Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Russia Serang Gedung Utama Pemerintah Ukraina untuk Pertama Kalinya

📅 Minggu, 07 Sep 2025, 15:40 WIB | Oleh:
Russia Serang Gedung Utama Pemerintah Ukraina untuk Pertama Kalinya Doc: BBC
Ket. Kepulan asap mengepul dari gedung kabinet menteri dalam foto yang dibagikan di media sosial oleh presiden Ukraina pada hari Minggu.

KYIV - Sebuah gedung pemerintah utama di ibukota Ukraina, Kyiv, rusak akibat serangan pesawat tak berawak Russia, Minggu (7/9), untuk pertama kalinya dalam perang.

Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky mengatakan di X, serangan tersebut merusak gedung Kabinet Menteri, yang mengakibatkan kebakaran di lantai atas. Gedung tersebut merupakan kantor para menteri Ukraina.

"Untuk pertama kalinya, gedung pemerintahan rusak akibat serangan musuh, termasuk atap dan lantai atasnya," tulis Perdana Menteri Ukraina Yulia Svyrydenko dalam sebuah postingan di Telegram, Minggu (7/9).

Seorang juru bicara angkatan udara Ukraina mengatakan kepada The Associated Press bahwa serangan hari Minggu adalah serangan pesawat tak berawak Russia terbesar sejak dimulainya invasi skala penuh ke Ukraina.

Dalam tanggapan pertamanya terhadap serangan Russia semalam, Zelensky telah mendesak sekutu untuk "melaksanakan semua yang disepakati di Paris".

Menulis di Telegram, Zelensky mengatakan Ukraina diserang oleh "lebih dari 800 pesawat tak berawak, 13 rudal, empat di antaranya balistik".

Mengutip laporan, seorang perempuan berusia 32 tahun dan anaknya yang berusia dua bulan terbunuh di Kyiv, Zelensky mengatakan: "Pembunuhan seperti itu sekarang, ketika diplomasi sesungguhnya bisa dimulai sejak lama, merupakan kejahatan yang disengaja dan perpanjangan perang".

Dan, setelah apa yang disebut "koalisi yang bersedia" bertemu di Paris minggu ini untuk pembicaraan lebih lanjut mengenai jaminan keamanan bagi Ukraina, Zelensky mendesak sekutu untuk "melaksanakan semua yang telah disepakati".

Seperti yang dilaporkan sebelumnya, Presiden Russia Vladimir Putin menolak saran sekutu mengirim "pasukan penenang" ke Ukraina setelah gencatan senjata disepakati dengan Russia.

"Dunia dapat memaksa para penjahat Kremlin untuk berhenti membunuh, yang dibutuhkan hanyalah kemauan politik," tulisnya.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Industri Plastik RI Mulai Oleng! Produk China Banjir, Pabrik Mulai Kurangi Jam Kerja
    Artikel ini menyoroti akar masalah secara berimbang, di ...
  • ExxonMobil Dorong Efisiensi Operasional Tambang Melalui Teknologi Pelumasan
    Ulasan ini sangat membuka wawasan mengenai pentingnya pergeseran ...
  • Direksi OpenAI Peringatkan Industri Belum Siap Cegah Kehilangan Kendali Atas Kecerdasan Buatan
    Meskipun narasi tentang agen AI yang lepas kendali ...
  • Jamin Mutu MBG, Kemenperin Kawal Penerapan SNI Wajib Food Tray
    Langkah proaktif Kementerian Perindustrian dalam mewajibkan SNI untuk ...
  • Jangan Main-main! Kawasan Industri Diminta Tuntaskan Seluruh Izin
    Langkah proaktif pemerintah pusat dan daerah dalam menata ...
Advertisement
IndoBuildTech Expo Detail Sidebar
Megapolitan
Pemkot Jakut Tertibkan Bang...
Daerah
Penanganan kebakaran di Kaw...
Advertisement
11 Event Jakarta September 2026 Wajib Masuk List, Ada Festival Dessert hingga Konser Musik

11 Event Jakarta September 2026 Wajib Masuk List, Ada Festival Dessert hingga Konser Musik

11 Sep 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.