Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Perjalanan Satu Abad Orang Asli Papua Mengenyam Pendidikan Dikupas dalam Sinode Gereja Kristen Injili

📅 Jumat, 05 Sep 2025, 16:12 WIB | Oleh:
Perjalanan Satu Abad Orang Asli Papua Mengenyam Pendidikan Dikupas dalam Sinode Gereja Kristen Injili Doc: ant
Ket. orang asli papua

JAYAPURA – Tak terasa ternyata perjalanan orang asli Papua (OAP) dalam mengenyam pendidikan. Sinode Gereja Kristen Injili (GKI) Tanah Papua menyatakan konferensi satu abad peradaban pendidik akan menjadi momentum refleksi perjalanan Orang Asli Papua (OAP) sekaligus merumuskan arah pembangunan pendidikan dan pelayanan gereja menuju masa depan yang lebih baik.

Ketua Sinode GKI Tanah Papua Pendeta Andrikus Mofu dalam jumpa pers di Kantor Sinode GKI Tanah Papua, di Kota Jayapura, Jumat, mengatakan konferensi ini akan digelar pada 9-10 September 2025 di Gedung Serba Guna (GSG) Graha Sara, melibatkan unsur pemerintah, gereja, dan masyarakat adat, guna menyatukan visi dan komitmen menyongsong satu abad peradaban pendidikan OAP.

"Konferensi ini penting sebagai ruang refleksi perjalanan sejarah seratus tahun pendidikan orang Papua, sekaligus menyiapkan langkah bersama dalam menghadapi tantangan pembangunan yang semakin kompleks," katanya.

Menurut Pendeta Andrikus, peristiwa pendidikan Kristen pertama kali berdiri di Bukit Aitumeri, Teluk Wondama pada 25 Desember 1925. Momentum bersejarah itu dipimpin Pendeta Isak Samuel Kijne yang meninggalkan pesan tentang kebangkitan orang Papua.

"Kalimat bersejarah dari Kijne menyebut walaupun lambat, orang Papua suatu saat akan bangkit dan memimpin dirinya sendiri. Pesan itu menjadi landasan penting konferensi ini," ujarnya.

Dia menjelaskan, refleksi satu abad peradaban pendidikan tidak hanya sekadar mengenang sejarah, tetapi juga momentum memperkuat kesadaran kolektif dalam menjawab tantangan kemiskinan, ketertinggalan, serta kesenjangan pendidikan yang masih terjadi.

"Konferensi harus melahirkan komitmen baru agar pembangunan pendidikan, pelayanan gereja, dan kepemimpinan masyarakat adat berjalan seiring dalam meningkatkan kualitas hidup orang Papua," katanya.

Dia menambahkan, kesempatan orang Papua memimpin lembaga pemerintahan, gereja, dan masyarakat adat harus diikuti dengan langkah konkret memperbaiki kualitas pendidikan, kesehatan, dan ekonomi sehingga nilai-nilai peradaban semakin nyata dirasakan.

"Harapan kami, seratus tahun ke depan bukan hanya menggenang sejarah, tetapi juga menghadirkan peradaban baru yang membawa perubahan nyata bagi Orang Asli Papua menuju masa depan yang lebih baik," ujarnya.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google

DPRD Kota Semarang Dukung MPLS Ramah Memperkuat Karakter

42 menit yang lalu | Bambang Wijanarko

Daerah
DPRD Kota Semarang Dukung M...

Pemprov Maluku Luncurkan Budaya Sekolah Aman dan Nyaman

1.5 jam yang lalu | Bambang Wijanarko

Daerah
Pemprov Maluku Luncurkan Bu...

Mari Menciptakan Sekolah yang Nyaman bagi Murid

2 jam lalu | Aloysius Widiyatmaka

Daerah
Mari Menciptakan Sekolah ya...

Pemain Inggris tak Sabar Ingin Hadapi Messi

2 jam lalu | Aloysius Widiyatmaka

Olahraga
Pemain Inggris tak Sabar In...

Daya Beli dan Ketahanan Ekonomi Jakarta Terjaga

2 jam lalu | Aloysius Widiyatmaka

Megapolitan
Daya Beli dan Ketahanan Eko...
Ribuan Loker Tersedia di Job Fair Kota Jogja, Catat Jadwalnya!

Ribuan Loker Tersedia di Job Fair Kota Jogja, Catat Jadwalnya!

13 Jul 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.