Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

22 Halte TransJakarta Dirusak, Kerugian di Jakarta Mencapai Rp55 Miliar

📅 Selasa, 02 Sep 2025, 01:05 WIB | Oleh:
22 Halte TransJakarta Dirusak, Kerugian di Jakarta Mencapai Rp55 Miliar Doc: ADITYA AJI/AFP
Ket. Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung.

JAKARTA - Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung menyebutkan total kerugian akibat kerusakan infrastruktur pascademonstrasi di sejumlah wilayah di Kota Jakarta mencapai 55 miliar rupiah.

Kerusakan itu dialami dua Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) DKI Jakarta, yakni PT Transjakarta dan PT MRT Jakarta. Selain itu, kerusakan juga terjadi pada sejumlah kamera pengawas (CCTV) yang tersebar di wilayah ibu kota.

Dari jumlah tersebut, kerugian akibat kerusakan infrastruktur PT MRT Jakarta sebesar 3,3 miliar rupiah, kemudian kerusakan infrastruktur Transjakarta sekitar 41,6 miliar rupiah, sementara kerusakan CCTV dan infrastruktur lainnya 5,5 miliar rupiah.

Lebih lanjut dijelaskan ada 22 halte Transjakarta, baik Bus Rapid Transit (BRT/jalur khusus) maupun non-BRT, ditambah satu pintu tol yang rusak imbas unjuk rasa pada pekan lalu.

Dari jumlah tersebut, enam halte Transjakarta di antaranya dibakar dan dijarah, lalu 16 halte lainnya dirusak dan dijadikan sasaran vandalisme oleh oknum tak bertanggung jawab.

Pemprov kata Pramono sudah mulai memperbaiki seluruh halte yang mengalami kerusakan itu sejak Sabtu (30/8) dan diharapkan baik yang rusak sedang, rusak berat, bisa di selesaikan tanggal 8 atau 9 September 2025,” kata Pramono.

Adapun dalam perbaikan, Pemprov menggunakan dana kontijensi atau dana cadangan yang disisihkan dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD).

“Untuk penggunaan anggaran, kami sudah meminta izin kepada Kepala Kejaksaan Tinggi untuk dilakukan pendampingan. Untuk itu, yang digunakan adalah dana kontinjensi,” kata Pramono.

Tidak hanya sampai di situ, Pemprov juga mengeluarkan dana sebesar 18 miliar rupiah untuk program tarif gratis layanan Transjakarta dan MRT selama satu pekan, mulai 31 Agustus hingga 7 September 2025.

Pemerintah Tidak Peka

Besarnya kerugian itu ditanggapi Guru Besar Sosiologi dari Universitas Airlangga, Surabaya, Bagong Suyanto yang mengatakan akibat aksi massa belakangan menunjukkan dua hal, pertama kurangnya rasa memiliki masyarakat terhadap fasum karena lebih melihatnya sebagai representasi negara dan golongan menengah ke atas.

Kedua, disebabkan kegusaran mereka terhadap ketidakpekaan pemerintah atas kemiskinan yang terus berlanjut.

“Untuk sebagian besar golongan masyarakat yang berada pada kelas sosial bawah dengan pendidikan yang seadanya, mereka memang kurang aware bahwa sebenarnya fasilitas-fasilitas tersebut adalah milik bersama yang didirikan dari berbagai tarikan pajak ke rakyat,” jelas Bagong.

Mereka jelasnya, selama ini hanya penonton aktivitas masyarakat kelas menengah atas yang berlalu-lalang yang menggunakan berbagai fasilitas dalam kegiatan sehari-hari. Dengan pendidikan terbatas yang dimiliki, pemikiran mereka sederhana bahwa semua itu dibangun oleh pemerintah dan lebih diperuntukkan bagi warga kelas menengah ke atas.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google

Daerah
Polres Lombok Tengah Tangan...
  • Hunian Tamiang 4 Ditarget Rampung Juni 2026, Menteri PU Pastikan Tepat Waktu
    Preview komentar:
    Di bukit tempurung,kota kualasimpang,Dana perabot,ekonomi dan jadub aja ...
  • 39,7 Ton Sampah Diangkat dari Kali Sabi Tangerang
    Preview komentar:
    Bukan hanya di C2, C3 juga banyak yg ...
  • Jangan Asal Upload KTP dan NIK! Diskominfo Tangerang Peringatkan Risiko Penyalahgunaan Data.
    Preview komentar:
    Jika Pak RT meminta photovopy KK, guna pendataan, ...
Indonesia Vs Oman 3-0, Tambah Gol Keunggulan dari Kaki Ragnar Oratmangoen di Babak Kedua

Indonesia Vs Oman 3-0, Tambah Gol Keunggulan dari Kaki Ragnar Oratmangoen di Babak Kedua

05 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.