Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

NTB Diguyur Hujan Seharian, BMKG Beberkan Faktor Utama Penyebabnya

📅 Selasa, 09 Sep 2025, 21:40 WIB | Oleh:
NTB Diguyur Hujan Seharian, BMKG Beberkan Faktor Utama Penyebabnya Doc: ANTARA/Akhyar Rosidi
Ket. Ilustrasi - Pengendara motor saat melintas ketika terjadi hujan di wilayah NTB, Minggu (2/3).

MATARAM - Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengungkap tiga faktor utama penyebab hujan awet yang mengguyur Nusa Tenggara Barat (NTB) sejak 8 September 2025. Fenomena atmosfer Rossby, kelembapan tinggi, hingga labilitas udara disebut menjadi pemicu hujan lebat berhari-hari.

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengungkapkan ada tiga faktor utama pemicu hujan awet yang mengguyur sebagian besar wilayah Nusa Tenggara Barat (NTB) dari malam hingga sore hari.

"Faktor pertama akibat gelombang atmosfer Equatorial Rossby yang aktif di Nusa Tenggara Barat," kata Kepala Stasiun Meteorologi Zainuddin Abdul Madjid (ZAM) Satria Topan Primadi dalam keterangan di Mataram, Selasa.

Sejak 8-9 September 2025, hujan sedang hingga lebat mengguyur dalam durasi lama di sebagian besar wilayah Nusa Tenggara Barat.

Gelombang Rossby Ekuator aktif merupakan fenomena atmosfer di kawasan khatulistiwa yang bergerak ke barat. Fenomena yang terbentuk akibat rotasi bumi dan pengaruh gaya Coriolis tersebut bisa memicu pertumbuhan awan hujan, serta mempengaruhi intensitas hujan.

Satria menyampaikan faktor kedua pemicu hujan awet di Nusa Tenggara Barat adalah kelembapan udara cenderung basah dari lapisan 850 milibar hingga 700 milibar dengan nilai 70 sampai 90 persen.

Saat kelembapan udara yang tinggi membuat awan lebih mudah terbentuk dari uap air yang mengembun, sehingga menyebabkan hujan.

"Faktor ketiga labilitas atmosfer kuat yang mendukung proses konvektif pada skala lokal diamati di Nusa Tenggara Barat," ujar Satria.

Pada 9 September 2025, hujan sedang hingga lebat berpotensi terjadi di Kota Mataram, Lombok Barat, Lombok Utara, Lombok Tengah, Lombok Timur, Sumbawa Barat, Sumbawa, Dompu, Kabupaten Bima, dan Kota Bima.

Kemudian keesokan hari pada 10 September 2025, BMKG memprakirakan hujan sedang hingga lebat juga terjadi di seluruh kabupaten dan kota di Nusa Tenggara Barat.

Adapun prospek cuaca 11 September 2025 diprakirakan seluruh wilayah Nusa Tenggara Barat berpotensi mengalami hujan ringan hingga sedang.

BMKG mengimbau pihak-pihak terkait untuk memastikan kapasitas infrastruktur dan sistem tata kelola sumber daya air siap untuk mengantisipasi peningkatan curah hujan.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Industri Akomodasi Melaju Kencang, Efek Berganda Pariwisata Dinanti
    Membaca data penyerapan tenaga kerja hingga hampir 26 ...
  • Pasar Eropa Terbuka Lewat IEU-CEPA, Industri Tekstil Indonesia Punya Peluang Baru
    Artikel yang sangat mencerahkan. Sepakat dengan pandangan Kadin ...
  • Produksi Kapal Baru RI Melonjak 251 Persen, Menperin: Negara Maritim Jangan Kalah di Laut Sendiri
    Menanggapi lonjakan produksi kapal baru hingga 251 persen ...
  • Bidik Transformasi Industri Indonesia, Danantara Gelar Forum Teknologi dan Investasi Global
    Fokus Danantara pada industrialisasi inovasi dalam forum DTIIF ...
  • Produksi Dipangkas 50 Persen, Industri Keramik Terancam Lumpuh Gara-Gara Gas!
    Membaca kondisi industri keramik yang terpaksa memangkas kapasitas ...
Advertisement
Homedec Detail Sidebar
pasang iklan di koran jakarta
Luar Negeri
Korsel Usulkan Dialog Milit...
Megapolitan
DKI Jakarta Benahi Kabel Se...

Arema FC Mengikuti Langkah PSIM, Memecat Pelatih

1 jam lalu | Aloysius Widiyatmaka

Olahraga
Arema FC Mengikuti Langkah ...
pasang iklan di koran jakarta
Advertisement
Sabet 14 Medali Sehari, Indonesia Makin Kokoh di 9 Besar Asian Para Games 2026

Sabet 14 Medali Sehari, Indonesia Makin Kokoh di 9 Besar Asian Para Games 2026

23 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.