Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Pramono Sebut Kelangkaan Beras Disebabkan Panic Buying

📅 Rabu, 03 Sep 2025, 10:22 WIB | Oleh: Tim Penulis
Pramono Sebut Kelangkaan Beras Disebabkan Panic Buying Doc: ANTARA
Ket. Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung Wibowo, saat dijumpai di Balai Kota DKI Jakarta, Rabu (3/9/2025).

JAKARTA – Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung Wibowo, mengatakan kelangkaan sejumlah beras premium di pasaran, terutama di toko swalayan kecil (mini market), terjadi karena masyarakat sempat melakukan "panic buying" dan menimbun beras.

Panic buying merupakan tindakan membeli barang dalam jumlah besar karena didasari rasa panik dan takut kehabisan stok. 

“Ini (kelangkaan beras) memang sedang kita tangani. Kemarin ada panic buying lah, ada orang kemudian menimbun. Saya minta sekarang segera dinormalkan kembali,” kata Pramono di Balai Kota DKI Jakarta, Rabu (03/9).

Dia pun mengharapkan dalam waktu dekat persoalan kelangkaan beras, terutama beras premium, itu dapat teratasi dengan baik.

Sebelumnya, Pramono mengatakan stok pangan di DKI Jakarta aman hingga Oktober 2025 dan tidak mengalami gangguan imbas unjuk rasa di Jakarta beberapa waktu lalu.

Pernyataan tersebut sekaligus menjawab rumor yang sempat beredar, yang menyebutkan Jakarta mengalami masalah pangan.

"Kemarin sempat beredar rumor pangan akan menjadi masalah. Di Jakarta, pangan cukup, bahkan sampai dengan Oktober akhir. Pangan di Jakarta sangat mencukupi," tegas Pramono.

Hal senada juga disampaikan oleh Kepala Dinas Ketahanan Pangan, Kelautan dan Pertanian (KPKP) DKI Jakarta Hasudungan Sidabalok.

Dia memastikan stok beras dan pangan lainnya, seperti daging sapi, daging ayam dan telur di Jakarta aman hingga Oktober 2025.

Dia merinci ketersediaan beras sebanyak 303.297 ton, atau melampaui kebutuhan, yakni 156.745 ton. Kemudian, stok daging sapi mencapai 40.418 ton, melebihi kebutuhan, yakni 11.999 ton.Begitu pula dengan stok daging ayam yang mencapai 74.940 ton, sementara kebutuhan hanya 30.176 ton.

"Juga telur ayam, (kebutuhan) 19.525 ton, ketersediaan 21.478 ton. Jadi, telur mungkin karena masa simpannya tidak selama itu, maksudnya cepat busuk," jelas Hasudungan.

Pangan lainnya juga dipastikan stoknya aman, di antaranya cabai merah keriting (stok 10.641 ton melebihi kebutuhan 5.595 ton) dan bawang merah (stok 8.688 ton melampaui kebutuhan 4.677 ton).

Sementara itu, terkait kekosongan stok beras di beberapa tempat, termasuk mini market, Hasudungan menuturkan itu terjadi karena pasokan yang berkurang akibat harga gabah di tingkat petani meningkat serta maraknya kasus beras oplosan.

Kendati demikian, dia memastikan stok beras berangsur-angsur normal.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google

Megapolitan
Mulai 8 Juni PT KAI akan Uj...
Nasional
Mensesneg: Istana Pastikan ...
Olahraga
Langkah Raymond dan Joaquin...
Daerah
Kampanye Hidup Sehat bagi M...
  • Hunian Tamiang 4 Ditarget Rampung Juni 2026, Menteri PU Pastikan Tepat Waktu
    Preview komentar:
    Di bukit tempurung,kota kualasimpang,Dana perabot,ekonomi dan jadub aja ...
  • 39,7 Ton Sampah Diangkat dari Kali Sabi Tangerang
    Preview komentar:
    Bukan hanya di C2, C3 juga banyak yg ...
  • Jangan Asal Upload KTP dan NIK! Diskominfo Tangerang Peringatkan Risiko Penyalahgunaan Data.
    Preview komentar:
    Jika Pak RT meminta photovopy KK, guna pendataan, ...
Daftar Event Akhir Pekan di Jakarta 6–7 Juni 2026: Ada Konser EXO dan Reality Club

Daftar Event Akhir Pekan di Jakarta 6–7 Juni 2026: Ada Konser EXO dan Reality Club

05 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.