Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Harga Pakan Terus Bergejolak, Kementan Pasang Strategi Antisipatif

📅 Minggu, 07 Sep 2025, 19:03 WIB | Oleh: Tim Penulis
Harga Pakan Terus Bergejolak, Kementan Pasang Strategi Antisipatif Doc: Antara
Ket. Ilustrasi - Petani memanen jagung yang akan dijadikan bahan baku pakan ternak.

JAKARTA – Menstabilkan harga pakan ternak menjadi aspek krusial dalam menjaga ketahanan pangan nasional, khususnya sektor peternakan.

Fluktuasi harga pakan yang tinggi dapat langsung menekan biaya produksi, menurunkan margin keuntungan peternak, dan pada akhirnya berdampak pada kenaikan harga produk hewani seperti daging, telur, dan susu di tingkat konsumen.

Jika tidak dikendalikan, kondisi ini berpotensi melemahkan daya saing peternak lokal terhadap produk impor.

Stabilisasi harga pakan ternak bukan hanya soal ketersediaan bahan baku, tetapi juga mencakup strategi efisiensi distribusi, insentif produksi lokal, serta dukungan teknologi untuk substitusi bahan impor dengan alternatif dalam negeri.

Dengan demikian, kebijakan yang konsisten dalam mengendalikan harga pakan akan mampu menciptakan ekosistem peternakan yang lebih berkelanjutan, meningkatkan kesejahteraan peternak, dan menjaga stabilitas harga pangan di pasar.

Direktur Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan (Dirjen PKH) Kementerian Pertanian Agung Suganda mengatakan pihaknya telah menyiapkan langkah antisipatif dalam upaya menstabilkan harga pakan ternak demi melindungi peternak di dalam negeri.

"Sejumlah langkah antisipatif sudah disiapkan mulai dari imbauan kepada industri pakan agar tidak menaikkan harga, pemetaan peternak calon penerima cadangan jagung pemerintah, hingga mempertemukan kelompok tani dengan pemasok jagung," kata Agung dalam keterangan di Jakarta, Minggu (7/9).

Menurutnya, ketersediaan jagung untuk pakan ternak kembali menjadi perhatian serius, seiring lonjakan harga di beberapa sentra produksi dalam sebulan terakhir yang berpotensi membebani peternak unggas skala kecil hingga besar.

Kementerian Pertanian langsung melakukan koordinasi lintas kementerian dan lembaga, termasuk Badan Pangan Nasional guna menjaga stabilitas pasokan jagung di tengah meningkatnya kebutuhan pakan unggas.

Upaya ini diperkuat dengan kolaborasi bersama Satgas Pangan untuk memastikan distribusi berjalan lancar serta mencegah praktik penimbunan jagung oleh oknum pengepul maupun pedagang yang merugikan peternak.

Ia menegaskan langkah antisipatif diambil agar pasokan jagung tetap stabil, sehingga biaya produksi pakan tidak melonjak tinggi, dan masyarakat tetap dapat mengakses pangan asal unggas dengan harga yang terjangkau.

Kementan juga melakukan koordinasi intensif dengan pemerintah daerah, asosiasi peternak, dan pelaku usaha untuk merumuskan solusi bersama dalam menghadapi persoalan lonjakan harga jagung di lapangan.

Menurut Kementan, kunci penyelesaian persoalan ini adalah kebersamaan seluruh pihak, baik petani jagung, pelaku usaha pakan, maupun peternak unggas, dalam menjaga kelancaran produksi dan distribusi.

Swasembada pangan yang menjadi perhatian Presiden Prabowo Subianto dan Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman, menurut Agung, hanya dapat terwujud jika seluruh elemen kompak serta berkomitmen menjaga kestabilan harga dan pasokan jagung nasional.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Produksi Tembus 3 Juta Unit, Midea Perkuat Industri Elektronika Nasional
    Langkah ekspansif Midea dalam memperluas fasilitas manufaktur Residential ...
  • Industri Plastik RI Mulai Oleng! Produk China Banjir, Pabrik Mulai Kurangi Jam Kerja
    Artikel ini menyoroti akar masalah secara berimbang, di ...
  • ExxonMobil Dorong Efisiensi Operasional Tambang Melalui Teknologi Pelumasan
    Ulasan ini sangat membuka wawasan mengenai pentingnya pergeseran ...
  • Direksi OpenAI Peringatkan Industri Belum Siap Cegah Kehilangan Kendali Atas Kecerdasan Buatan
    Meskipun narasi tentang agen AI yang lepas kendali ...
  • Jamin Mutu MBG, Kemenperin Kawal Penerapan SNI Wajib Food Tray
    Langkah proaktif Kementerian Perindustrian dalam mewajibkan SNI untuk ...
Advertisement
IndoBuildTech Expo Detail Sidebar
Advertisement
Kapolri Listyo Sigit Hadiri Pameran Nasirun di Galeri Nasional, Apresiasi Seni Budaya Indonesia.

Kapolri Listyo Sigit Hadiri Pameran Nasirun di Galeri Nasional, Apresiasi Seni Budaya Indonesia.

13 Sep 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.