Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Konflik AS-Iran: Jerman Siap Bantu Buka Kembali Selat Hormuz

📅 Rabu, 06 Mei 2026, 07:28 WIB | Oleh: Tim Penulis
Konflik AS-Iran: Jerman Siap Bantu Buka Kembali Selat Hormuz Doc: ANTARA
Ket. Arsip foto - Bendera Jerman, NATO, dan Uni Eropa dikibarkan di depan Kantor Kanselir saat Sekretaris Jenderal NATO Mark Rutte bertemu Kanselir Jerman Friedrich Merz di Berlin, pada 9 Juli 2025.

MOSKWA – Kanselir Jerman, Friedrich Merz, menegaskan kesiapan Berlin untuk berpartisipasi dalam memastikan navigasi yang aman melalui Selat Hormuz, termasuk melalui upaya militer.

"Dalam kondisi yang tepat, Jerman siap untuk mengambil bagian dalam memastikan kebebasan jalur laut, termasuk melalui cara-cara militer," kata Merz setelah pertemuan dengan Perdana Menteri Portugal Luis Montenegro di Berlin, Selasa (05/5).

Ia kemudian mengonfirmasi pengerahan pertama kapal Angkatan Laut Jerman ke Laut Mediterania, yang kemudian dapat dikerahkan kembali ke Selat Hormuz.

"Kapal pertama Jerman sudah menuju Mediterania timur," ujar Merz.

Ia juga memperbarui seruannya untuk meningkatkan tekanan sanksi terhadap Iran jika negara itu menolak untuk membuka blokade Selat Hormuz.

“Seruan bersama kita adalah agar Iran duduk di meja perundingan, harus berhenti membuang waktu, dan tidak boleh lagi ‘menyandera’ kawasan dan seluruh dunia,” kata Merz.

Kanselir Jerman itu juga menuntut penghentian program nuklir Iran dan diakhirinya permusuhan di Timur Tengah.

Di antara tuntutan lain kepada Teheran, Merz menyebutkan penghentian program nuklir militer apa pun dan penghentian permusuhan di kawasan Timur Tengah.

Di lain pihak, Iran telah berulang kali menegaskan bahwa program nuklirnya bersifat damai dan Teheran tidak berniat mengembangkan senjata nuklir.

Stasiun televisi Jerman NDR melaporkan pada Senin (4/5) bahwa kapal penyapu ranjau Angkatan Laut Jerman, FGS Fulda, telah meninggalkan pangkalan di Kiel, Jerman utara, dan menuju Laut Mediterania, dari mana kapal tersebut kemudian dapat dikerahkan kembali ke Selat Hormuz untuk mengambil bagian dalam misi keamanan maritim internasional.

Pada 3 Mei, Presiden AS Donald Trump mengumumkan Project Freedom, sebuah operasi untuk membantu kapal-kapal yang terdampar di Selat Hormuz dan berupaya untuk meninggalkan wilayah tersebut.

Komandan Markas Besar Angkatan Bersenjata Iran, Ali Abdollahi, kemudian memperingatkan Washington agar tidak mendekati selat tersebut dan menyatakan bahwa Teheran siap menyerang pasukan AS.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
Advertisement
jakartafair2026

Luar Negeri
Gempa Guncang Gunung Fuji: ...
  • Dua Minggu Hilang, Seekor Jerapah Bernama Gracie Ditemukan Segar Bugar 6 Km dari Kandangnya di Texas
    Preview komentar:
    Siapa juga yang mau nyuri Jerapah :) Dia ...
  • Dalam 3 Tahun Terakhir, 114 Orang Menabrakkan Diri di Jalur Kereta Api
    Preview komentar:
    Mereka adalah korban tekanan hidup dan ketidakberdayaan sbg ...
  • Hasil Pertandingan Grup F Piala Dunia 2026: Jepang Kuntit Belanda Usai Singkirkan Tunisia dengan Skor Telak 4-0
    Preview komentar:
Jadwal Lengkap Babak 32 Besar Piala Dunia 2026

Jadwal Lengkap Babak 32 Besar Piala Dunia 2026

28 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.