Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Bank Mandiri Salurkan KUR Rp41 Triliun, UMKM Didorong Naik Kelas

📅 Jumat, 09 Jan 2026, 18:45 WIB | Oleh:
Bank Mandiri Salurkan KUR Rp41 Triliun, UMKM Didorong Naik Kelas Doc: Istimewa
Ket. Bank Mandiri kembali menegaskan posisinya sebagai motor penggerak ekonomi kerakyatan melalui penyaluran Kredit Usaha Rakyat atau KUR yang hampir menembus Rp41 triliun

JAKARTA - Bank Mandiri kembali menegaskan posisinya sebagai motor penggerak ekonomi kerakyatan melalui penyaluran Kredit Usaha Rakyat atau KUR yang hampir menembus Rp41 triliun hingga Desember 2025. Langkah ini memperkuat peran perbankan nasional dalam membuka akses pembiayaan bagi pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah yang menjadi tulang punggung perekonomian Indonesia.

Sepanjang 2025, Bank Mandiri mencatat penyaluran KUR sebesar Rp40,99 triliun kepada 355.658 pelaku UMKM yang tersebar di berbagai daerah. Dari sisi kualitas, kinerja pembiayaan tetap terjaga dengan rasio kredit bermasalah atau NPL berada di bawah 1 persen.

Penyaluran KUR tersebut selaras dengan arah kebijakan pemerintah di bawah Presiden Prabowo Subianto yang menitikberatkan penguatan ekonomi rakyat. Program ini diarahkan untuk mendorong kesejahteraan masyarakat, memperluas lapangan kerja, serta memperkokoh ketahanan ekonomi nasional.

Direktur Utama Bank Mandiri Riduan menegaskan bahwa KUR bukan sekadar soal pembiayaan, melainkan bagian dari proses pemberdayaan UMKM secara menyeluruh. Menurutnya, akses modal yang lebih luas akan membantu pelaku usaha meningkatkan kapasitas produksi sekaligus memperkuat daya saing.

"Dukungan KUR ini bukan hanya tentang pembiayaan, tetapi juga tentang pemberdayaan," ujar Riduan dalam keterangan resmi, Kamis (8/1).

20260109184042_1000244769.jpg

Ia menambahkan bahwa program ini menjadi wujud nyata komitmen Bank Mandiri dalam mendorong pertumbuhan ekonomi berbasis rakyat secara berkelanjutan.

Dari sisi penyaluran, mayoritas KUR Bank Mandiri sepanjang 2025 mengalir ke sektor produksi. Tercatat sebesar 61,54 persen atau senilai Rp25,13 triliun disalurkan ke sektor-sektor yang berkontribusi langsung pada aktivitas ekonomi riil.

Sektor pertanian menjadi penerima pembiayaan terbesar dengan nilai Rp12,75 triliun atau sekitar 31,23 persen dari total KUR. Pembiayaan ini dinilai strategis dalam menopang ketahanan pangan nasional dan menjaga stabilitas pasokan bahan pokok.

Selain pertanian, sektor jasa produksi menerima pembiayaan sebesar Rp8,76 triliun atau 21,45 persen dari total penyaluran. Sementara itu, sektor industri pengolahan memperoleh Rp3,03 triliun atau 7,43 persen, dan sektor perikanan sebesar Rp562 miliar atau 1,38 persen.

"Melalui skema pembiayaan yang berkelanjutan ini, kami berkomitmen untuk terus mendorong pergerakan perekonomian nasional, khususnya di sektor produksi," kata Riduan.

Ia menilai penguatan sektor ini akan berdampak langsung pada peningkatan pendapatan dan daya beli masyarakat.

Untuk menjaga kualitas penyaluran, Bank Mandiri menerapkan pendekatan pembiayaan berbasis ekosistem yang terintegrasi. Strategi ini menghubungkan nasabah UMKM dengan mitra usaha dan nasabah wholesale dalam satu rantai nilai yang saling mendukung.

Pendekatan closed-loop tersebut dinilai mampu meningkatkan efisiensi bisnis sekaligus menjaga keberlanjutan usaha para debitur. Sinergi antarpelaku dalam satu ekosistem juga mempermudah pengawasan serta mitigasi risiko pembiayaan.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • FIFA Asean Cup 2026: Sembilan Gol Antarkan Indonesia ke Final, Thailand Menanti
    Laga ini adalah salahsatu pertandingan bola paling menegangkan ...
  • Pembalakan Liar di TN Berbak-Sembilang Terbongkar, Ratusan Kayu dan Rel 1 Km Dimusnahkan.
    Pecuri kayu sampai membangun rel? Ini sih terang2an ...
  • Dagelan Tak Mutu Lapas Cibinong, Bisa Bangun 10 Rumah Sultan, tak Ada Anggaran Beli CCTV Rp200.000  
    Aparat dan pejabat di negeri ini makin terang2an ...
  • MSI Apresiasi Menteri Pertanian Amran Sulaiman Terkait Penghentian Impor Singkong
    Sangat menginspirasi melihat bagaimana kebijakan tegas menyetop impor ...
  • Kebangkitan UMKM dan Penetrasi E-Commerce jadi Katalisator Pertumbuhan Industri Percetakan di Indonesia
    ehadiran platform pameran B2B bertaraf internasional seperti ALLPrint ...

Belajar merangkai kain batik di Semarang

1.5 jam yang lalu | Wahyu AP

Daerah
Belajar merangkai kain bati...
Ekonomi
Digitalisasi ekonomi melalu...
Advertisement
FIFA Harus Menyelediki Sepak Bola Gajah yang Dimainkan Singapura dan Malaysia

FIFA Harus Menyelediki Sepak Bola Gajah yang Dimainkan Singapura dan Malaysia

03 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.