Mengawal Layang-Layang Dandang Kalimantan Selatan di Langit
📅 Jumat, 05 Sep 2025, 21:46 WIB | Oleh: Tim Penulis
Doc: ANTARA
TANAH LAUT – Ratusan orang berkumpul di bawah terik matahari di Pantai Batakan Baru, Kabupaten Tanah Laut, Kalimantan Selatan, untuk menghadiri Festival Layang-Layang Dandang 2025. Mereka datang dari berbagai daerah di Indonesia bahkan mancanegara, seperti Malaysia, Singapura, dan Prancis.
Tahun ini, acara tahunan yang digelar pada 30-31 Agustus ini menampilkan 900 layang-layang raksasa tradisional Kalimantan Selatan yang dikenal sebagai Layang-Layang Dandang, sekaligus memecahkan rekor Museum Rekor Dunia Indonesia (MURI). Rekor sebelumnya dipegang oleh Kabupaten Tapin, Kalimantan Selatan, dengan sekitar 300 layang-layang yang diterbangkan.
Para peserta festival membawa serta layang-layang raksasa mereka dengan desain unik, menampilkan ciri khas daerah mereka masing-masing melalui ilustrasi dan warna.
Tak lama setelah acara dibuka oleh Bupati Tanah Laut, Rahmat Trianto, ratusan peserta dari berbagai komunitas layang-layang memamerkan layang-layang dan keterampilan mereka dalam menerbangkan layang-layang.
Mereka menerbangkan layang-layang secara berkelompok, dengan masing-masing orang memiliki perannya sendiri.Dua hingga tiga orang memegang layang-layang raksasa di dekat garis pantai sementara beberapa orang lainnya memegang tali dengan erat dan, sesuai aba-aba, berlari secepat mungkin menjauh dari garis pantai untuk meluncurkannya.
Sebaiknya Anda baca juga:
Kusain, warga Desa Kandang Lama, Kecamatan Panyipatan, Kabupaten Tanah Laut, merupakan salah satu peserta acara tersebut. Meskipun usianya lebih tua, antusiasmenya tak kalah dengan anak-anak muda di sana.
"Festival Dandang diadakan setiap tahun, dengan lokasinya berpindah-pindah dari satu desa ke desa lain. Tujuannya adalah untuk memperkenalkan permainan tradisional ini kepada lebih banyak orang," ujarnya.
Kusain, yang didampingi anaknya, membawa layang-layang bermotif khas suku Banjar di Kalimantan Selatan. Timnya menggambar tokoh Banjar pada layang-layang mereka dengan warna dominan merah dan kuning.
"Lari, Nak, lari!" teriaknya kepada anaknya yang sedang mencoba menerbangkan layang-layang mini.
Setelah ratusan layang-layang berhasil diluncurkan, langit biru di atas pantai dihiasi dengan deretan layang-layang warna-warni yang indah.
Meskipun ada hadiah untuk 15 layang-layang terbaik, para peserta memilih untuk bersantai dan menikmati suasana. Lebih dari sekadar hadiah jutaan rupiah, ada tujuan yang lebih besar dalam partisipasi mereka: melestarikan tradisi lokal.
Warisan Budaya Takbenda
Berat layang-layang Dandang bervariasi, dengan rentang sayap berkisar antara 4 hingga 9 meter dan panjang yang dapat mencapai 10 meter. Dengan demikian, para penerbang harus berlari puluhan meter sambil menarik tali layang-layang untuk meluncurkannya.Permainan tradisional Kalimantan Selatan ini berasal dari Kabupaten Tapin dan Hulu Sungai Selatan.
Berkat keunikannya dan dukungan komitmen pemerintah daerah untuk melestarikannya, layang-layang Dandang, yang dijuluki "Raksasa Terbang" karena ukurannya yang besar, telah ditetapkan sebagai Warisan Budaya Takbenda di Indonesia pada tahun 2024, bersama dengan lima warisan budaya lainnya dari Kalimantan Selatan.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!