Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Mudik Kedua di Kampung Dipowinatan Yogyakarta

📅 Senin, 01 Sep 2025, 16:59 WIB | Oleh:

Tanpa ada komando atau undangan, para warga setempat yang berada di perantauan pada umumnya secara mandiri menyempatkan pulang untuk merayakan momen itu.

Ada yang datang dari kota tetangga, ada pula yang menempuh perjalanan jauh demi bisa larut dalam suasana. Bagi mereka, tanggal 18 Agustus sudah menjadi penanda pasti untuk pulang.

Karsono (75) salah satu warga kampung menyebut momen tahunan itu dikenal warga sebagai agenda mudik kedua.

Bagi warga kampung mudik pertama adalah saat merayakan Hari Raya Idul Fitri atau Natal, sedangkan mudik kedua adalah 18 Agustus atau sehari setelah perayaan HUT Kemerdekaan RI.

"Biasanya perantau tahu sendiri, tanggal 18 Agustus pasti ada acara ini. Jadi pulang, meski tanpa diundang," tutur Karsono.

Ia mengenang sejak masih muda tradisi itu selalu digelar, dan sampai kini tetap dipertahankan sebagai ajang silaturahmi.

Baginya, Merti Golong Gilig lebih dari sekadar pesta rakyat. Momen itu menjadi ruang temu antargenerasi dimana anak-anak dapat mengenal budaya leluhur, orang tua bertemu sahabat lama, dan warga perantauan pun melepas rindu dengan kerabat.

"Dulu waktu muda saya ikut jadi panitia, sekarang sudah jadi pembina. Senang rasanya masih bisa menyaksikan suasana ini berjalan terus," ucap sesepuh Kampung Dipowinatan ini.

Suasana kampung pun mendadak penuh. Gang-gang yang sehari-hari tenang kini ramai oleh sapa, tawa, dan hilir mudik wisatawan di lorong gang-gang kampung.

20250901165733_IMG_20250831_230320.jpeg

Penampilan kesenian jatilan meramaikan perayaan Merti Golong Gilig di Balai Kampung Dipowinatan, Yogyakarta, Senin (18/8). Antara/Luqman Hakim

Kampung Ceko

Sebelum resmi ditetapkan sebagai kampung wisata pada 2006, Dipowinatan sudah lebih dulu dikenal oleh wisatawan asing, khususnya dari Republik Ceko. Kedatangan mereka meninggalkan jejak yang kemudian membuat kampung ini dijuluki "Kampung Ceko".

Menurut Agra Yusfanudin, Ketua Kampung Wisata Dipowinatan, rombongan wisatawan dari Ceko hampir selalu singgah ke kampung ini.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Sengketa Tanah Golat Memanas, Keturunan Raja Pagi Tempuh Jalur Hukum
    Preview komentar:
    Raja Pagi Sinurat adalah anak kedua dari Raja ...
  • PLTS Didorong Jadi Penggerak Pertumbuhan Ekonomi Hijau
    Preview komentar:
    Pembangunan PLTS dengan kapasitas 100 GWp ini tentu ...
  • Karawang Punya 9 Kawasan Industri, Warga Lokal Disiapkan Jadi Tenaga Kerja
    Preview komentar:
    Membaca ulasan positif mengenai komitmen Pak Bupati ini ...

Swasembada Gula Dimulai dari Lampung

1.5 jam yang lalu | Aloysius Widiyatmaka

Daerah
Swasembada Gula Dimulai dar...
Link CCTV Pantau Demo 27 Agustus 2026 di DPR Jakarta, Cek Kondisi Jalan secara Live

Link CCTV Pantau Demo 27 Agustus 2026 di DPR Jakarta, Cek Kondisi Jalan secara Live

27 Aug 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.