Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Thailand Perlu Dicontoh, Siapkan Wisata Kuliner untuk SEA Games, tak Hanya Siapkan Atlet

📅 Jumat, 05 Sep 2025, 10:33 WIB | Oleh:
Thailand Perlu Dicontoh, Siapkan Wisata Kuliner untuk SEA Games, tak Hanya Siapkan Atlet Doc: ist
Ket. kuliner

BANGKOK – Menjelang SEA Games 2025, tuan rumah Thailand memanfaatkan betul ajang ini untuk wisata kuliner. SEA Games yang berlangsung 9-20 Desember tak hanya menghadirkan persaingan olahraga, tetapi juga menawarkan pengalaman kuliner khas Negeri Gajah Putih bagi para pengunjung.

Dilansir laman resmi SEA Games 2025, Jumat, sejumlah kawasan kuliner populer siap menyambut wisatawan yang datang mendukung kontingen negara masing-masing di tiga klaster yaitu ibu kota Bangkok, Chonburi dan Songkhla. Di Bangkok, tepatnya di Distrik Silom yang dikenal sebagai pusat bisnis modern ternyata juga menyimpan ragam kuliner yang memanjakan lidah.

Di kawasan ini, pengunjung dapat menemukan jajanan populer Ama Bakery yang selalu dipadati antrean, nasi ayam Hainan, som tam atau salad pepaya pedas di Convent Road, hingga deretan restoran Timur Tengah. Lalu untuk klaster Songkhla, pengunjung juga bisa berjalan kaki menyusuri Nang Ngam Road yang sarat sejarah dan arsitektur klasik.

Jalanan yang kerap disebut “Beauty Queen Road” itu menjadi surga kuliner dengan sajian khas seperti roti manis di Roti Nang Ngam 111, es krim Yew yang legendaris, hingga bakpao tradisional di Giat Fang.

Sementara itu, bagi pencinta hidangan laut, Ang Sila di Chonburi menjadi destinasi wajib. Restoran-restoran seafood berjajar di sepanjang garis pantai, menyajikan tangkapan segar dengan latar pemandangan laut yang menawan. SEA Games 2025 merupakan edisi ke-33 dan akan mempertandingkan 50 cabang olahraga dengan 574 nomor pertandingan.

Digitali Wisata

Sedangkan Indonesia masih mengejar digitalisasi wisata. Anggota Komisi VII DPR Novita Hardini menyoroti dua sektor penting yang dinilai harus segera dievaluasi dan diperkuat yaitu pariwisata dan industri manufaktur.

“Digitalisasi pariwisata kita masih tertinggal jauh. Negara lain sudah memanfaatkan platform dengan fitur Artificial Intelligence (AI) untuk promosi dan manajemen wisata, sementara kita belum memiliki rencana terperinci,” kata Novita dalam rapat kerja bersama Menteri Perindustrian dan Menteri Pariwisata di Kompleks Parlemen Senayan, Rabu.

Novita mengatakan tanpa langkah terukur, kedua sektor ini berisiko kehilangan momentum dalam mendorong pertumbuhan ekonomi nasional. Legislator perempuan satu-satunya dari Dapil 7 Jawa Timur itu dalam evaluasinya atas sektor pariwisata, menegaskan bahwa desa wisata Indonesia masih kalah pamor dibandingkan destinasi serupa di Thailand, seperti Chiang Mai. Padahal, desa wisata seharusnya bisa menjadi pilar ekonomi lokal.

Ia mendorong pemerintah mempercepat pembangunan platform digital terintegrasi untuk pariwisata, yang memanfaatkan teknologi AI agar destinasi lokal dapat dikenal luas hingga ke pasar internasional. Sementara pada sektor industri manufaktur, Novita menilai arah pembangunan yang kabur, laporan asal-asalan, serta hambatan infrastruktur dan logistik menjadi musuh utama kemajuan.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
Advertisement
gaia musik festival

Megapolitan
Pengenalan Literasi Braille...

Penanganan Korban KM Mutiara Sentosa II

59 menit yang lalu | Fajar Alim M

Daerah
Penanganan Korban KM Mutiar...

Krisis di FIFA Kian Memanas, Posisi Gianni Infantino Terancam Usai Gagal Jual Hak Komersial Piala Dunia

Krisis di FIFA Kian Memanas, Posisi Gianni Infantino Terancam Usai Gagal Jual Hak Komersial Piala Dunia

05 Aug 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.