Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Sekolah Rakyat Harus Lahirkan Talenta yang Bisa Optimalkan Potensi Desa

📅 Rabu, 27 Agu 2025, 01:05 WIB | Oleh:
Sekolah Rakyat Harus Lahirkan Talenta yang Bisa Optimalkan Potensi Desa Doc: antara
Ket. Pranasik Faihaan Anggota DPD Pemuda Tani Indonesia DIY - Ekonomi kreatif itu jangan lepas dari akar desa. Talenta yang dihasilkan Sekolah Rakyat seharusnya jadi agen perubahan yang memberdayakan potensi lokal.

JAKARTA - Harapan agar Sekolah Rakyat dapat melahirkan talenta-talenta ekonomi kreatif, maka arah kebijakannya harus berpijak pada fundamental ekonomi desa, sehingga manfaatnya benar-benar dirasakan masyarakat di daerah setempat. 

Anggota Dewan Pengurus Daerah (DPD) Pemuda Tani Indonesia DIY, Pranasik Faihaan yang diminta tanggapannya di Yogyakarta, Selasa (26/8) harapan Menteri Ekonomi Kreatif RI Teuku Riefky Harsya agar Sekolah Rakyat melahirkan talenta-talenta ekonomi kreatif perlu didukung.

“Kalau bicara ekonomi kreatif di Sekolah Rakyat, jangan sampai maknanya sempit hanya sebatas tren konten atau sekadar ikut-ikutan subsektor kekinian. Fundamentalnya tetap harus ekonomi desa. Artinya, produk-produk kreatif itu seharusnya lahir dari pemanfaatan sumber daya yang ada di sekitar kita,” kata Pranasik.

Konsep ekonomi kreatif jelasnya justru akan lebih kuat jika berbasis pada potensi lokal. Ia mencontohkan bagaimana produk-produk olahan pertanian, peternakan, atau hasil hutan nonkayu di desa-desa di Yogyakarta bisa dikembangkan menjadi produk kreatif bernilai tambah tinggi.

“Kalau di Sekolah Rakyat anak-anak diajarkan membuat desain kemasan, video promosi, atau musik untuk produk-produk lokal, itu baru selaras dengan visi ekonomi kreatif. Tapi kalau ujung-ujungnya kita mengandalkan bahan baku impor, itu sama saja memutus akar ekonomi desa dan hanya memperkuat rantai konsumsi, bukan produksi,” katanya.

Sekolah Rakyat menurut dia harus menjadi ruang pembelajaran yang menyambungkan pengetahuan kreatif dengan kekuatan produksi lokal. Petani, nelayan, dan pelaku UMKM desa harus dilibatkan dalam proses kurikulum agar anak-anak mendapat pemahaman nyata tentang potensi ekonomi di lingkungannya.

“Penting sekali Sekolah Rakyat mengajarkan kreativitas yang relevan dengan konteks lokal. Anak-anak perlu tahu bagaimana caranya memproses hasil pertanian menjadi produk olahan, memanfaatkan bahan alam jadi kerajinan, atau memasarkan produknya dengan pendekatan digital,” tambah Pranasik.

Jadi Pasar

Pranasik juga mengingatkan risiko jika program Sekolah Rakyat hanya mengejar industri kreatif yang terlepas dari konteks perdesaan. Jika bahan baku lebih banyak diimpor, maka desa-desa justru hanya akan menjadi pasar, bukan produsen.

“Kalau yang disebut kreatif malah mencetak influencer untuk produk impor, itu bukan ekonomi kreatif yang kita mau. Kita butuh talenta yang memajukan desa, bukan yang membuat desa makin tergantung pada luar,” tegasnya.

Terkait rencana kolaborasi Kementerian Ekraf dengan Kementerian Sosial, Pranasik mendorong agar programnya tak berhenti di hilir semata. Ia menilai bahwa Kemensos memiliki jaringan langsung dengan kelompok masyarakat di akar rumput, sehingga potensi tersebut semestinya dioptimalkan untuk menguatkan produksi desa.

“Kalau Kemensos dan Kemenparekraf mau kerja bareng, ini harus diarahkan pada penguatan hulu, bukan hanya promosi. Dari situ lahirlah kurikulum berbasis realitas: desain produk, manajemen hasil tani, pemasaran kreatif, semua nyambung dengan potensi desa,” katanya.

Pranasik menutup dengan menekankan pentingnya membangun ekosistem ekonomi kreatif yang berpihak pada desa. Menurutnya, masa depan kedaulatan ekonomi Indonesia hanya bisa tercapai jika desa-desa menjadi pusat produksi sekaligus inovasi.

“Ekonomi kreatif itu jangan lepas dari akar desa. Talenta yang dihasilkan Sekolah Rakyat seharusnya jadi agen perubahan yang memberdayakan potensi lokal. Kalau desa kuat, ekonomi nasional otomatis lebih kokoh,” pungkasnya.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
Advertisement
jakartafair2026

Olahraga
Crysencio Summerville
Megapolitan
BMKG Prakirakan Jakarta Ber...

Gelombang Panas Eropa: Menara Eiffel Ditutup Sementara

49 menit yang lalu | Selocahyo Basoeki Utomo S

Luar Negeri
Gelombang Panas Eropa: Mena...
Luar Negeri
Aksi Jual Saham AI AS Mengg...
Ternyata Gara-Gara Ini, Taufik Hidayat Pelaku Penyekapan Perempuan hingga Buta di Bandung Berhasil Diciduk

Ternyata Gara-Gara Ini, Taufik Hidayat Pelaku Penyekapan Perempuan hingga Buta di Bandung Berhasil Diciduk

24 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.