Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Pemprov DKI Prihatin Aksi Kekerasan terhadap Lurah Manggarai Selatan dan Sopirnya di Slipi

📅 Rabu, 27 Agu 2025, 11:30 WIB | Oleh:
Pemprov DKI Prihatin Aksi Kekerasan terhadap Lurah Manggarai Selatan dan Sopirnya di Slipi Doc: Istimewa
Ket. Wali Kota Administrasi Jakarta Selatan, Muhammad Anwar, menyampaikan rasa prihatin sekaligus dukungan penuh kepada para korban yang mengalami luka-luka.

JAKARTA - Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta menyatakan keprihatinan atas aksi perusakan dan tindak kekerasan yang dialami Lurah Manggarai Selatan, Tebet, Jakarta Selatan, Muhammad Sidik, serta sopirnya, Asep Yudiana, pada Senin (25/8) malam. Peristiwa tersebut terjadi di kawasan Jalan KS Tubun, Slipi, Jakarta Barat, saat keduanya sedang dalam perjalanan pulang menggunakan mobil dinas kelurahan.

Wali Kota Administrasi Jakarta Selatan, Muhammad Anwar, menyampaikan rasa prihatin sekaligus dukungan penuh kepada para korban yang mengalami luka-luka. Ia menegaskan komitmen pemerintah kota untuk memperkuat perlindungan terhadap aparat kelurahan setelah kejadian yang memicu keprihatinan banyak pihak tersebut.

"Kami sangat menyesalkan peristiwa ini. Aparat kelurahan adalah pelayan masyarakat yang menjalankan tugasnya untuk warga. Kami memastikan pendampingan medis dan psikologis bagi korban," kata Anwar dalam keterangan resminya, Selasa (26/8).

Menurut penjelasan Anwar, insiden bermula ketika mobil dinas Kelurahan Manggarai Selatan dengan nomor polisi B 1590 TQN melintas di kawasan Slipi sekitar pukul 18.30 WIB. Kendaraan tersebut tiba-tiba dihadang oleh sekelompok demonstran yang tidak terkendali lalu dirusak dengan cara dipukul dan dilempari benda keras hingga kaca mobil pecah.

Akibat penyerangan tersebut, Lurah Muhammad Sidik mengalami luka di bagian wajah, sedangkan sopir yang juga merupakan Petugas Penanganan Prasarana dan Sarana Umum (PPSU) DKI Jakarta, Asep Yudiana, menderita luka di tangan. Selain menimbulkan korban luka, insiden itu juga mengakibatkan hilangnya dua unit telepon genggam, sebuah dompet, serta kerusakan berat pada kendaraan dinas kelurahan.

Anwar menekankan bahwa Pemprov DKI Jakarta tidak akan tinggal diam menyikapi serangan terhadap aparat kelurahan yang sedang menjalankan tugas. Ia menyatakan akan terus berkoordinasi dengan jajaran Polri dan TNI untuk menjamin keamanan perangkat pemerintahan yang bekerja langsung di tengah masyarakat.

"Perlindungan terhadap aparat di lapangan menjadi prioritas kami. Pemprov DKI akan memperkuat koordinasi dengan pihak keamanan agar peristiwa serupa tidak terulang. Kami juga mengapresiasi lurah dan petugas PPSU yang tetap menjalankan tugas meski menghadapi situasi berbahaya," tutur Anwar.

Lebih lanjut, ia juga mengingatkan masyarakat agar tetap menjaga ketertiban ketika menyampaikan aspirasi di ruang publik. Menurutnya, penyampaian pendapat merupakan hak warga negara, tetapi harus dilakukan tanpa mengganggu ketertiban umum atau membahayakan keselamatan orang lain.

Pihak kepolisian sendiri disebut telah menerima laporan resmi terkait tindak kekerasan yang menimpa Lurah Manggarai Selatan dan sopirnya tersebut. Proses penyelidikan sedang berjalan untuk mengungkap identitas para pelaku perusakan serta memastikan pertanggungjawaban hukum.

Insiden ini menyoroti pentingnya jaminan keamanan bagi aparat pemerintah di tingkat kelurahan yang setiap hari berinteraksi langsung dengan warga. Aparat kelurahan memiliki tugas sebagai pelayan publik, mulai dari urusan administrasi hingga penanganan sarana dan prasarana lingkungan, sehingga rentan menghadapi berbagai risiko di lapangan.

Pemprov DKI menilai perlindungan aparat kelurahan sangat penting untuk menjaga kelancaran pelayanan publik. Tanpa rasa aman, kinerja aparat kelurahan bisa terganggu dan berimbas pada pelayanan masyarakat secara keseluruhan.

Kasus yang menimpa Lurah Muhammad Sidik dan Asep Yudiana menjadi peringatan keras bagi semua pihak agar insiden kekerasan terhadap aparat pemerintahan tidak kembali terulang. Pemerintah daerah berharap langkah tegas kepolisian dapat memberi efek jera sekaligus menjamin perlindungan hukum bagi korban.

Kejadian ini juga menegaskan pentingnya kolaborasi antara pemerintah daerah, aparat keamanan, dan masyarakat untuk menciptakan lingkungan yang kondusif. Dengan terjaganya rasa aman, aparat pemerintah dapat menjalankan tugas melayani masyarakat secara optimal tanpa rasa khawatir.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google

Nasional
UMKM Didorong Tembus Rantai...
  • Hunian Tamiang 4 Ditarget Rampung Juni 2026, Menteri PU Pastikan Tepat Waktu
    Preview komentar:
    Di bukit tempurung,kota kualasimpang,Dana perabot,ekonomi dan jadub aja ...
  • 39,7 Ton Sampah Diangkat dari Kali Sabi Tangerang
    Preview komentar:
    Bukan hanya di C2, C3 juga banyak yg ...
  • Jangan Asal Upload KTP dan NIK! Diskominfo Tangerang Peringatkan Risiko Penyalahgunaan Data.
    Preview komentar:
    Jika Pak RT meminta photovopy KK, guna pendataan, ...
Menkeu Sebut Rupiah Rp18.000 Masih dalam Perhitungan Pemerintah

Menkeu Sebut Rupiah Rp18.000 Masih dalam Perhitungan Pemerintah

04 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.