Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Slovenia: Gencatan Senjata di Gaza Bersifat Mendesak

📅 Selasa, 02 Sep 2025, 21:02 WIB | Oleh:
Slovenia: Gencatan Senjata di Gaza Bersifat Mendesak Doc: AP
Ket. Bendera Palestina (kiri) berkibar bersama bendera Slovenia dan Uni Eropa di depan gedung milik pemerintah di Ljubljana, Slovenia.

BLED - Presiden Dewan Eropa Antonio Costa, Presiden Slovenia Natasa Pirc Musar dan Menteri Luar Negeri Slovenia Tanja Fajon pada Senin mendesak perdamaian di Gaza selama berlangsungnya Forum Strategis Bled, sebuah pertemuan kebijakan luar negeri Slovenia yang paling terkemuka.

Fajon, yang membuka forum yang berlangsung selama dua hari di resor Alpen di Bled itu, mengatakan bahwa gencatan senjata di Gaza bersifat mendesak, seraya menegaskan bahwa para sandera harus dibebaskan dan bantuan kemanusiaan harus diizinkan untuk disalurkan.

Costa menggarisbawahi bahwa meskipun Israel memiliki hak untuk membela diri, hal ini tidak dapat membenarkan "penghancuran infrastruktur sipil tanpa pandang bulu, atau hukuman kolektif terhadap seluruh populasi."

Dia menyerukan gencatan senjata segera dan berkelanjutan, akses kemanusiaan tanpa hambatan, penghentian aktivitas permukiman ilegal, dan pembaruan komitmen internasional terhadap solusi dua negara.

Musar menyatakan bahwa melalui hubungan dengan Gaza, "kita menunjukkan siapa kita ... penanganan kita terhadap Gaza mencerminkan pemahaman kita tentang kemanusiaan."

Fajon mengatakan situasi di Gaza merupakan di luar nalar setiap harinya karena pengeboman tiada henti dan kelaparan yang disengaja. Ia menegaskan kembali bahwa perdamaian membutuhkan keadilan dan bahwa "solusi dua negara yang layak merupakan satu-satunya jalan ke depan."

Slovenia mengakui Negara Palestina pada Juni 2024 dan saat ini menjabat sebagai anggota tidak tetap Dewan Keamanan Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB).

Puluhan pengunjuk rasa juga berkumpul di Bled, menuduh Eropa terlibat dalam konflik tersebut. Beberapa mendayung ke Danau Bled, membentangkan spanduk yang menunjukkan Kepala Kebijakan Luar Negeri Uni Eropa (UE) Kaja Kallas, yang menghadiri forum tersebut, berjabat tangan dengan Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu, dengan tangan keduanya tampak berlumuran darah.

Forum itu akan dilanjutkan pada Selasa (2/9) waktu setempat dengan diskusi panel tentang kemitraan global baru.

Tahun ini menandai peringatan 20 tahun BSF, yang diselenggarakan dengan tema "Dunia yang Tak Terkendali" (A Runaway World).

Diluncurkan pada 2006, Forum ini diselenggarakan bersama oleh Kementerian Luar Negeri dan Urusan Eropa Slovenia serta Pusat Perspektif Eropa (Centre for European Perspective). Ant/Xinhua

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
Advertisement
jakartafair2026

  • Hunian Tamiang 4 Ditarget Rampung Juni 2026, Menteri PU Pastikan Tepat Waktu
    Preview komentar:
    Di bukit tempurung,kota kualasimpang,Dana perabot,ekonomi dan jadub aja ...
  • 39,7 Ton Sampah Diangkat dari Kali Sabi Tangerang
    Preview komentar:
    Bukan hanya di C2, C3 juga banyak yg ...
  • Jangan Asal Upload KTP dan NIK! Diskominfo Tangerang Peringatkan Risiko Penyalahgunaan Data.
    Preview komentar:
    Jika Pak RT meminta photovopy KK, guna pendataan, ...
Malam Suro: Dialektika Ruang Perjumpaan Tradisi, Agama, dan Sejarah

Malam Suro: Dialektika Ruang Perjumpaan Tradisi, Agama, dan Sejarah

16 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.