Sekolah-sekolah di Bekasi Libur 1-3 September
📅 Selasa, 02 Sep 2025, 01:05 WIB | Oleh: Tim Penulis
Doc: ANTARA/Pradita Kurniawan Syah
BEKASI – Guna mengamankan peserta didik dari potensi gangguan keamanan serta ketertiban masyarakat sebagai dampak aksi unjuk rasa anarkis, maka sekolah-sekolah di Bekasi libur pada tanggal 1-3 September.
“Keputusan ini sebagai bagian dari upaya menjaga keamanan dan kondusifitas berkaitan dengan situasi yang terjadi belakangan,” kata Bupati Bekasi, Ade Kuswara Kunang, Senin (1/9). Kebijakan meliburkan anak didik ini untuk mengantisipasi aksi demonstrasi atau adanya potensi kekisruhan.
Ade mengatakan sebagai ganti, mereka belajar dari rumah. Kebijakan belajar dari rumah bertujuan agar seluruh peserta didik dapat terus melanjutkan aktivitas belajar secara aman dan tertib, tanpa gangguan. Tenaga pendidik diminta mendampingi pelajar selama proses pembelajaran jarak jauh.
“Para kepala sekolah, guru, dan tenaga kependidikan mendampingi. Mereka membantu anak-anak selama proses pembelajaran jarak jauh. Artinya anak-anak dirumahkan dulu, belajar di rumah supaya aman dan tertib,” katanya.
Ade mengimbau masyarakat agar tidak terprovokasi tindakan-tindakan anarkisme yang merusak. Pemerintah daerah bersama segenap unsur terkait juga terus menjalankan tugas pengamanan. “Kita tetap tenang dan bersabar. Berdoa dan percayakan kepada para pemangku kepentingan untuk menjaga wilayah tetap kondusif,” jelasnya.
Sebaiknya Anda baca juga:
Murid-murid untuk sementara belajar dari rumah dulu sambil menunggu instruksi lebih lanjut. Kebijakan ini dituangkan ke dalam surat edaran Dinas Pendidikan Kabupaten Bekasi. Isinya, Imbauan Kegiatan Pembelajaran untuk kepala satuan pendidikan jenjang TK/PAUD, SD, dan SMP negeri maupun swasta Kabupaten Bekasi.
Menurutnya, Pemerintah Provinsi Jawa Barat juga sudah mengeluarkan surat edaran berisi imbauan kepada Kepala SMA dan SMK Kabupaten Bekasi untuk melaksanakan sekolah secara daring Senin dan Selasa hari ini.
Tangerang
Sebaiknya Anda baca juga:
Sementara itu, Pemerintah Kabupaten Tangerang memberlakukan pembelajaran dalam jaringan (daring) bagi seluruh pelajar tingkat SD dan SMP pada tanggal 1-4 September.
Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Tangerang, Dadan Gandana di Tangerang, Senin menjelaskan, kebijakan ini untuk mengantisipasi dan menjaga keamanan di tengah kondisi yang akhir-akhir ini kurang kondusif imbas aksi demonstrasi Jakarta.
“Semua sekolah SD dan SMP Kabupaten Tangerang melaksanakan belajar daring,” katanya. Murid juga perlu memperhatikan keamanan dan kenyamanan belajar jarak jauh. Di sisi lain, sekolah dianjurkan meningkatkan pengawasan kepada murid guna menghindari kegiatan yang berpotensi mengganggu ketentraman dan ketertiban umum.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!