Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

BI Optimalkan Program Patua untuk Tekan Inflasi Lewat Peningkatan Produksi Petani Sulut.

📅 Minggu, 02 Agu 2026, 12:18 WIB | Oleh:
BI Optimalkan Program Patua untuk Tekan Inflasi Lewat Peningkatan Produksi Petani Sulut. Doc: Antara Foto
Ket. Kepala BI Perwakilan Sulut Joko Supratikto, di Manado.

Petani Unggulan Sulawesi Utara (Patua) Bank Indonesia (BI) membantu tingkatkan produksi komoditas penyumbang inflasi di Provinsi Sulawesi Utara (Sulut).

"Bank Indonesia turut berpartisipasi melalui program pelatihan untuk membentuk Patua untuk mendukung peningkatan produksi di sisi hulu," kata Kepala BI Perwakilan Sulut Joko Supratikto, di Manado, Minggu.

Joko mengatakan fokus utama Patua BI yakni mendukung ketersediaan pasokan pangan, pengendalian inflasi daerah, serta praktik pengelolaan pertanian dari hulu ke hilir.

BI, katanya, memberikan pelatihan teknis pertanian, pendampingan lapangan, pengelolaan lahan, pemupukan, hingga pengendalian hama dan akses pasar.

Hingga saat ini telah terdapat 84 Patua yang tersebar di seluruh kabupaten dan kota di Sulut.

Ia mengatakan, BI melakukan inisiatif pendampingan dan pemberdayaan petani komoditas hortikultura pangan, seperti cabai dan bawang merah, untuk meningkatkan produktivitas, ekonomi daerah, dan kemandirian usaha.

Joko menjelaskan Inflasi Sulut pada pertengahan 2026 mencatat inflasi tahun berjalan (year to date) hingga Juni 2026 sebesar 4,48 persen, yang didorong oleh inflasi bulanan Juni 2026 sebesar 2,12 persen (mtm) dan inflasi tahunan (yoy) sebesar 3,83 persen.

TPID Sulut dan kabupaten dan kota terus memperkuat pengendalian inflasi, khususnya pada komoditas kelompok barito yakni bawang, rica/cabai, dan tomat, dalam kerangka 4K yaitu keterjangkauan harga, ketersediaan pasokan, kelancaran distribusi dan komunikasi efektif.

Dalam jangka pendek, upaya TPID dilakukan melalui pelaksanaan Gerakan Pangan Murah dan Operasi Pasar guna menjaga keterjangkauan harga.

Sementara itu, dalam jangka menengah-panjang melalui peningkatan produktivitas komoditas penyumbang inflasi, Kerjasama Antar Daerah (KAD).

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • FIFA Asean Cup 2026: Sembilan Gol Antarkan Indonesia ke Final, Thailand Menanti
    Laga ini adalah salahsatu pertandingan bola paling menegangkan ...
  • Pembalakan Liar di TN Berbak-Sembilang Terbongkar, Ratusan Kayu dan Rel 1 Km Dimusnahkan.
    Pecuri kayu sampai membangun rel? Ini sih terang2an ...
  • Dagelan Tak Mutu Lapas Cibinong, Bisa Bangun 10 Rumah Sultan, tak Ada Anggaran Beli CCTV Rp200.000  
    Aparat dan pejabat di negeri ini makin terang2an ...
  • MSI Apresiasi Menteri Pertanian Amran Sulaiman Terkait Penghentian Impor Singkong
    Sangat menginspirasi melihat bagaimana kebijakan tegas menyetop impor ...
  • Kebangkitan UMKM dan Penetrasi E-Commerce jadi Katalisator Pertumbuhan Industri Percetakan di Indonesia
    ehadiran platform pameran B2B bertaraf internasional seperti ALLPrint ...
Advertisement
Inacraft Detail Sidebar
Wisata
Prosesi adat kansoda'a di W...
Advertisement
FIFA Harus Menyelediki Sepak Bola Gajah yang Dimainkan Singapura dan Malaysia

FIFA Harus Menyelediki Sepak Bola Gajah yang Dimainkan Singapura dan Malaysia

03 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.