Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Jejak Aktivitas Vulkanik Gunung Salak

📅 Jumat, 26 Jun 2026, 07:27 WIB | Oleh:
Jejak Aktivitas Vulkanik Gunung Salak Doc: Foto: Kemenpar RI
Ket. Pemandangan Curug Cikawah di Desa Wisata Ciasmara, Kabupaten Bogor, Jawa Barat. F

TIDAK banyak destinasi wisata yang memungkinkan pengunjung melihat langsung bagaimana kekuatan bumi bekerja membentuk lanskap alam. Di Curug Cikawah, Pamijahan, Kabupaten Bogor, fenomena tersebut dapat disaksikan dalam satu kawasan yang relatif mudah dijangkau.

Di balik keindahan air terjunnya, Curug Cikawah menyimpan cerita panjang tentang aktivitas vulkanik Gunung Salak yang telah berlangsung selama ribuan tahun. Kepulan uap belerang, sumber air panas, hingga batuan vulkanik yang tersebar di sekitar lokasi menjadi bukti bahwa kawasan ini merupakan bagian dari sistem geotermal yang masih aktif hingga sekarang.

Bagi sebagian wisatawan, Curug Cikawah mungkin hanya dikenal sebagai tempat berfoto yang eksotis. Namun, bagi para peneliti geologi dan pencinta alam, kawasan ini merupakan laboratorium alam terbuka yang memperlihatkan hubungan erat antara gunung api, air, dan kehidupan.

Gunung Salak merupakan salah satu gunung api yang memiliki sejarah vulkanik panjang di Jawa Barat. Meski tidak termasuk gunung yang sering meletus seperti Gunung Merapi atau Gunung Semeru, aktivitas panas bumi di dalam tubuh Gunung Salak masih berlangsung.

Aktivitas tersebut dapat dilihat dari munculnya sejumlah kawah dan sumber air panas di kawasan Pegunungan Salak, termasuk di sekitar Curug Cikawah. Air hujan yang meresap ke dalam tanah dipanaskan oleh batuan panas di bawah permukaan, kemudian kembali muncul sebagai mata air panas yang kaya kandungan mineral.

Fenomena Geotermal yang Jarang Ditemukan

Keberadaan air terjun yang berdampingan dengan kawah belerang bukanlah fenomena yang mudah ditemukan. Di banyak tempat, wisatawan biasanya harus mengunjungi lokasi yang berbeda untuk menikmati air terjun dan kawasan panas bumi.

Di Curug Cikawah, kedua fenomena tersebut hadir dalam satu kawasan. Pengunjung dapat menyaksikan air yang mengalir dari lereng Gunung Salak sambil melihat uap panas yang keluar dari celah-celah batuan vulkanik.

Kombinasi ini menciptakan lanskap yang unik. Warna batuan yang dipengaruhi kandungan mineral, aroma sulfur yang khas, serta kepulan uap yang terus muncul memberikan pengalaman yang berbeda dari wisata alam biasa. Tidak heran jika banyak fotografer lanskap dan pemburu konten alam menjadikan Curug Cikawah sebagai salah satu destinasi favorit di Bogor.

Potensi Wisata Edukasi

Selain menawarkan keindahan alam, Curug Cikawah memiliki potensi besar sebagai destinasi wisata edukasi. Kawasan ini dapat menjadi sarana pembelajaran tentang geologi, vulkanologi, hingga pemanfaatan energi panas bumi.

Indonesia merupakan salah satu negara dengan cadangan panas bumi terbesar di dunia karena berada di kawasan Cincin Api Pasifik (Ring of Fire). Curug Cikawah menjadi contoh nyata bagaimana aktivitas panas bumi dapat membentuk bentang alam yang unik sekaligus bermanfaat bagi masyarakat.

Melalui kunjungan ke kawasan ini, wisatawan dapat memahami bahwa fenomena geologi tidak hanya menghasilkan letusan gunung api, tetapi juga menciptakan sumber daya alam berupa air panas, mineral, dan lanskap wisata yang menarik. hay

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Pasar Eropa Terbuka Lewat IEU-CEPA, Industri Tekstil Indonesia Punya Peluang Baru
    Artikel yang sangat mencerahkan. Sepakat dengan pandangan Kadin ...
  • Produksi Kapal Baru RI Melonjak 251 Persen, Menperin: Negara Maritim Jangan Kalah di Laut Sendiri
    Menanggapi lonjakan produksi kapal baru hingga 251 persen ...
  • Bidik Transformasi Industri Indonesia, Danantara Gelar Forum Teknologi dan Investasi Global
    Fokus Danantara pada industrialisasi inovasi dalam forum DTIIF ...
  • Produksi Dipangkas 50 Persen, Industri Keramik Terancam Lumpuh Gara-Gara Gas!
    Membaca kondisi industri keramik yang terpaksa memangkas kapasitas ...
  • Gelombang Tsunami Setinggi 18 Meter Mengancam Pantai Selatan Kebumen
    Membayangkannya saja sudah bikin takut. Apalagi ada keluarga ...
Advertisement
Homedec Detail Sidebar
pasang iklan di koran jakarta

Pemulihan sawah pascabencana di Aceh

44 menit yang lalu | Wahyu AP

Daerah
Pemulihan sawah pascabencan...
Nasional
Unjuk rasa mahasiswa dan ma...
Daerah
Peluncuran bus listrik proy...

Pembukaan Festival Budaya Kerinci 2026

54 menit yang lalu | Wahyu AP

Daerah
Pembukaan Festival Budaya K...
Megapolitan
Aksi desak evaluasi perdaga...
pasang iklan di koran jakarta
Advertisement
Kebiasaan Bangun Paling Pagi Bikin Kita Banyak Rezeki, Benarkah?

Kebiasaan Bangun Paling Pagi Bikin Kita Banyak Rezeki, Benarkah?

22 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.