Film Call of Duty Siap Diproduksi, Paramount dan Activision Rancang Jagat Sinematik Baru
📅 Rabu, 03 Sep 2025, 20:10 WIB | Oleh: Paundra Zakirulloh
Doc: ComicBook
JAKARTA — Adaptasi video game ke layar lebar sudah menjadi bagian dari Hollywood selama lebih dari tiga dekade, meski jarang sekali mencapai kesuksesan besar. Pada era 1990-an, penonton disuguhi Mortal Kombat karya Paul WS Anderson yang ikonik, namun juga harus menerima film seperti Mortal Kombat Annihilation, Wing Commander, Super Mario Bros., hingga Street Fighter yang gagal di box office. Memasuki tahun 2000-an, ada Lara Croft: Tomb Raider dan Resident Evil yang populer, tetapi juga sekuel-sekuelnya yang menuai kritik, ditambah judul seperti House of the Dead, Alone in the Dark, Doom, dan BloodRayne.
Dekade 2010-an juga tidak jauh berbeda, ketika film beranggaran besar seperti Warcraft dan Assassin’s Creed dengan cepat tenggelam di pasaran. Namun, tren tersebut mulai bergeser dengan munculnya kesuksesan film adaptasi gim video seperti Uncharted, tiga film Sonic the Hedgehog, Five Nights at Freddy’s, A Minecraft Movie, dan The Super Mario Bros. Movie yang berhasil meraih keuntungan besar sekaligus ulasan positif. Kini, giliran salah satu IP terbesar industri gim, Call of Duty, yang siap mendapatkan adaptasi layar lebar.
Menurut laporan Variety, film Call of Duty dipastikan akan lebih difokuskan ke format film daripada serial, berbeda dengan Halo yang sempat hadir dalam bentuk serial televisi singkat. Paramount resmi menandatangani kesepakatan dengan Activision untuk mengembangkan, memproduksi, sekaligus mendistribusikan film adaptasi live-action tersebut.
Menariknya, kesepakatan ini bukan hanya soal satu film. Paramount dan Activision juga membuka peluang untuk memperluas jagat Call of Duty ke berbagai medium lain, termasuk proyek film lanjutan dan serial televisi. Hal ini menandakan ambisi besar untuk menjadikan Call of Duty sebagai franchise sinematik yang berkelanjutan, mirip dengan yang dilakukan Marvel atau DC di dunia perfilman.
Sejak Call of Duty 2 dirilis pada 2005, game baru dari franchise ini sudah menjadi tradisi tahunan, dengan total 21 judul hingga saat ini. Game ke-22, Call of Duty: Black Ops 7, dijadwalkan rilis pada 14 November 2025. Dengan katalog cerita yang luas, film adaptasi bisa mengambil inspirasi dari latar Perang Dunia II, nuansa futuristik ala Advanced Warfare dan Infinite Warfare, atau kemungkinan terbesar, kisah Modern Warfare yang lebih realistis dan dekat dengan konflik modern.
Sebaiknya Anda baca juga:
Spekulasi pun bermunculan terkait bentuk film yang akan diproduksi. Banyak pengamat menilai Paramount kemungkinan besar akan mengadaptasi bagian awal dari seri Modern Warfare, baik trilogi klasik (2007–2011) maupun trilogi reboot (2019–2023). Jika arah ini yang dipilih, adaptasi film berpotensi menghadirkan karakter ikonik yang sudah dikenal luas penggemar.
Salah satu kandidat kuat adalah Julian Kostov yang memerankan antagonis Vladimir Makarov dalam Call of Duty: Modern Warfare III. Penampilannya yang memukau membuat banyak penggemar berharap ia kembali memerankan karakter tersebut di layar lebar. Kostov sendiri sudah dikenal lewat perannya di A Discovery of Witches serta dua film musim panas 2025, Fight or Flight dan The Toxic Avenger.
Dengan dukungan studio besar seperti Paramount dan materi sumber yang kaya dari Activision, film Call of Duty berpotensi menjadi tonggak baru dalam sejarah adaptasi video game. Jika berhasil, bukan tidak mungkin jagat Call of Duty di layar lebar akan berkembang luas, mengingat daya tarik franchise ini yang sudah teruji lebih dari dua dekade.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!