Utara 40 lokasi, Lombok Tengah (5), Lombok Timur (8), Lombok Barat (3), Sumbawa Barat (15), Sumbawa (12), Dompu (16), Kota Bima (5), dan Bima (20).

Kota Mataram sebagai ibu kota provinsi, ujarnya, satu-satunya daerah di NTB yang tidak ada kawasan lemah sinyal.

Deputi Bidang Koordinasi Komunikasi dan Informasi Kemenko Polhukam Ekodono Indarto menyampaikan NTB memiliki peran strategis sebagai penghubung kawasan timur dengan tengah Indonesia, sehingga konektivitas internet menjadi hal utama.

Dia menjelaskan konektivitas internet yang memadai melalui kolaborasi berbagai pihak dapat membuat anak-anak di NTB belajar secara daring dengan kualitas internet yang kencang.

Bahkan, para nelayan tidak perlu bersusah payah menjual hasil tangkapan karena bisa menjajakan ikan melalui platform digital menjangkau pasar domestik hingga global.

"Kami berharap NTB harus tampil sebagai ikon transformasi digital dan pemerataan konektivitas digital di Indonesia bagian tengah," demikian Ekodono.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Pasar Eropa Terbuka Lewat IEU-CEPA, Industri Tekstil Indonesia Punya Peluang Baru
    Artikel yang sangat mencerahkan. Sepakat dengan pandangan Kadin ...
  • Produksi Kapal Baru RI Melonjak 251 Persen, Menperin: Negara Maritim Jangan Kalah di Laut Sendiri
    Menanggapi lonjakan produksi kapal baru hingga 251 persen ...
  • Bidik Transformasi Industri Indonesia, Danantara Gelar Forum Teknologi dan Investasi Global
    Fokus Danantara pada industrialisasi inovasi dalam forum DTIIF ...
  • Produksi Dipangkas 50 Persen, Industri Keramik Terancam Lumpuh Gara-Gara Gas!
    Membaca kondisi industri keramik yang terpaksa memangkas kapasitas ...
  • Gelombang Tsunami Setinggi 18 Meter Mengancam Pantai Selatan Kebumen
    Membayangkannya saja sudah bikin takut. Apalagi ada keluarga ...
Advertisement
Homedec Detail Sidebar
pasang iklan di koran jakarta
pasang iklan di koran jakarta
Advertisement
Jangan Lupa Catat Tanggalnya! CFD Sudirman-Thamrin Ditiadakan, Jaksel Adakan di Jalan Iskandar Muda

Jangan Lupa Catat Tanggalnya! CFD Sudirman-Thamrin Ditiadakan, Jaksel Adakan di Jalan Iskandar Muda

22 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.