Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Ancaman Gubernur Kaltim: Tambang Bakal Dihentikan Akibat Rusaknya Jalan Nasional

📅 Senin, 08 Sep 2025, 04:00 WIB | Oleh: Tim Penulis
Ancaman Gubernur Kaltim: Tambang Bakal Dihentikan Akibat Rusaknya Jalan Nasional Doc: Antara
Ket. Gubernur Provinsi Kalimantan Timur Rudy Mas'ud bersama rombongan meninjau langsung kondisi jalan rusak parah di Crossing 4 Sangatta-Bengalon, Kutai Timur yang berstatus jalan nasional. jalan tersebut diduga untuk melintas alat berat perusahaan tambang.

Kutai Timur - Gubernur Provinsi Kalimantan Timur Rudy Mas'ud memberikan ancaman menghentikan kegiatan perusahaan pertambangan yang beroperasi di wilayah Kabupaten Kutai Timur, karena terjadinya kerusakan parah jalan nasional yang menjadi akses distribusi logistik lintas wilayah.

Gubernur Rudy Mas'ud di Kutai Timur, Minggu (7/9), melakukan tinjauan langsung beberapa titik pada jalur Sangatta-Bengalon yang sudah hampir putus. Kondisi ini tentu sangat berbahaya dan akan sangat merugikan masyarakat jika tidak segera dilakukan perbaikan dan pengalihan jalan baru.

"Saya lihat bukan rawan lagi, tapi sudah putus sebelah. Tinggal sebelah saja lagi jalannya," ucapnya saat melakukan kunjungan kerja ke wilayah utara Kaltim seperti Kabupaten Kutai Timur dan Berau bersama sejumlah kepala dinas Provinsi dan DPRD Kaltim.

Temuan jalan rusak parah, tepatnya berada di Crossing 4 Sangatta-Bengalon, Gubernur Rudy menghentikan laju kendaraan dan tampak marah saat melihat jalur Provinsi tersebut rusak parah akibat kegiatan tambang.

"Bapak tahu dampak sosialnya kalau sampai jalan ini putus," kata Gubernur Rudy Mas'ud kepada manajemen PT KPC yang ikut mendampingi.

Selain menjadi satu-satunya akses yang menghubungkan Sangatta dan Bengalon atau akses ke wilayah utara, jalan ini menjadi jalur utama transportasi logistik masyarakat.

Jika jalur yang hanya tinggal sebelah itu juga putus kata Gubernur, maka semua akses Sanggata-Bengalon akan putus. Bukan hanya masyarakat yang akan merugi karena logistik tak bisa dikirim, para pekerja juga tidak bisa melintas. Akan banyak kerugian yang ditimbulkan dan tentu memberi dampak sosial yang sangat dirugikan.

"Bapak lihat saja yang lewat ini. Eksavatornya saja sudah 21 ton, belum yang mengangkut. Jalan yang dilewati hanya sebelah. Apa tidak cepat putus Pak?" ungkapnya lagi.

Karena itu, Gubernur mengingatkan agar PT KPC melakukan koordinasi yang lebih serius lagi dengan jajaran Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional (BBPJN) Kalimantan Timur untuk segera memperbaiki. Pasalnya jalur itu merupakan jalan nasional (APBN) dan rusak karena aktivitas KPC.

"Kalau dalam waktu dekat tidak ada tindak lanjutnya, maka kami minta kegiatan tambang PT KPC kita hentikan. Sampai jalannya dibenahi," tegas Gubernur.

Sementara itu, GM ESD PT KPC Wawan Setiawan mengatakan, pihaknya terus berkoordinasi dengan BBPJN untuk penanganan jalur Sangatta-Bengalon ini.

"Memang ada ruas jalan yang masih perlu kami koordinasikan dengan BBPJN. Perbaikan sebelumnya sudah kami lakukan di beberapa titik," ujar Wawan.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Peringkat FIFA Melesat, Timnas Indonesia Dipastikan Lolos Langsung ke Putaran Kedua Kualifikasi Piala Dunia 2030
    Masa depan timnas kita sepertinya makin cerah, sangat ...
  • Kolaborasi Industri dan Akademisi Diperkuat, Seequent Dorong Kapasitas Geosains Indonesia
    How can collaboration between industry and academic institutions ...
  • Mengapa Tak Banyak Mahasiswa Asing yang Mau Kuliah di Indonesia?
    What factors might discourage international students from pursuing ...
  • Sangat Memprihatinkan Rumah Dinas TNI untuk Judol, Pelaku Kini Ditahan
    oknum2 begini ini yg bikin citra loreng jadi ...
  • Bahlil Pasang Rem Industri Nikel, Smelter Setengah Jadi Bisa Dimoratorium
    Langkah moratorium smelter setengah jadi ini memang sudah ...
Advertisement
Saldo Tabungan Masyarakat Menyusut, Fenomena “Mantab” Jadi Sorotan

Saldo Tabungan Masyarakat Menyusut, Fenomena “Mantab” Jadi Sorotan

10 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.