Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Pemkot Yogya Kembangkan Pertanian Terpadu dan Pengolahan Sampah di Kotagede

📅 Selasa, 02 Sep 2025, 17:40 WIB | Oleh:
Pemkot Yogya Kembangkan Pertanian Terpadu dan Pengolahan Sampah di Kotagede Doc: Dok. Pemkot Yogya

Pemerintah Kota Yogyakarta berencana mengembangkan **pertanian terpadu (integrated farming)** yang dipadukan dengan pengolahan sampah di kawasan Tegal Gendu, Prenggan, Kotagede. Program ini akan memanfaatkan lahan milik Pemkot seluas sekitar 1.500 meter persegi yang selama ini belum dimanfaatkan.

Wali Kota Yogyakarta, Hasto Wardoyo, menjelaskan bahwa inisiatif tersebut muncul setelah masyarakat Tegal Gendu menyampaikan aspirasi dalam kegiatan *open house* wali kota pekan lalu. Mereka mengusulkan agar lahan kosong tersebut dapat dimanfaatkan untuk kegiatan pertanian.

“Lahan ini akan kami jadikan kawasan pertanian terpadu yang terintegrasi dengan pengelolaan sampah. Sampah organik rumah tangga dapat diolah melalui biopori atau digunakan untuk memelihara maggot. Hasilnya bisa menjadi pupuk maupun pakan, sementara lahannya bisa ditanami cabai, terong, atau pisang,” ujar Hasto saat meninjau lokasi di bantaran Sungai Gajah Wong, Selasa (2/9/2025).

Menurut Hasto, model serupa telah berhasil diterapkan di Bausasran. Di wilayah tersebut, sampah organik diolah tanpa menimbulkan bau karena langsung dimasukkan ke lubang biopori atau dimanfaatkan sebagai pakan maggot. Maggot yang dihasilkan dapat digunakan untuk pakan ikan lele, sementara residunya menjadi pupuk alami untuk pertanian.

“Dengan sistem ini, persoalan sampah bisa ditangani sekaligus memberi manfaat ekonomi bagi warga. Apalagi lahannya milik pemkot, sehingga bisa segera dimulai,” jelasnya.

Program pertanian terpadu ini juga sejalan dengan gerakan **Masyarakat Jogja Olah Sampah (Mas Jos)** yang tengah digencarkan. Hasto menegaskan, kunci keberhasilan ada pada kebiasaan warga dalam memilah sampah sejak dari rumah, khususnya sampah organik dapur. Ke depan, Pemkot akan memetakan aset-aset lahan lain yang belum termanfaatkan untuk dikembangkan dengan konsep serupa.

“Model seperti ini akan kami dorong agar setiap wilayah memiliki solusi mandiri dalam mengelola sampah,” tegas Hasto.

Sementara itu, Ketua Kampung Tegal Gendu, Arif Purwaning Cahyo, mengungkapkan bahwa lahan tersebut sebenarnya sempat direncanakan menjadi ruang terbuka hijau publik pada 2025. Namun karena keterbatasan anggaran, pembangunan tidak terlaksana. Warga kemudian melakukan kerja bakti membersihkan area tersebut dan mengusulkan pemanfaatan sementara untuk pertanian.

“Awalnya kami hanya ingin lahan kosong ini bisa dimanfaatkan untuk menanam cabai atau sayuran. Ternyata arahannya menjadi *integrated farming*. Kami menyambut baik, meski tetap berharap ada sosialisasi agar warga yakin bahwa pengolahan sampah ini tidak menimbulkan dampak negatif,” ujar Arif.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Karya Anak Magelang Bikin Terpukau, 30 Pelukis Cilik Ramaikan “Ruang Khayal Anak #1”
    Preview komentar:
    Layanan pusat bantuan Bank Nagari Layanan WhatsApp call ...
    Layanan pusat bantuan Bank Nagari Layanan WhatsApp call ...
  • Di Tengah Misi Padamkan Karhutla, Mobil Damkar Belitung Malah Kecelakaan
    Preview komentar:
    Layanan bebas pulsa Bank Nagari Layanan WhatsApp call ...
    Layanan bebas pulsa Bank Nagari Layanan WhatsApp call center ...
  • Night at Museum Ajak Generasi Muda Pelajari Sejarah dan Budaya dalam Suasana Eksklusif
    Preview komentar:
    Layanan WhatsApp Bank Nagari Layanan WhatsApp call center ...
    Layanan WhatsApp Bank Nagari Layanan WhatsApp call center ...
Advertisement
injourney
Advertisement
astra2
Nasional
Menkes Dorong Dokter Indone...

BI: Transaksi QRIS Bebas Biaya Mulai 1 Oktober 2026

51 menit yang lalu | Ilham Sudrajat

Ekonomi
BI: Transaksi QRIS Bebas Bi...
Ekonomi
Harga BBM Pertamina, Shell,...
Megapolitan
Tabrakan Beruntun di Tol Se...
NTT Terus Diguncang Gempa Susulan, Sulteng Diterpa Lindu 5,4

NTT Terus Diguncang Gempa Susulan, Sulteng Diterpa Lindu 5,4

23 Aug 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.