Angka Kematian Ibu & Bayi Masih Tinggi, Kaltim Luncurkan Program Darurat Kesehatan
📅 Selasa, 09 Sep 2025, 20:25 WIB | Oleh: Alfred
Doc: ANTARA/Ahmad Rifandi
SAMARINDA - Dinas Kesehatan Kalimantan Timur (Dinkes Kaltim) memperkuat kapasitas tenaga medis atau sumber daya manusia (SDM) kesehatan dalam menangani kegawatdaruratan persalinan. Langkah ini ditempuh untuk menekan angka kematian ibu dan bayi yang masih tinggi di daerah tersebut.
"Kesehatan ibu dan anak menjadi salah satu indikator utama keberhasilan pembangunan kesehatan di suatu daerah," kata Kepala Dinas Kesehatan Kaltim Jaya Mualimin di Samarinda, Selasa.
Menurutnya, angka kematian ibu (AKI) dan angka kematian bayi (AKB) bukanlah sekadar data statistik.
Angka-angka tersebut merupakan cerminan dari kualitas pelayanan kesehatan dasar, kesiapan sistem rujukan, serta kepedulian bersama dalam melindungi kehidupan ibu dan anak.
Secara nasional, Indonesia masih menghadapi tantangan besar terkait kesehatan ibu dan anak.
Sebaiknya Anda baca juga:
Berdasarkan data Survei Kesehatan Indonesia (SKI), angka kematian ibu di Indonesia masih berada di kisaran 189 per 100.000 kelahiran hidup.
Sementara itu, angka kematian neonatal tercatat sekitar 12 per 1.000 kelahiran hidup.
Jaya menyatakan meskipun sudah terjadi penurunan dari periode sebelumnya, angka tersebut masih jauh dari target yang ditetapkan secara nasional maupun global.
Sebaiknya Anda baca juga:
Kalimantan Timur, dengan karakteristik geografis yang luas, menghadapi persoalan yang sama.
Tantangan di provinsi ini meliputi aspek transportasi dan distribusi tenaga kesehatan yang belum merata.
Kasus perdarahan pascapersalinan, hipertensi dalam kehamilan, sepsi, dan komplikasi persalinan masih menjadi penyebab utama kematian ibu di daerah ini.
Untuk bayi baru lahir, penyebab kematian yang masih dominan adalah asfiksia, kelahiran prematur, dan infeksi neonatal.
Oleh karena itu, program Training of Trainer (TOT) Kegawatdaruratan Maternal dan Neonatal baru tadi dinilai menjadi langkah yang strategis.
Program tersebut merupakan sebuah upaya penguatan sistem kesehatan melalui peningkatan kapasitas SDM, khususnya tenaga kesehatan di lini terdepan.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!