Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Panji Tengkorak, Film Animasi Indonesia Tanpa Embel 'Merah Putih'

📅 Selasa, 26 Agu 2025, 17:55 WIB | Oleh:
Panji Tengkorak, Film Animasi Indonesia Tanpa Embel 'Merah Putih' Doc: ANTARA/Abdu Faisal
Ket. Sutradara film animasi layar lebar Panji Tengkorak Daryl Wilson (pertama kiri) saat gala perdana film "Panji Tengkorak" di kawasan Setiabudi, Jakarta Selatan, Jumat (22/8).

JAKARTA - Film animasi Panji Tengkorak merupakan karya yang penting dan berani dalam kancah perfilman nasional, karena belum banyak film silat yang dibuatkan pergerakannya dalam bentuk animasi dua dimensi untuk menjangkau populasi generasi Z di Indonesia.

Sebagai adaptasi dari komik legendaris karya Hans Jaladara yang pertama kali terbit pada 1968, sutradara Daryl Wilson mencoba membawa kembali cerita klasik tersebut ke audiens modern melalui medium animasi.

Film dengan genre pahlawan super lokal yang terinspirasi dari guratan gambar ini juga dieksplorasi animasinya dengan serius. Secara visual, pembuat film Panji Tengkorak memutuskan untuk menggunakan gaya animasi dua dimensi yang berpadu dengan matte painting.

Gaya animasi 2D menjadi pilihan yang berisiko jika pembuat film menyasar sebagian anak dengan rentang usia 13 sampai 20 tahun. Sajian animasi model 3D berpadu 2D yang lebih modern, seperti halnya film populer "Kpop Demon Hunters" atau "Spider-Man: Into the Spider-Verse", lebih akrab dengan usia mereka.

Kendati demikian, animasi 2D memberikan nuansa visual yang menyesuaikan pada komik aslinya, dengan goresan tangan yang ekspresif dan dinamis. Pilihan ini memungkinkan penggambaran adegan pertarungan yang brutal, lugas, dan intens.

Namun, film Panji Tengkorak juga tidak terkungkung pada gaya konvensional. Penggunaan matte painting menciptakan latar belakang yang luas, sinematik, dan megah. Hasilnya adalah sebuah dunia yang terasa kuno dan mistis, dengan atmosfer yang kelam dan misterius.

Pilihan untuk menampilkan kekerasan secara eksplisit membuat film ini relatif lebih bisa dinikmati oleh audiens berusia 21 tahun ke atas yang mampu menghargai kedalaman cerita di balik visual yang keras.

Pilihan gaya animasi ini juga membedakan Panji Tengkorak dari film animasi lain, baik lokal maupun internasional.

Selain visual, penyajian karakter juga menjadi salah satu kekuatan film ini.

Karakter utama, Panji Tengkorak, digambarkan sebagai sosok yang kompleks dan penuh luka. Disuarakan oleh Denny Sumargo, Panji ditampilkan sebagai individu yang dihantui oleh masa lalu. Sang pendekar hidup dalam kutukan abadi setelah menjual jiwanya demi balas dendam.

Suara Denny Sumargo yang serak dan penuh kegetiran berhasil menyampaikan beban emosional yang dibawa oleh karakter ini.

Monolog yang sering kali terlihat dalam kilas balik sepanjang film seakan menjadi jendela bagi penonton untuk melihat ke dalam pergolakan batin Panji.

Panji memiliki penyesalan mendalam setelah istrinya, Murni (disuarakan oleh Aisha Nurra Datau), dihabisi secara tragis sedangkan ia tak mampu berbuat apa-apa.

Panji menjadi sosok yang merintangi karakter kepahlawanannya di dalam cerita, dengan sisi antagonis, terutama saat mencari balas dendam atas ketidakberdayaan dirinya sendiri.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google

PIN SPMB Belum Masuk? Ini Penyebab dan Cara Ceknya

35 menit yang lalu | Andes Tanjung

Megapolitan
PIN SPMB Belum Masuk? Ini P...
Nasional
SBY: Kepercayaan Publik Jad...
Megapolitan
DKI Perluas Pelatihan Kerja...
Nasional
DPR Minta Kepala BGN Baru F...
Nasional
Atap bangunan sekolah SDN d...
Megapolitan
Operasi uji emisi kendaraan...
  • Hunian Tamiang 4 Ditarget Rampung Juni 2026, Menteri PU Pastikan Tepat Waktu
    Preview komentar:
    Di bukit tempurung,kota kualasimpang,Dana perabot,ekonomi dan jadub aja ...
  • 39,7 Ton Sampah Diangkat dari Kali Sabi Tangerang
    Preview komentar:
    Bukan hanya di C2, C3 juga banyak yg ...
  • Jangan Asal Upload KTP dan NIK! Diskominfo Tangerang Peringatkan Risiko Penyalahgunaan Data.
    Preview komentar:
    Jika Pak RT meminta photovopy KK, guna pendataan, ...
Rupiah Tembus Rp18.000 per Dollar Pagi Ini, Dibayangi Tekanan Global dan Domestik

Rupiah Tembus Rp18.000 per Dollar Pagi Ini, Dibayangi Tekanan Global dan Domestik

04 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.