Pasar Modal RI Jadi Magnet, Investor Asing Comeback Didukung Fundamental Ekonomi Solid
📅 Selasa, 02 Sep 2025, 18:06 WIB | Oleh: Tim Penulis
Doc: Antara.
JAKARTA - Fundamental perekonomian domestik memegang peran vital dalam menjaga kepercayaan pelaku pasar saham.
Indikator seperti pertumbuhan PDB, inflasi terkendali, surplus neraca perdagangan, serta stabilitas fiskal dan moneter menjadi landasan utama bagi investor dalam menilai prospek jangka panjang.
Ketika fundamental kuat, pasar saham cenderung lebih tahan menghadapi gejolak eksternal, karena investor melihat adanya daya dukung riil terhadap kinerja emiten.
Sebaliknya, jika terjadi pelemahan fundamental, sentimen pasar dapat cepat memburuk meski faktor global relatif stabil.
Oleh karena itu, konsistensi pemerintah dan otoritas dalam menjaga stabilitas makroekonomi serta mendorong reformasi struktural sangat penting untuk memperkuat keyakinan investor, menjaga arus modal asing, dan menciptakan pertumbuhan pasar modal yang berkelanjutan.
Sebaiknya Anda baca juga:
Direktur Perdagangan dan Pengaturan Anggota Bursa PT Bursa Efek Indonesia (BEI) Irvan Susandy meyakini fundamental perekonomian domestik yang solid, akan menarik investor asing kembali menaruh dananya ke pasar modal Indonesia (capital inflow).
Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) tercatat berbalik menguat (rebound) sebesar 90,25 poin atau 1,17 persen ke posisi 7.826 pada penutupan perdagangan sesi I di BEI pada Selasa (2/8).
“Saya yakin dengan fundamental kuat negara kita, market kita bagus, mereka (asing) akan balik lagi,” ujar Irvan di Jakarta, Selasa (2/9).
Sebaiknya Anda baca juga:
Ia meyakini dinamika sosial dan politik yang tengah terjadi di tanah air tidak akan menyebabkan volatilitas di pasar saham Indonesia, seiring dengan data-data ekonomi domestik yang mencatatkan solid.
Sebelumnya, imbas adanya dinamika sosial dan politik di tanah air, investor asing tercatat melakukan aksi jual (net sell) senilai Rp2,16 triliun di pasar saham Indonesia pada Senin (02/09) dan senilai Rp1,12 triliun pada Jumat (29/08).
Di sisi lain, data ekonomi domestik tercatat solid, di antaranya indeks PMI Manufaktur di level 51,5 pada Agustus 2025, yang memasuki area ekspansi pertama kali semenjak lima bulan terakhir.
Kemudian, Neraca Perdagangan Juli 2025 masih surplus sebesar 4,18 miliar dolar AS, serta inflasi IHK periode Agustus 2025 melambat menjadi 2,31 persen year on year (yoy) atau mengalami deflasi sebesar 0,08 persen month to month (mtm).
Direktur Utama BEI Iman Rachman juga memastikan pasar modal Indonesia masih solid, salah satunya tercermin dari semakin bertambahnya perusahaan tercatat (emiten) yang masuk ke dalam indeks Morgan Stanley Capital Indonesia (MSCI).
Berkat rebalancing indeks MSCI pada Rabu (27/08), investor asing melakukan aksi beli (net buy) senilai Rp2,37 triliun pada sehari sebelumnya atau Selasa (26/08).
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!