Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Harmoni Alam di Pesisir Kayong Utara

📅 Jumat, 29 Agu 2025, 07:41 WIB | Oleh:
Harmoni Alam di Pesisir Kayong Utara Doc: Foto: EKSPLORE KAYONG UTARA
Ket. Hutan Mangrove Sukadana ini menjadi habitat bagi berbagai jenis flora dan fauna. Salah satu kawasan yang memiliki peranan ekologis sangat tinggi.

GARIS pantai Indonesia dikenal sebagai yang terpanjang kedua di dunia setelah Kanada, dengan panjang mencapai 81.000 kilometer. Kawasan pesisir ini selain berupa pantai berpasir di antaranya adalah berupa hutan mangrove yang di antaranya terjaga dengan baik, sebagai lagi rusak, dan lainnya dalam tahap rehabilitasi.

Siregar dan Purwaka (2002), menurutkanm kawasan pesisir dan laut merupakan sebuah ekosistem yang terpadu dan saling berkorelasi secara timbal balik. Masing-masing elemen memiliki fungsi dan peran yang saling mendukung dalam ekosistem.

Rusaknya hutan mangrove secara langsung akan melemahkan daya dukung tanah dan lemahnya perlindungan pada pantai dan pesisir.

Di Kayong Utara tepatnya di Kecamatan Sukadana terdapat kawasan agrowisata Hutan Mangrove Sukadana yang kondisinya cukup terjaga. Kawasan ini kini dikenal sebagai salah satu obyek wisata alam atau juga ekowisata, dengan tujuan selain rekreasi juga memperluas pengetahuan dan pengalaman.

Agrowisata Hutan Mangrove Sukadana, Kabupaten Kayong Utara (KKU) memang memiliki daya tarik tersendiri bagi para wisatawan, pelajar, dan mahasiswa. Kawasan ini menjadi tempat yang wajib dikunjungi ketika berkunjung ke Kayong Utara. Biasanya wisatawan mengunjungi hutan mangrove ini setelah menikmati pemandangan hutan mangrove ini sebelum atau setelah berkunjung di pantai Pulau Datok.

Luas Hutan Mangrove Sukadana mencapai 17.780 hektar. Kawasan ini menjadi habitat bagi berbagai jenis flora dan fauna. Jenis tanaman mangrovenya mencapai sebanyak tujuh spesies yang terdiri dari lima famili. 

Vegetasi tumbuhannya didominasi oleh genus Rhizophora sp. dan Xylocarpus sp, Sedangkan pada bagian tengah saling bercampur antara vegetasi pancang atau tegakan genus Rhizophora sp., Ceriops decandra, dan Bruguiera sp.

Tumbuhan mangrove yang ada di Hutan Mangrove Sukadana tergolong memiliki daya adaptasi yang baik terhadap perubahan lingkungannya. Adaptasi yang terjadi yakni adaptasi terhadap kadar oksigen rendah yang menyebabkan bentuk perakaran yang khas dibanding dengan bentuk akar tanaman mangrove di tempat lain. Adaptasi ini berfungsi agar mampu menyerap oksigen dengan baik. 

Selain itu, tumbuhan di hutan mangrove ini sangat toleran terhadap kadar garam yang tinggi serta terhadap keadaan tanah yang tidak stabil karena adanya pasang surut air laut. Bentuk adaptasi tumbuhan di hutan mangrove terhadap kadar garam tinggi.

Hutan Mangrove Sukadana yang lestari dan vegetasinya yang cukup rapat menjadi surga bagi berbagai fauna. Beberapa hewan liar penghuni kawasan ini adalah biawak, bekantan, monyet ekor panjang, beberapa jenis burung, ikan, kepiting bakau, buaya, dan lain sebagainya.

Untuk menikmati keindahan hutan mangrove ini pengunjung harus menyusuri jembatan panjang yang membelah kawasan ini dengan panjang 865 meter. Jembatan ini sengaja dibuat pemerintah setempat dengan bahan dari kayu belian. hay

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Sengketa Tanah Golat Memanas, Keturunan Raja Pagi Tempuh Jalur Hukum
    Preview komentar:
    Raja Pagi Sinurat adalah anak kedua dari Raja ...
  • PLTS Didorong Jadi Penggerak Pertumbuhan Ekonomi Hijau
    Preview komentar:
    Pembangunan PLTS dengan kapasitas 100 GWp ini tentu ...
  • Karawang Punya 9 Kawasan Industri, Warga Lokal Disiapkan Jadi Tenaga Kerja
    Preview komentar:
    Membaca ulasan positif mengenai komitmen Pak Bupati ini ...
Nasional
Puan Dorong Kemlu Perkuat K...
Link CCTV Pantau Demo 27 Agustus 2026 di DPR Jakarta, Cek Kondisi Jalan secara Live

Link CCTV Pantau Demo 27 Agustus 2026 di DPR Jakarta, Cek Kondisi Jalan secara Live

27 Aug 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.