Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Sejarah Gedung DPR: Warisan Soekarno yang Sering Didatangi Pendemo Hingga Istana Mewah Wakil Rakyat yang Diguyur Gaji Fantastis!

📅 Senin, 01 Sep 2025, 10:45 WIB | Oleh:
Sejarah Gedung DPR: Warisan Soekarno yang Sering Didatangi Pendemo Hingga Istana Mewah Wakil Rakyat yang Diguyur Gaji Fantastis! Doc: MPR RI
Ket. Potret gedung DPR RI

JAKARTA - Gedung DPR RI di Senayan, Jakarta Selatan, kembali jadi sorotan publik usai gelombang aksi demo yang pecah sejak Senin (25/8/2025). 

Bangunan dengan kubah hijau ikonik itu bukan hanya pusat rapat wakil rakyat, tapi juga “magnet” bagi massa yang menuntut keadilan. Sayangnya, suara rakyat sering kali hanya menggema di pagar gedung tanpa pernah didengar langsung oleh pejabat di dalamnya.

Fenomena demonstrasi di depan DPR jelas bukan hal baru. Sejarah mencatat, salah satu aksi terbesar terjadi pada tahun 1998, saat mahasiswa mengguncang rezim Orde Baru. 

Kini, puluhan tahun kemudian, gedung yang seharusnya menjadi rumah aspirasi rakyat itu kembali dipenuhi amarah warga yang kecewa.

Dari Soekarno untuk Dunia, Berubah Jadi Kantor DPR

Tahukah kamu, gedung dengan kubah setengah lingkaran berwarna hijau yang disebut Gedung Nusantara awalnya bukan untuk DPR?

Arsiteknya, Soejoedi Wirjoatmodjo, merancang bangunan itu atas gagasan Presiden Soekarno untuk menggelar CONEFO (Conference of the New Emerging Forces) pada 1965.

CONEFO adalah proyek ambisius Bung Karno untuk menantang dominasi PBB dan menciptakan tatanan dunia baru. Namun, sejarah berkata lain. 

Setelah gejolak G30S/PKI, pembangunan gedung sempat terhenti. Baru pada 1966, fungsinya diubah menjadi Gedung MPR/DPR. Butuh waktu panjang hingga akhirnya rampung pada 1 Februari 1983 di atas lahan seluas 80 ribu meter persegi.

Dengan simbol kubah hijau yang disebut-sebut melambangkan kepakan sayap burung, gedung ini seolah ingin menunjukkan semangat kebebasan. Ironisnya, di sinilah suara rakyat justru sering dikurung rapat.

DPR, Digaji dari Keringat Rakyat

Bekerja di gedung megah itu, para wakil rakyat digaji dari APBN, yang sebagian besar bersumber dari pajak rakyat. Tapi, tahukah kamu berapa angka yang mereka kantongi tiap bulan?

Berdasarkan aturan resmi, gaji pokok anggota DPR “hanya” sekitar Rp4,2 juta per bulan. Ketua DPR sedikit lebih tinggi, Rp5,04 juta. Tapi jangan terkecoh, karena tambahan tunjangan membuat angka itu melesat tajam.

Mulai dari tunjangan jabatan Rp9,7 juta, komunikasi Rp15,5 juta, hingga uang sidang Rp2 juta. Belum termasuk fasilitas listrik, telepon, dan asisten pribadi. Jika dijumlahkan, seorang anggota DPR bisa mengantongi lebih dari Rp50 juta per bulan.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • RAPBN 2027 di Depan Mata, Investor Menanti Jawaban Pemerintah soal Arah Ekonomi Indonesia
    Preview komentar:
    Sejalan dengan kehati-hatian fiskal yang disepakati Banggar DPR ...
  • El Nino Ancam Produksi Pangan, Pengelolaan Air dan Perlindungan Petani Perlu Diperkuat
    Preview komentar:
    Sejalan dengan rekomendasi penerapan climate-smart agriculture yang didorong ...
  • Merugi, Pemkab Kudus Serahkan Pengelolaan Taman Krida Wisata ke Swasta
    Preview komentar:
    Pemberian masa tenggang atau grace period selama tiga ...
Advertisement
injourney
Advertisement
asd
Advertisement
astra2
Advertisement
astra
Advertisement
bankjakarta-detail-mobile
Advertisement
gaia musik festival

GPM menyemarakkan HUT RI di Aceh

28 menit yang lalu | Wahyu AP

Nasional
GPM menyemarakkan HUT RI di...

Lembang Street Carnival 2026

33 menit yang lalu | Wahyu AP

Wisata
Lembang Street Carnival 2026

Jogja Fashion Week 2026

38 menit yang lalu | Wahyu AP

Rona
Jogja Fashion Week 2026
Luar Negeri
Nama Trump Kembali Dipasang...
Nasional
Bea Cukai gagalkan penyelun...

Produksi ekspor briket arang di Kota Serang

48 menit yang lalu | Wahyu AP

Ekonomi
Produksi ekspor briket aran...
Advertisement
astra
Advertisement
bankjakarta-detail-mobile
Advertisement
gaia musik festival
Ada Pidato Presiden, Hindari Kawasan Lalin Sekitar DPR

Ada Pidato Presiden, Hindari Kawasan Lalin Sekitar DPR

14 Aug 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.