Mahasiswa Kesehatan Menolak Kegiatan World Vape Fair di JCC
📅 Selasa, 26 Agu 2025, 01:47 WIB | Oleh: Aloysius Widiyatmaka
Doc: ant
JAKARTA – Kegiatan “world vape fair” memang aneh. Di tengah warga tengah berusaha keras menghapus aktivitas merokok, malah menggelar acara seperti itu. Wajar bila ratusan mahasiswa yang tergabung dalam Ikatan Senat Mahasiswa Kesehatan Masyarakat Indonesia (ISMKMI) menolak World Vape Fair yang akan berlangsung di Jakarta Convention Centre (JCC) 30-31 Agustus. Mereka minta agar pemerintah membatalkan acara tersebut.
Koordinator Daerah ISMKMI Jakarta Raya, Qurrota Aini Al-Bahri, mengatakan World Vape Fair dikenal sebagai ajang pameran rokok elektronik terbesar. Di sini akan dihadirkan ratusan merek. Acara akan dihadiri ribuan pengunjung. Mereka telah promosi masif melalui media sosial dan platform digital.
Menurutnya, acara tersebut bukan sekadar pameran bisnis, melainkan pintu masuk normalisasi produk adiktif yang secara terang-terangan menyasar generasi muda. "ISMKMI dan jejaringnya menuntut pemerintah agar tidak menutup mata, segera bertindak membatalkan acara World Vape Fair. Perkuat perlindungan masyarakat melalui regulasi yang konsisten ditegakkan," ucapnya.
World Vape Fair, menurutnya, merupakan bentuk promosi besar-besaran industri yang jelas melanggar aturan yakni UU Nomor 17 Tahun 2023 tentang Kesehatan beserta peraturan pelaksananya. Di sini disebutkan bahwa iklan, promosi, dan sponsor produk tembakau maupun rokok elektronik dilarang, termasuk di media digital.
"Kehadiran acara ini justru menunjukkan betapa lemahnya pengawasan pemerintah terhadap industri yang merugikan kesehatan publik,” ujarnya.
Sebaiknya Anda baca juga:
Qurrota mengutip data Global Adults Tobacco Survey, yang menunjukkan prevalensi pengguna rokok elektronik meningkat sepuluh kali lipat dalam satu dekade terakhir, dari 0,3 persen pada 2011 menjadi 3 persen pada 2021. Menurutnya, angka tersebut memperlihatkan bagaimana promosi gencar industri berhasil menarik minat remaja dan anak muda. Ini juga sekaligus menegaskan bahwa kebijakan yang ada belum mampu memberikan perlindungan maksimal.
Bagi para mahasiswa kesehatan masyarakat, lanjutnya, penyelenggaraan World Vape Fair di Jakarta hanyalah salah satu dari strategi panjang industri adiktif. Setelah event ini Indonesia bahkan kembali dijadikan tuan rumah World Tobacco Asia Oktober mendatang di Surabaya. “Indonesia seolah dibiarkan menjadi etalase internasional bagi industri tembakau dan rokok elektronik," jelas Qurrota.
Selain itu, hingga kini Peraturan Daerah Kawasan Tanpa Rokok (KTR) Jakarta belum juga disahkan dan dinilai memperburuk situasi tersebut. Adapun bersama Indonesian Youth Council for Tactical Changes (IYCTC) dan sejumlah komunitas masyarakat, ISMKMI menggelar Pawai Generasi Sehat Tanpa Rokok saat Car Free Day (CFD) sebagai bentuk penolakan tersebut.
Sebaiknya Anda baca juga:
Sebelum aksi ini berlangsung, dia juga aktif melakukan kampanye daring melalui petisi, kampanye media sosial, hingga surat desakan yang melibatkan institusi kesehatan masyarakat dari berbagai daerah di Indonesia. Aksi di CFD tersebut, katanya, menjadi simbol perlawanan dan solidaritas anak muda untuk melindungi diri dari gempuran promosi industri.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!