KAI Bandung Siapkan 102 Ribu Tempat Duduk Selama Periode Libur Maulid Nabi
📅 Jumat, 05 Sep 2025, 17:27 WIB | Oleh: Sriyono
Doc: antara foto
BANDUNG - PT KAI Daerah Operasi (Daop) 2 Bandung menyiapkan sebanyak 102.760 tempat duduk perjalanan Kereta Api Jarak Jauh dalam periode libur Maulid Nabi Muhammad SAW yang jatuh pada hari Jumat (5/9) ini.
Manajer Humas KAI Daop 2 Bandung Kuswardojo mengungkapkan sejumlah tempat duduk ini disiapkan untuk periode keberangkatan selama lima hari dari Kamis (4/9) hingga Senin (8/9).
"Total terdapat 44 perjalanan kereta api jarak jauh yang disiapkan dengan keberangkatan awal dari wilayah Daop 2 Bandung maupun kedatangan ke wilayah Daop 2 Bandung," kata Kuswardojo di Bandung, Jumat.
Kuswardojo menyampaikan dengan penyediaan tempat duduk sejumlah itu, pihak KAI memastikan pelayanan transportasi kereta api tetap aman, selamat, dan nyaman.
"Dengan 44 perjalanan KA jarak jauh setiap harinya, kami memastikan keamanan perjalanan kereta api, pelayanan pelanggan dari seluruh petugas, serta kenyamanan pelanggan selama di perjalanan," ujar Kuswardojo.
Sebaiknya Anda baca juga:
KAI Daop 2 Bandung juga mengimbau masyarakat untuk melakukan pemesanan tiket sejak dini melalui aplikasi daring dan kanal resmi mitra penjualan lainnya untuk mendapatkan jadwal dan kursi sesuai kebutuhan serta terhindar dari risiko kehabisan tiket.
Selain itu, penumpang yang telah membeli tiket, diminta untuk hadir lebih awal di stasiun agar perjalanan dapat berjalan lancar dan tepat waktu.
Pengamat BUMN sekaligus Managing Director Lembaga Manajemen Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Indonesia (FEB UI) Toto Pranoto menilai digitalisasi layanan PT Kereta Api Indonesia (KAI) dapat meningkatkan efisiensi, memperkuat aksesibilitas pengguna, dan mendorong pertumbuhan ekonomi nasional.
Sebaiknya Anda baca juga:
Toto menilai transformasi digital yang diterapkan KAI, mulai dari pemesanan tiket secara daring (online) hingga boarding dengan teknologi pemindai wajah (face recognition) di gate stasiun membuat perjalanan kereta api lebih praktis, efisien, dan memberikan kenyamanan bagi pengguna.
"Kalau segi digitalisasi sebetulnya bisa langsung dirasakan masyarakat, publik. Misalnya kalau kita akan melakukan perjalanan menggunakan kereta api, pemesanan tiket kereta api, fasilitas pemanfaatannya semuanya sudah serba digital," kata Toto.
Menurut Toto, langkah digitalisasi KAI tidak hanya mengoptimalkan pelayanan bagi penumpang, tetapi juga memperkuat efisiensi operasional karena mengurangi antrean, mempercepat proses, serta memungkinkan redistribusi tenaga kerja ke bidang strategis lain.
Selain digitalisasi pada layanan Kereta Api Jarak Jauh, ia menilai kehadiran kereta cepat Whoosh menjadi bukti kemajuan teknologi transportasi Indonesia, menunjukkan komitmen pemerintah terhadap modernisasi infrastruktur.
Toto juga menyoroti keberhasilan LRT sebagai transportasi urban yang diminati masyarakat, terbukti dari tingkat okupansi yang tinggi, serta relevansinya dalam mengatasi kemacetan sekaligus mendukung konektivitas antarwilayah perkotaan.
Ia menambahkan, inovasi kereta luar biasa (KLB) seperti Panoramik dan Kereta Suite Class Compartment menjadi daya tarik tersendiri, tidak hanya meningkatkan pengalaman penumpang, tetapi juga mendukung pariwisata melalui pilihan perjalanan yang bernilai ekonomi tinggi.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!